ShaF's Medical Blog

MEDIC MADE EASY

KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA Juni 21, 2012

Filed under: Populer — shafariyah @ 5:55 pm

Masa remaja adalah masa peralihan dari anak menjadi dewasa. Pada masa ini remaja mencari identitas/jati diri dan merupakan periode paling berat karena penuh goncangan. Pada masa ini seseorang mudah sekali terjerumus kepada hal – hal tidak benar yang mengakibatkan hancurnya masa depan, terutama masalah reproduksi.

Pengertian kesehatan reproduksi adalah suatu keadaan kesehatan yang sempurna baik secara fisik, mental, dan sosial dan bukan semata-mata terbebas dari penyakit atau kecacatan dalam segala aspek yang berhubungan dengan sistem reproduksi, fungsi serta prosesnya.

Kesehatan reproduksi menurut WHO adalah <>  suatu keadaan fisik, mental dan sosial yang utuh, bukan hanya bebas dari penyakit atau kecacatan dalam segala aspek yang berhubungan dengan sistem reproduksi, fungsi serta prosesnya. Atau Suatu keadaan dimana manusia dapat menikmati kehidupan seksualnya serta mampu menjalankan fungsi dan proses reproduksinya secara sehat dan aman

Dapat disimpulkan kesehatan reproduksi remaja meliputi :

  1. Sehat fisik

tidak ada kekerasan, tidak ada pemaksaan.

  1. Sehat sosial

tidak melanggar norma-norma sosial, tetap berhubungan baik dengan teman yang lain.

  1. Sehat emosional

saling mengerti, terbuka, mengungkapkan & mengendalikan emosi dengan baik.

  1. Sehat seksual

tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh agama.

Pada masa remaja ini mulai terlihat karakter seksual primer dan sekunder

  1. Karakter seksual primer :
    1. Pada remaja pria

1)   Mengalami wet dream (mimpi basah) dan pengeluaran sperma.

2)   Menegangnya alat kelamin pada saat-saat tertentu.

  1. Pada remaja putri

Mengalami menstruasi.

  1. Karakter seksual skunder
    1. Pada remaja pria :

1)   Tubuh menjadi lebih jantan

2)   Suara menjadi besar dan pecah

3)   Tumbuhnya bulu-bulu rambut pada bagian tertentu

4)   Jerawatan

  1. Pada remaja putri :

1)   Buah dada mulai berkembang

2)   Bagian tubuh tertentu menjadi berisi dan montok.

3)   Jerawatan.

ORGAN REPRODUKSI DAN FUNGSINYA

 

  1. A.  WANITA

 

  1. 1.    Organ Reproduksi Wanita

Organ reproduksi  wanita terdiri atas organ reproduksi bagian  luar dan bagian dalam. Bagian luar atau biasa disebut vulva, meliputi seluruh struktur yang tampak dari luar seperti mons pubis ( daerah segitiga yang tertutup rambut kemaluan), labia majus, labia minus, clitoris, hymen (selaput dara), meatus urethra(lubang kencing), dan vagina.

Sedangkan organ reproduksi bagian dalam meliputi :

  1. Uterus (rahim)

merupakan tempat berkembangnya janin. Endometrium (dinding sebelah dalam) akan mengelupas sewaktu menstruasi

  1. Tuba falopi (saluran telur)

merupakan saluran di sebelah kanan dan kiri uterus, sel telur/ ovum melewati saluran ini menuju rahim

  1. Ovarium (indung telur)

Terdiri atas 2 buah di kanan dan kiri, berfungsi menghasilkan sel telur dan hormon estrogen serta progesterone.

  1. 2.    Menstruasi

Organ reproduksi di atas mulai berfungsi saat akil baliq yang ditandai menstruasi pertama kali (Menarche) pada usia 10-14 tahun dan sangat bervariasi pada setiap wanita. Kelenjar hypothalamus di otak akan menghasilkan Gonadotropin-Releasing Hormone (GnRH) dan akan menyebabkan kelenjar pituitary menghasilkan Luteinizing Hormone (LH) dan Follicle-Stimulating Hormone (FSH) yang selanjutnya dikirim ke ovarium. LH and FSH di ovarium akan menstimulasi pematangan sel telur dan memproduksi  hormon estrogen danprogesterone. Hormon ini akan mempengaruhi uterus pada dinding sebelah dalam (endometrium),setelah sel telur matang akan dilepas menuju rahim melalui tuba falopi, jika terjadi kehamilan sel telur yang telah dibuahi akan menempel di endometrium, jika tidak terjadi kehamilan endometrium akan luruh dan terjadilah proses menstruasi. Proses ini terjadi setiap satu bulan sekali.

       

Bila menstruasi baru mulai periodenya mungkin tidak teratur dan dapat terjadi sebulan dua kali menstruasi kemudian beberapa bulan tidak menstruasi lagi. Hal ini memakan waktu kira-kira 3 tahun sampai menstruasi mempunyai pola yang teratur dan akan berjalan terus secara teratur sampai kira – kira usia 50 tahun. Bila seorang wanita berhenti menstruasi disebut menopause.

Panjang siklus menstruasi berbeda-beda pada setiap wanita. Ada yang 26 hari, 28 hari, 30 hari, atau bahkan ada yang 40 hari. Lama menstruasi pada umumnya 5 hari, jumlah seluruh darah yang dikeluarkan biasanya antara 30 – 80 ml. Selama masa haid, yang perlu diperhatikan adalah kebersihan daerah kewanitaan dengan mengganti pembalut sesering mungkin.

  1. 3.    KEHAMILAN :

Suatu proses pertemuan/ fertilasi, menempelnya/nidasi dan berkembangnya sel ovum dan sel spermatozoa menjadi janin dalam uterus selama 9 bulan 10 hari. Keadaan kehamilan ini dipertahankan dengan pengaruh hormon progesteron. Hormon estrogen pada masa ini mempengaruhi kelenjar mamae (payudara) untuk persiapan laktasi (menyusui). Pada masa ini tidak terjadi ovulasi dan menstruasi.

 

  1. B.  Laki – Laki
  2. 1.    Organ reproduksi pada laki – laki

 

Organ reproduksi pada laki – laki terdiri atas alat kelamin bagian luar dan dalam. Organ reproduksi bagian luar meliputi :

  1. Penis, berbentuk bulat panjang yang berubah besarnya saat aktifitas seksual. Bagian dalam penis berisi pembuluh darah, otot dan serabut saraf. Ditengahnya terdapat saluran air kemih dan juga sebagai saluran cairan sperma yang disebut uretra.
  2.  Skrotum, terdapat dua buah kanan dan kiri, berbentuk bulat, tampak luar berupa kulit yang berkerut dan ditumbuhi rambut pubis.

Sedang alat kelamin bagian dalam meliputi :

  1.  Testis, merupakan tempat pembentukan sel spermatozoa.
  2.  Vas-deferens  merupakan saluran yang membawa spermatozoa.
  3.  Kelenjar prostat merupakan kelenjar yang menghasilkan cairan kental yang berfungsi untuk memberi makan spermoatozoa
  4. Kelenjar vesikula seminalis merupakan kelenjar yang menghasilkan cairan untuk kehidupan spermatozoa, secara bersama – sama cairan tersebut menyatu dengan spermatozoa menjadi produk yang disebut semen, yang dikeluarkan setiap kali pria ejakulasi

 

  1. 2.    Mimpi Basah

Organ – organ tersebut mulai berfungsi sebagai sistem reproduksi dimulai saat akil balig sekitar usia 11-14 tahun ditandai dengan keluarnya semen atau cairan mani yang pertama kali melalui mimpi basah. Sel – sel Interstital Leydig dalam testis akan menghasilkan hormon testosteron dan akan mempengaruhi testis untuk menghasilkan spermatozoa. Keadaan ini dibawah perintah organ yang berada diotak, yaitu kelenjar pitutary dan hypothalamus. Pada aktifias seksual, organ tersebut akan bekerja sesuai dengan rangsang yang diperoleh. Bila dilakukan dengan pasangan sampai tingkat coitus (bersetubuh), maka penis berpenetrasi masuk ke dalam vagina dan berakhir dengan keluarnya semen. Setiap ejakulasi dihasilkan sebanyak 3-5 cc cairan semen , yang didalamnya terdapat 35 juta – 100 juta sel spermatozoa.

Remaja laki-laki memproduksi sperma setiap harinya Sperma tidak harus selalu dikeluarkan, ia akan diserap oleh tubuh dan dikeluarkan melalui cairan keringat, kotoran cair dan kotoran padat. Sperma bisa keluar secara alami (tidak disadari oleh remaja laki-laki) melalui mimpi basah.

  1. C.    AKIBAT HUBUNGAN SEKS USIA MUDA
    1. 1.      Hubungan Seks Usia Muda Berisiko Kanker

Hubungan atau kontak seksual pada usia di bawah 17 tahun merangsang tumbuhnya sel kanker pada alat kandungan perempuan, karena pd rentang usia 12 hingga 17 tahun, perubahan sel dalam mulut rahim sedang aktif sekali . Saat sel sedang membelah secara aktif (metaplasi) idealnya tidak terjadi kontaks atau rangsangan apa pun dari luar, termasuk induce (masuknya) benda asing dalam tubuh perempuan , termasuk alat kelamin laki-laki dan sel sperma, akan mengakibatkan perkembangan sel ke arah abnormal, apalagi jika sampai terjadi luka yang mengakibatkan infeksi dalam rahim.

Sel abnormal dalam mulut rahim dapat mengakibatkan kanker mulut rahim (serviks). Kanker serviks menyerang alat kandungan perempuan, berawal dari mulut rahim dan berisiko menyebar ke vagina hingga keluar di permukaan. Selain itu, kanker serviks juga berisiko menyebar ke organ lain di dalam tubuh, misalnya uterus, ovarium, tuba fallopi, ginjal, paru-paru, lever, tulang hingga otak, katanya.”Jika telah mencapai stadium lanjut dan menyebar ke organ tubuh lain, maka kanker serviks dapat mengakibatkan kematian,” Gejala timbulnya keputihan yang berbau dan berulang-ulang serta terjadi pendarahan di bagian kemaluan saat tidak sedang haid. Pencegahan :bagi perempuan untuk menikah setelah berusia 17 tahun lebih dan menerapkan perilaku seksual yang sehat.”Hindari seks bebas dan gonta-ganti pasangan,” katanya.

  1. 2.      PENYAKIT KELAMIN

Pada pria, gejala awal 2-7 hari setelah terinfeksi. Berawal sebagai rasa tidak enakpada uretra, beberapa jam kemudian diikuti oleh nyeri ketika berkemih serta keluarnyananah dari penis. Sedangkan pada wanita, gejala awal biasanya timbul dalam waktu 7-21 hari setelah terinfeksi. Penderita seringkali tidak merasakan gejala selama beberapa minggu atau bulan, dan diketahui menderita penyakit tersebut hanya setelah pasangan hubungan seksualnya tertular. Jika timbul gejala, biasanya bersifat ringan. Tetapi beberapa penderita menunjukkan gejala yang berat, seperti desakan untuk berkemih, nyeri ketika berkemih, keluarnya cairan dari vagina, dan demam. Infeksi dapat menyerang leher rahim, rahim, saluran telur, indung telur, uretra, dan rektum serta menyebabkan nyeri pinggul ketika berhubungan seksual.

  1. 3.      HIV/AIDS

 

HIV atau Human Immunodeficiency Virus adalah sejenis virus yang menyebabkan AIDS. Virus ini menyerang sel darah putih manusia yang merupakan bagian paling penting dalam system kekebalan tubuh.

AIDS atau Acquired Immuno Deficiency Syndrome adalah kumpulan gejala-gejala akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh.

Seseorang yang terinfeksi HIV secara fisik tidak ada bedanya dengan orang yang tidak terinfeksi. Hampir tidak ada gejala yang muncul pada awal terinfeksi HIV. Tetapi ketika berkembang menjadi AIDS, maka orang tersebut perlahan-lahan akan kehilangan kekebalan tubuhnya sehingga mudah terserang penyakit dan tubuh akan melemah, ditandai dengan diare yang tidak sembuh – sembuh, candidiasis oral (mulut berjamur), serta penyakit infeksi lain yang tidak kunjung sembuh walu sudah diobati.

Obat-obatan yang ada pada saat ini, belum mampu untuk menjanjikan suatu kesembuhan yang pasti. Tes untuk mendeteksi HIV yaitu tes ELISA perlu disertai konseling sebelum dan sesudah tes dilakukan.

Setiap orang beresiko tertular HIV-AIDS, baik tua maupun muda, kaya atau miskin, heteroseksual maupun homoseksual, terkenal maupun tidak terkenal. Resiko tertular HIV tidak berkaitan dengan siapa kita, tetapi apa yang kita lakukan.

HIV dapat ditularkan dengan cara :

  1. Hubungan seksual tanpa pelindung dengan Orang Dengan HIV-AIDS (ODHA).
  2. Menggunakan benda tajam yang terkontaminasi oleh virus HIV, misalnya jarum suntik pada pengguna dan pecandu narkoba, alat pembuat tatto dan alat tindik.
  3. Mendapatkan transfusi darah yang mengandung virus HIV.
  4. Dari ibu ODHA kepada bayi yang dikandung dan disusuinya.

HIV tidak dapat ditularkan kepada orang lain melalui :

  1. Bersalaman atau berpelukan.
  2. Makanan dari piring yang pernah digunakan ODHA.
  3. Batuk atau bersin ODHA.
  4. Gigitan nyamuk.
  5. Berenang ditempat berenang yang sama dengan ODHA.
  6. Mengunjungi ODHA dirumah atau dirumah sakit.
  1. 5.      ABORSI

Aborsi atau pengguguran kandungan banyak dilakukan remaja yang menjadi hamil setelah melakukan seks bebas. Wanita yang melakukan aborsi memiliki resiko :

  1. Kematian karena pendarahan hebat
  2. Ruptur uteri ( rahim robek)
  3. Kanker indung telur dan kanker leher rahim
  4. Menjadi mandul/tidak mampu memiliki keturunan lagi
  5. Infeksi rongga panggul (Pelvic Inflammatory Disease)
  6. Infeksi pada endometrium (Endometriosis)
  7. Tidak bisa menikmati lagi hubungan seksual ketika menikah kelak

Pada masa remaja biasanya timbul dorongan seksual yang kuat, apabila remaja tidak membentengi diri dengan ilmu dan iman maka akan mudah terjerumus pada seks bebas bahkan tindak pembunuhan (aborsi). Hal – hal di bawah ini dapat dilakukan untuk dapat menangani dorongan seksual pada remaja :

  1. Meningkatkan  iman kepada Allah
  2.  Aktif dalam kegiatan keagamaan, Olah raga, Kegiatan sehubungan dengan sekolah
  3.  Menyalurkan hobi, Berani berkata TIDAK pada diri sendiri dan teman serta menyiapkan alasan yg dapat diterima untuk menolak melakukan hubungan seksual
  4. Menjauhi tempat atau kondisi rawan godaan (diskotik, kos – kosan campur putra – putri)
  5. Fokus dengan cita cita

Sumber :

Hamilton, D. 2004. Lecture Notes on Obstetrics and Gynaecology. Blackwell Publishing Asia

F. Gary Cunningham, MD. 2007. Williams Obstetrics.The McGraw-Hill Companies

Rejeki, Sri. Kesehatan Reproduksi Remaja. Puskesmas Kembiritan Kecamatan Genteng

http://drhandri.wordpress.com/2008/05

Schorge, John O. 2008. Williams Gynecology. The McGraw-Hill Companies, Inc.

Sherwood, Lauralee. 2001. Fisiologi Manusia : dari Sel ke Sistem. Jakarta : EGC

Wiknjosastro, Hanifa. 2007. Ilmu Kandungan. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s