<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>ShaF's Medical Blog</title>
	<atom:link href="http://shafamedica.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://shafamedica.wordpress.com</link>
	<description>MEDIC MADE EASY</description>
	<lastBuildDate>Thu, 25 Feb 2010 11:44:48 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='shafamedica.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/7220089b790752235a48178bfc7ee73d?s=96&#038;d=http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>ShaF's Medical Blog</title>
		<link>http://shafamedica.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://shafamedica.wordpress.com/osd.xml" title="ShaF&#8217;s Medical Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://shafamedica.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>NEFROPATI DIABETIK</title>
		<link>http://shafamedica.wordpress.com/2010/02/25/nefropati-diabetik/</link>
		<comments>http://shafamedica.wordpress.com/2010/02/25/nefropati-diabetik/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Feb 2010 11:44:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>shafariyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ilmu Penyakit Dalam]]></category>
		<category><![CDATA[Interna]]></category>
		<category><![CDATA[Diabetes]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://shafamedica.wordpress.com/2010/02/25/nefropati-diabetik/</guid>
		<description><![CDATA[Nefropati Diabetika adalah komplikasi Diabetes mellitus pada ginjal yang dapat berakhir sebagai gagal ginjal. Keadaan ini akan dijumpai pada 35-45% penderita diabetes militus terutama pada DM tipe I. Pada tahun 1981 Nefropati diabetika ini merupakan penyebab kematian urutan ke-6 di Negara barat dan saat ini 25% penderita gagal ginjal yang menjalani dialisis disebabkan oleh karena [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shafamedica.wordpress.com&blog=2568938&post=62&subd=shafamedica&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Nefropati Diabetika adalah komplikasi Diabetes mellitus pada ginjal yang dapat berakhir sebagai gagal ginjal. Keadaan ini akan dijumpai pada 35-45% penderita diabetes militus terutama pada DM tipe I. Pada tahun 1981 Nefropati diabetika ini merupakan penyebab kematian urutan ke-6 di Negara barat dan saat ini 25% penderita gagal ginjal yang menjalani dialisis disebabkan oleh karena Diabetes mellitus teritama DM tipe II oleh karena DM tipe ini lebih sering dijumpai.(9) Dibandingkan DM tipe II maka Nefropati Diabetika pada DM tipe I jauh lebih progresif dan dramatis.(10) Dengan meremehkan penyakit DM maka bisa berkomplikasi ke Nefropati diabetika. Berdasar studi Prevalensi mikroalbuminuria (MAPS), hampir 60% dari penderita hipertensi dan diabetes di Asia menderita Nefropati diabetik. Presentasi tersebut terdiri atas 18,8 % dengan Makroalbuminuria dan 39,8 % dengan mikroalbuminuria.(4)<br />
Hipertensi merupakan suatu tanda telah adanya komplikasi makrovaskuler dan mikrovaskuler pada Diabetes, Hipertensi dan diabetes biasanya ada keterkaitan patofisiologi yang mendasari yaitu adanya resistensi insulin. Pasien pasien diabetes tipe II sering mempunyai tekanan darah lebih tinggi atau sama dengan 150/90mmHg. Beberapa penelitian klinik menunjukkan hubungan erat tekanan darah dengan kejadian serta mortalitas kardiovaskuler, progresifitas nefropati, retinopati (kebutaan). Kontrol tekanan darah dengan obat anti hipertensi baik sistole dan diastole dan kontrol gula darah penderita pasien hipertensi dengan diabetes telah terbukti dari beberapa penelitian. Bahwa terbukti menaikkan “life expentacy”resiko stroke dan komplikasi kardiovaskuler pada pasien diabetes meningkat bila disertai hipertensi.(9)<br />
Terutama pada wanita dengan DM, hipertensi dan LVH (Left Ventrikel Hiperthrophy), nefropati diabetika dan disertai edema, pada keadaan ini sering dipergunakan diuretika justru akan memperburuk prognosis menaikkan mortalitas. Pasien diabetes, hipertensi, LVH dan nefropati diabetika mempunyai resiko tinggi terhadap morbiditas dan mortalitas atau CVD (infark dan stroke). Sebagai faktor prediksi adanya komplikasi vaskuler pada DM dan adanya mikroalbuminuria.(7)  Oleh karena itu perlu adanya perhatian khusus terutama kalangan medis untuk mencari upaya yang terbaik dalam usaha mencegah dan mengatasi penyakit ini.</p>
<p>A. Definisi<br />
Nefropati Diabetika adalah penyakit ginjal atau kerusakan ginjal sebagai hasil dari komplikasi diabetes.(3)  Penyakit ginjal akibat penyakit DM yang merupakan penyebab utama gagal ginjal di Eropa dan USA.(9)  Pada umumnya nefropati diabetik didefinisikan sebagai sindrom klinis pada pasien DM yang ditandai dengan albuminuria menetap (&gt;300 mg/24 jam atau &gt;200 µg/menit) pada 2 kali pemeriksaan dalam kurun waktu 3 sampai 6 bulan.(18)<br />
Ada 5 fase Nefropati Diabetika. Fase I, adalah hiperfiltrasi dengan peningkatan GFR, AER (albumin ekretion rate) dan hipertropi ginjal. Fase II ekresi albumin relative normal (300mg/24j, pada fase ini terjadi penurunan GFR dan hipertensi biasanya terdapat. Fase V merupakan End Stage Renal Disease (ESRD), dialisa biasanya dimulai ketika GFRnya sudah turun sampai 15ml/mnt.(5)<br />
B. Etiologi<br />
Penyebab pasti dari diabetes nefropati tidak diketahui, tetapi diyakini bahwa gula darah tinggi yang tidak terkendali mengarah pada pengembangan kerusakan ginjal. Dalam beberapa kasus, gen atau sejarah keluarga dapat juga berperan.(14) Hipertensi atau tekanan darah yang tinggi merupakan komplikasi dari penyakit DM dipercaya paling banyak menyebabkan secara langsung terjadinya Nefropati Diabetika. Hipertensi yang tak terkontrol dapat meningkatkan progresifitas untuk mencapai fase Nefropati Diabetika yang lebih tinggi (Fase V Nefropati Diabetika)(16)</p>
<p>C. Faktor Resiko<br />
Tidak semua pasien DM tipe I dan II berakhir dengan Nefropati Diabetika. Dari studi perjalanan penyakit alamiah ditemukan beberapa factor resiko antara lain:<br />
1. Hipertensi dan prediposisi genetika<br />
2. Kepekaan (susceptibility) Nefropati Diabetika<br />
a.  Antigen HLA (human leukosit antigen)<br />
Beberapa penelitian menemukan hubungan Faktor genetika tipe antigen HLA dengan kejadian Nefropati Diabetik. Kelompok penderita diabetes dengan nefropati lebih sering mempunyai Ag tipe HLA-B9<br />
b.  Glukose trasporter (GLUT)<br />
Setiap penderita DM yang mempunyai GLUT 1-5 mempunyai potensi untuk mendapat Nefropati Diabetik.<br />
3. Hiperglikemia<br />
4. Konsumsi protein hewani(17)<br />
5. African American, Hispanik, atau Amerika asal India<br />
6. Riwayat keluarga penyakit ginjal atau tekanan darah tinggi<br />
7. DM dengan kontrol tekanan darah dan kontrol gula darah yang buruk<br />
8. Diabetes tipe 1 sebelum umur 20<br />
9. Merokok(1)</p>
<p>D. Patofisiologi<br />
Sampai saat ini, hiperfiltrasi masih dianggap sebagai awal dalam laju kerusakan ginjal. Penelitian Bremmer dkk pada hewan menunjukkan bahwa saat jumlah nefron mengalami pengurangan yang berkelanjutan, filtrasi glomerulus dari nefron yang masih sehat akan meningkat sebagai bentuk kompensasi. Hiperfiltrasi dari nefron yang sehat lambat laun akan menyebabkan sklerosis dari nefron tersebut.(2)<br />
Mekanisme terjadinya peningkatan laju filtrasi glomerulus pada nefropati diabetic ini masih belum jelas benar, tetapi kemungkinan disebabkan oleh dilatasi arteriol aferen oleh efek yang tergantung glukosa, yang diperantarai hormon vasoaktif IGF-1, Nitric Oxide, prostaglandin dan glukagon. Efek langsung dari hiperglikemia adalah rangsangan hipertrofi sel, sintesis matriks ekstraseluler, serta produksi TGF-β yang diperantarai oleh aktivasi protein kinase-C (PKC) yang termasuk dalam serine-threonin kinase yang memiliki fungsi pada vaskular seperti kontraktilitas, aliran darah, proliferasi sel dan permeabilitas kapiler. Hiperglikemi kronik dapat menyebabkan terjadinya glikasi nonenzimatik asam amino dan protein (reaksi Mallard dan Browning). Pada awalnya glukosa akan mengikat residu asam amino secara non enzimatik menjadi basa Schiff glikasi, lalu terjadi penyusunan ulang untuk mencapai bentuk yang lebih stabil tetapi masih reversibel dan disebut sebagai produk amadori. Jika proses ini berlangsung terus akan terjadi Advance Glycation End Products (AGEs) yang irreversible. AGEs diperkirakan menjadi  perantara bagi beberapa kegiatan seluler seperti ekspresi adhesion molecules  yang berperan dalam penarikan sel-sel mononuklear, juga pada terjadinya hipertrofi sel,sintesa sel matriks ekstraseluler, serta inhibisi sintesis Nitric Oxide. Proses ini akan terus berlanjut sampai terjadi ekspansi sesuai tahap-tahap pada mogensen. Hipertensi yang timbul bersama dengan bertambahnya kerusakan ginjal juga akan mendorong sklerosis pada ginjal pasien DM. Penelitian pada hewan DM menunjukkan adanya vasokonstriksi arteriol sebagai akibat kelainan renin/angiotensin sistem. Diperkirakan bahwa hipertensi pada DM terutama disebabkan oleh spasme arteriol eferen intrarenal atau intraglomerulus.(8)  </p>
<p>Secara ringkas, faktor-faktor etiologis timbulnya penyakit ginjal diabetic adalah :<br />
•Kurang terkendalinya kadar gula darah ( gula darah puasa &gt;140-160 mg/dl [7,7-8,8mmol/l]) A1C &gt; 7-8%.<br />
•Faktor-faktor genesis<br />
•Kelainan hemodinamik (peningkatan aliran darah ginjal dan laju filtrasi glomerulus, peningkatan tekanan intraglomerulus)<br />
•Hipertensi sistematik<br />
•Sindrom resistensi insulin ( sindroma metabolik )<br />
•Peradangan<br />
•Perubahan permeabilitas pembuluh darah<br />
•Asupan protein berlebih<br />
•Gangguan metabolik ( gangguan metabolisme polyol,pembentukan advance glycation end products, peningkatan produksi sitokin)<br />
•Pelepasan growth factor<br />
•Kelainan metabolism karbohidrat / lemak / protein<br />
•Kelainan struktural (hipertropi glomerulus, ekspansi mesangium, penebalan membrana basalis glomerulus)<br />
•Gangguan ion pumps ( peningkatan na+ -H+ pump dan penurunan Ca²+ &#8211; ATPase pump)<br />
•Hiperlipidemia ( hiperkolesterolemia dan hipertrigliseridemia)<br />
•Aktivasi protein kinase C (3)</p>
<p>E. Klasifikasi<br />
Perjalanan penyakit serta kelainan ginjal pada DM tipe 1 lebih banyak dipelajari daripada DM tipe 2. Oleh mogensen dibagi menjadi 5 tahapan.<br />
Tabel 1. Tahapan Nefropati Diabetik Oleh Mogensen<br />
Tahap	Kondisi Ginjal	                  AER	       LFG	        TD               Prognosis<br />
1 	Hipertrofi/Hiperfungsi	           N	        ↑	        N               Reversible<br />
2	Kelainan struktur	           N	        ↑	                     Mungkin reversible<br />
3	Mikroalbuminuria persisten	20–200mg/mnt	↑/N	         ↑	     Mungkin reversible<br />
4	Makroalbuminuria persisten	&gt;200 mg/mnt	Rendah      Hipertensi	     Mungkin bisa stabilsasi<br />
5	Uremia	Tinggi/Rendah	        &lt; 10 ml/mnt	            Hipertens        Kesintasan  2 th  50%<br />
Ket :  AER = Albumin Excretion  Rate, LFG = Laju Filtrasi Glomerulus, N = Normal, TD = Tekanan Darah<br />
Sumber: Mogensen CE : Nephropathy and hypertension in diabetic patient, 2000.</p>
<p>Stadium I (Hyperfiltration-Hypertropy Stage)<br />
a.Secara klinik pada tahap ini akan dijumpai:<br />
b.Hiperfiltrasi: meningkatnya laju filtrasi glomerules mencapai 20-50% diatas niali normal menurut usia.<br />
c.Hipertrofi ginjal, yang dapat dilihat melaui foto sinar x.<br />
d.Glukosuria disertai poliuria.<br />
e.Mikroalbuminuria lebih dari 20 dan kurang dari 200 ug/min.</p>
<p>Stadium II (Silent Stage)<br />
Ditandai dengan:<br />
a.Mikroalbuminuria normal atau mendekati normal (0,5gr/24j).<br />
b.Hipertensi<br />
c.Penurunan laju filtrasi glomerulus.</p>
<p>Stadium V (End Stage Renal Failure)<br />
Pada stadium ini laju filtrasi glomerulus sudah mendekati nol dan dijumpai fibrosis ginjal. Rata-rata dibutuhkan waktu15-17 tahun untuk sampai pada stadium IV dan 5-7 tahun kemudian akan sampai stadiumV.(2)</p>
<p>Disamping klasifikasi dari Mogensen, ada beberapa pembagian pembagian lain seperti oleh National Kidney Foundation (NKF) (dalam kelompok Diabetic Kidney Disease), kementrian kesehatan Jepang dan lan-lain yang umumnya bertujuan untuk menyeragamkan serta memudahkan diagnosis dan tatalaksana.(18)</p>
<p>F. Diagnosis<br />
Atas dasar penelitian kasus-kasus di Surabaya, maka berdasarkan visibilitas, diagnosis, manifestasi klinik, dan prognosis. Nefropati Diabetika dapat dibuat apabila dipenuhi persyaratan seperti di bawah ini:<br />
1. DM<br />
2. Retinopati Diabetika<br />
3.Proteinuri yang presisten selama 2x pemeriksaan interval 2 minggu tanpa penyebab proteinuria<br />
    yang lain, atau proteinuria 1x pemeriksaan plus kadar kreatinin serum &gt;2,5mg/dl.(12)</p>
<p>Data yang didapatkan pada pasien antara lain pada:<br />
1. Anamnesis<br />
Dari anamnesis kita dapatkan gejala-gejala khas maupun keluhan tidak khas dari gejala penyakit diabetes. Keluhan khas berupa poliuri, polidipsi, polipagi, penurunan berat badan. Keluhan tidak khas berupa: kesemutan, luka sukar sembuh, gatal-gatal pada kulit, ginekomastia, impotens.(12)<br />
Awal nefropati diabetes tidak memiliki gejala. Seiring waktu, kemampuan ginjal untuk berfungsi mulai menurun. Gejala penyakit ini sering muncul terlambat dan mencakup:<br />
• Kelelahan<br />
• Gambaran urine yang berbusa atau berlebihan<br />
• Sering cegukan<br />
• Rasa tidak enak badan<br />
• Gatal pada seluruh tubuh<br />
• Sakit kepala<br />
• Mual dan muntah<br />
• Kurang nafsu makan<br />
• Pembengkakan kaki<br />
• Pembengkakan, biasanya di sekitar mata di pagi hari; pembengkakan tubuh secara umum<br />
  dapat terjadi dengan penyakit stadium akhir<br />
• Penambahan berat badan yang tiba-tiba (dari cairan yang dibuat)(1)</p>
<p>2. Pemeriksaan Fisik<br />
a. Pemeriksaan Mata<br />
Pada Nefropati Diabetika didapatkan kelainan pada retina yang merupakan tanda retinopati yang spesifik dengan pemeriksaan Funduskopi, berupa :<br />
1). Obstruksi kapiler, yang menyebabkan berkurangnya aliran darah dalam kapiler retina.<br />
2). Mikroaneusisma, berupa tonjolan dinding kapiler, terutama daerah kapiler vena.<br />
3). Eksudat berupa :<br />
a).   Hard exudate. Berwarna kuning, karena eksudasi plasma yang lama.<br />
b). Cotton wool patches. Berwarna putih, tak berbatas tegas, dihubungkan dengan iskhemia retina.<br />
4). Shunt artesi-vena, akibat pengurangan aliran darah arteri karena obstruksi kapiler.<br />
5). Perdarahan bintik atau perdarahan bercak, akibat gangguan permeabilitas<br />
     mikroaneurisma atau pecahnya kapiler.<br />
6). Neovaskularisasi<br />
Bila penderita jatuh pada stadium end stage (stadium IV-V) atau CRF end stage, didapatkan perubahan pada :<br />
- Cor        : cardiomegali<br />
- Pulmo    : oedem pulmo(6)</p>
<p>3. Pemeriksaan Laboratorium<br />
Ditemukan proteinuria yang persisten selama 2 kali pemeriksaan dengan interval 2 minggu tanpa ditemukan penyebab proteinuria yang lain atau proteinuria satu kali pemeriksaan plus kadar kreatinin serum &gt; 2,5 mg/dl.(12)<br />
Tes laboratorium yang dapat dilakukan meliputi:<br />
• BUN<br />
• Serum kreatinin<br />
Tingkat tes ini akan meningkat dengan kerusakan ginjal semakin buruk. Tes laboratorium lain yang dapat dilakukan meliputi:<br />
• 24-jam protein urine<br />
• Kadar fosfor, kalsium, bikarbonat, dan kalium dalam darah<br />
• Hemoglobin<br />
• Hematokrit<br />
• Protein elektroforesis &#8211; urin<br />
• Hitung sel darah merah (RBC) </p>
<p>Suatu biopsi ginjal akan menegakkan diagnosis. Namun, dapat mendiagnosa kondisi tanpa biopsi  jika memenuhi tiga persyaratan berikut:<br />
1. Protein yang menetap dalam urine<br />
2. Diabetic retinopathy<br />
3. Tidak ada penyakit saluran ginjal atau ginjal lain<br />
Biopsi dapat dilakukan, namun, jika ada keraguan dalam diagnosis.(1)</p>
<p>G. Penatalaksanaan<br />
A. Nefropati Diabetik Pemula (Incipient diabetic nephropathy)<br />
1. Pengendalian hiperglikemia<br />
	Pengendalian hiperglikemia merupakan langkah penting untuk mencegah/mengurangi semua komplikasi makroangiopati dan mikroangiopati.<br />
a. Diet<br />
	     Diet harus sesuai dengan rekomendasi dari Sub Unit Endokrinologi &amp; Metabolisme, misalnya reducing diet khusus untuk pasien dengan obesitas. Variasi diet dengan pembatasan protein hewani bersifat individual tergantung dari penyakit penyerta :<br />
- Hiperkolesterolemia<br />
- Urolitiasis (misal batu kalsium)<br />
- Hiperurikemia dan artritis Gout<br />
- Hipertensi esensial(9)<br />
b. Pengendalian hiperglikemia<br />
1). Insulin<br />
Optimalisasi terapi insulin eksogen sangat penting .<br />
a). Normalisasi metabolisme seluler dapat mencegah penimbunan toksin seluler (polyol) dan metabolitnya (myoinocitol)<br />
b). Insulin dapat mencegah kerusakan glomerulus<br />
c).Mencegah dan mengurangi glikolisis protein glomerulus yang dapat menyebabkan penebalan membran basal dan hilangnya kemampuan untuk seleksi protein dan kerusakan glomerulus (permselectivity).<br />
d).Memperbaiki fatal tubulus proksimal dan mencegah reabsorpsi glukosa sebagai pencetus nefomegali. Kenaikan konsentrasi urinary N-acetyl-Dglucosaminidase (NAG) sebagai petanda hipertensi esensial dan nefropati.<br />
e). Mengurangi dan menghambat stimulasi growth hormone (GH) atau insulin-like growth factors (IGF-I) sebagai pencetus nefromegali.<br />
f). Mengurangi capillary glomerular pressure (Poc)(10)</p>
<p>2). Obat antidiabetik oral (OADO)<br />
		Alternatif pemberian OADO terutama untuk pasien-pasien dengan tingkat edukasi rendah sebagai upaya memelihara kepatuhan (complience). Pemilihan macam/tipe OADO harus diperhatikan efek farmakologi dan farmakokinetik antara lain :<br />
	a). Eleminasi dari tubuh dalam bentuk obat atau metabolitnya.<br />
	b). Eleminasi dari tubuh melalui ginjal atau hepar.<br />
	c). Perbedaan efek penghambat terhadap arterial smooth muscle cell (ASMC).<br />
	d). Retensi Na+ sehingga menyebabkan hipertensi.(10)</p>
<p>2. Pengendalian hipertensi<br />
		Pengelolaan hipertensi pada diabetes sering mengalami kesulitan berhubungan dengan banyak faktor antara lain : (a) efikasi obat antihipertensi sering mengalami perubahan, (b) kenaikan risiko efek samping, (c) hiperglikemia sulit dikendalikan, (d) kenaikan lipid serum.<br />
		Sasaran terapi hipertensi terutama mengurangi/mencegah angka morbiditas dan mortalitas penyakit sistem kardiovaskuler dan mencegah nefropati diabetik. Pemilihan obat antihipertensi lebih terbatas dibandingkan dengan pasien angiotensin-corverting (EAC)<br />
	a. Golongan penghambat enzim angiotensin-coverting (EAC) Hasil studi invitro pada<br />
         manusia penghambat EAC dapat mempengaruhi efek Ang-II (sirkulasi dan jaringan).<br />
b. Golongan antagonis kalsium<br />
Mekanisme potensial untuk meningkatkan risiko (efek samping):<br />
1) Efek inotrofik negatif<br />
2) Efek pro-aritmia<br />
3) Efek pro-hemoragik<br />
Peneliti lain masih mengajurkan nifedipine GITSs atau non dihydropiridine.<br />
c. Obat-obat antihipertensi lainnya dapat diberikan tetapi harus memperhatikan kondisi<br />
    setiap pasien :<br />
•	Blokade b-kardioselektif dengan aktivitaas intrinsiksimpatetik minimal missal atenolol.<br />
•	Antagonis reseptor a-II misal prozoasin dan doxazosin.<br />
•	Vasodilator murni seperti apresolin, minosidil kontraindikasi untnuk pasien yang sudah diketahui mengidap infark miokard.(4,12)<br />
3. Mikroalbuminuria<br />
   a. Pembatasan protein hewani<br />
		Sudah lebih ½ abad (50 tahun) diketahui bahwa diet rendah protein (DRP) mencegah progresivitas perjalanan penyakit dari penyakit ginjal eksperimen, tetapi mekanismenya masih belum jelas.<br />
		Pembatasan konsumsi protein hewani (0,6-0,8 per kg BB per hari) dapat mengurangi nefromegali, memperbaiki struktur ginjal pada nefropati diabetik (ND) stadium dini Hipotesis DRP<br />
untuk mencegah progresivitas kerusakan ginjal:<br />
1) Efek hemodinamik<br />
	Perubahan hemodinamik intrarenal terutama penurunan LFG, plasma flow rate (Q) dan perbedaan tekanan-tekanan hidrolik transkapiler, berakhir dengan penurunan tekanan kapiler glomerulus (PGC = capillarry glomerular preessure)<br />
2) Efek non-hemodinamik<br />
•	Memperbaiki selektivitas glomerulus<br />
		Kenaikan permeabilitas dinding kapiler glomerulus menyebabkan transudasi circulating macromolecules termasuk lipid ke dalam ruang subendotelial dan mesangium. Lipid terutama oxidize LDL merangsang sintesis sitokin dan chemoattractant dan penimbunan sel-sel inflamasi terutama monosit dan makrofag.<br />
•	Penurunan ROS<br />
		Bila pH dalam tubulus terutama lisosom bersifatt asam dapat menyebabkan disoasi Fe dari transferrin akibat endositosis. Kenaikan konsentrasi Fe selular menyebabkan pembentukan ROS.<br />
•	Penurunan hipermetabolisme tubular<br />
		Konsumsi (kebutuhan) O2 meningkat pada nefron yang masih utuh (intak), diikuti peningkatan transport Na+ dalam tubulus dan merangsang pertukaran Na+/H+. DRP diharapkan dapat mengurangi energi untuk transport ion dan akhirnya mengurangi hipermetabolisme tubulus.<br />
•	Mengurangi growth factors &amp; systemic hormones<br />
		Growth factors memegang peranan penting dalam mekanisme progresivitas kerusakan nefron (sel-sel glomerulus dan tubulus).<br />
		DRP diharapkan dapat mengurangi :<br />
-	Pembentukan transforming growth factor beta (TGF-b dan platelet-derived    growth factors (PDGF).<br />
- Konsentrasi insulin-like growth factors (IGF-1), epithelial-derived growth<br />
   factors (EDGF), Ang-II (lokal dan sirkulasi), dan parathyroid hormones (PTH).<br />
3) Efek antiproteinuria dari obat antihipertensi<br />
Penghambat enzim angiotensin-converting (EAC) sebagai terapi tunggal atau kombinasi dengan antagonis kalsium non-dihydropiridine dapat mengurangi proteinuria disertai stabilisasi faal ginjal.(7,15)<br />
B. Nefropati diabetik nyata (overt diabetic nephropathy)<br />
Manajemen nefropati diabetik nyata tergantung dari gambaran klinis, tidak jarang melibatkan disiplin ilmu lain.<br />
Prinsip umum manajemen nefropati diabetik nyata :<br />
1. Manajemen Utama (esensi)<br />
a. Pengendalian hipertensi<br />
1) Diet rendah garam (DRG)<br />
Diet rendah garam (DRG) kurang dari 5 gram per hari penting untuk mencegah retensi Na+ (sembab dan hipertensi) dan meningkatkan efektivitas obat antihipertensi yang lebih poten.</p>
<p>2) Obat antihipertensi<br />
Pemberian antihipertensi pada diabetes mellitus merupakan permasalahan tersendiri. Bila sudah terdapat nefropati diabetik disertai penurunan faal ginjal, permasalahan lebih	rumit lagi.<br />
Beberapa permasalahan yang harus dikaji sebelum pemilihan obat antihipertensi antara lain :<br />
a) Efek samping misal efek metabolik<br />
b) Status sistem kardiovaskuler.<br />
     &#8211; Miokard iskemi/infark<br />
    &#8211; Bencana serebrovaskuler<br />
c) Penyesuaian takaran bila sudah terdapat insufisiensi ginjal.(4,12)</p>
<p>b. Antiproteinuria<br />
1) Diet rendah protein (DRP)<br />
DRP (0,6-0,8 gram per kg BB per hari) sangat penting untuk mencegah progresivitas penurunan faal ginjal.<br />
2) Obat antihipertensi<br />
Semua obat antihipertensi dapat menurunkan tekanan darah sistemik, tetapi tidak semua obat antihipertensi mempunyai potensi untuk mengurangi ekskresi proteinuria.<br />
a) Penghambat EAC<br />
Banyak laporan uji klinis memperlihatkan penghambat EAC paling efektif untuk mengurangi albuminuria dibandingkan dengan obat antihipertensi lainnya.<br />
b) Antagonis kalsium<br />
Laporan studi meta-analysis memperlihatkan antagonis kalsium golongan nifedipine kurang efektif sebagai antiproteinuric agent pada nefropati diabetik dan nefropati non-diabetik.<br />
c) Kombinasi penghambat EAC dan antagonis kalsium non dihydropyridine.<br />
Penelitian invitro dan invivo pada nefropati diabetic (DMT) kombinasi penghambar EAC dan antagonis kalsium non dihydropyridine mempunyai efek.</p>
<p>3) Optimalisasi terapi hiperglikemia<br />
Keadaan hiperglikemi harus segera dikendalikan menjadi normoglikemia dengan parameter HbA1c dengan insulin atau obat antidiabetik oral (OADO).(9)<br />
2. Managemen Substitusi<br />
Program managemen substitusi tergantung dari kompliaksi kronis lainnya yang berhubungan dengan penyakit makroangiopati dan mikroangiopati lainnya.<br />
a) Retinopati diabetik<br />
    Terapi fotokoagulasi<br />
b) Penyakit sistem kardiovaskuler<br />
    Penyakit jantung kongestif<br />
    Penyakit jantung iskemik/infark<br />
c) Bencana serebrovaskuler<br />
    Stroke emboli/hemoragik<br />
d) Pengendalian hiperlipidemia<br />
    Dianjrkan golongan sinvastatin karena dapat mengurangi konsentrasi kolesterol-LDL.(11)</p>
<p>C. Nefropati diabetik tahap akhir (End Stage diabetic nephropathy)<br />
Gagal ginjal termasuk (GGT) diabetik<br />
Saat dimulai (inisiasi) program terapi pengganti ginjal sedikit berlainan pada GGT diabetik dan GGT non-diabetik karena faktor indeks komorbiditas. Pemilihan macam terapi pengganti ginjal yang bersifat individual tergantung dari umur, penyakit penyertaa dan faktor indeks ko-morbiditas.(17)</p>
<p>H. Prognosis<br />
Nefropati adalah penyebab utama penyakit dan kematian pada orang dengan diabetes. Ini adalah penyebab utama jangka panjang dan gagal ginjal stadium akhir penyakit ginjal di Amerika Serikat, dan sering mengarah pada kebutuhan untuk dialisis atau transplantasi ginjal.<br />
 	Kondisi perlahan-lahan terus bertambah buruk setelah sejumlah besar protein mulai muncul dalam urin atau kadar kreatinin dalam darah mulai naik.<br />
Komplikasi karena kegagalan ginjal kronis lebih cenderung terjadi sebelumnya, dan memburuk lebih cepat, ketika itu disebabkan oleh diabetes daripada penyebab lain. Bahkan setelah dialisis atau transplantasi, orang dengan diabetes cenderung melakukan lebih buruk daripada mereka tanpa diabetes.(1) </p>
<p>I. Komplikasi<br />
Kemungkinan komplikasi meliputi:<br />
• Anemia<br />
• Gagal ginjal kronis (cepat bertambah buruk)<br />
• Dialisis komplikasi<br />
• Penyakit ginjal stadium akhir<br />
• Hiperkalemia<br />
• Hipertensi berat<br />
• Hipoglikemia<br />
• Infeksi<br />
• transplantasi ginjal komplikasi<br />
• Peritonitis (jika peritoneal dialysis digunakan) (1)</p>
<p>J. Pencegahan<br />
            Semua orang dengan diabetes harus memiliki pemeriksaan tahunan dengan dokter untuk darah dan air seni mereka diuji untuk tanda-tanda kemungkinan masalah ginjal. Orang dengan penyakit ginjal harus menghindari pewarna kontras yang mengandung yodium, jika mungkin. Pewarna ini dikeluarkan melalui ginjal dan dapat memperburuk fungsi ginjal. Tes pencitraan tertentu menggunakan pewarna jenis ini. Jika mereka harus digunakan, cairan harus diberikan melalui vena selama beberapa jam sebelum ujian. Hal ini memungkinkan pemindahan yang cepat pewarna dari tubuh.<br />
            Umum digunakan non-steroid anti-inflammatory drugs (NSAID), termasuk ibuprofen, naproxen, dan resep COX-2 inhibitor seperti celecoxib (Celebrex), dapat melukai ginjal melemah.(2)</p>
<p>Kesimpulan :<br />
1. Nefropati Diabetika adalah komplikasi Diabetes Mellitus pada ginjal yang dapat berakhir sebagai gagal ginjal.<br />
2. Diagnosa Nefropati Diabetika ditegakkan apabila memenuhi persyaratan sebagai berikut :<br />
a. DM<br />
b. Retinopati Diabetika<br />
c. Proteinuria yang persisten selama 2 kali pemeriksaan dengan interval 2 minggu tanpa ditemukan penyebab proteinuria yang lain atau proteinuria satu kali pemeriksaan piks kadarr kreatinin serum &gt; 2,5 mg/dl.<br />
3. Manajemen Nefropati Diabetika tergantung pada presentasi klinis, yaitu saat: Incipient diabetic nephropathy, Overt diabetic nephropathy, End stage diabetic nephropathy.</p>
<p>Daftra Pustaka :</p>
<p>1. American Diabetes Association (ADA). 2009. Standards of Medical Care in Diabetes &#8211; 2009.<br />
      Diabetes Care. 32:S13-S61.</p>
<p>2. American Diabetes Association (ADA). 2008. Standards of Medical Care in Diabetes &#8211; 2008.<br />
     Diabetes Care. 31:S12-54S.</p>
<p>3. American Diabetes Association. 2004. Nephropathy in diabetes. Clinical Practice<br />
      Recommendations 2004. Diabetes Care. 27(Suppl 1): S79–S83.</p>
<p>4. American Diabetes Association. 2004. Hypertension Management in adults  with diabetes<br />
    (position statement). Diabetes Care. (Suppl 1): S65-S67.</p>
<p>5. American Diabetes Association. 1994. Standards of medical care for patients  with diabetes<br />
    mellitus. Diabetes Care. pp. 616-623.</p>
<p>6. Beetham W. P. 1963. Visual Prognosis of Proliferating Diabetic Retinopathy. Brit. J. Opth. p:611.</p>
<p>7. Bergstroom J. 1999. Mechanism of Uremic Supression of Apetite. Journal of  Renal Nutrition.<br />
    pp:129-132.</p>
<p>8. Cooper ME, Gilbert RE. 2003. Pathogenesis, Prevention, and Treatment of Diabetic Nephropathy. In Johnson RJ et al (eds) : Comprehensive Clinical Nephrology.  Edisi 2. St Louis, Mosby. Pp: 439.</p>
<p>9. Daniel W. Foster. 1994. Diabetes Mellitus in Harrison Prinsip-Prinsip Ilmu Penyakit Dalam.<br />
    Edisi 13. 3. Jakarta : EGC. pp:2212-221</p>
<p>10. Djokomuljanto R. 1999. Insulin Resistance and Other Factors in the Patogenesis of Diabetic<br />
  Nephropathy. Simposium Nefropati Diabetik. Konggres Pernefri.</p>
<p>11. Imam Parsudi A. 1993. Nefropati Diabetik.  Konggres Nasional Perkemi III 1993. p: 225-235.</p>
<p>12. Lestariningsih. 2004. Hipergensi pada Diabetik. PIT V PERKENI 2004. Semarang. hal 1-5.</p>
<p>13. Mogensen,CE (eds).2000. Nephropathy and hypertension in diabetic patient. In : Belfiore F,<br />
Mogensen CE (eds): New Consep in Dibetes and its Treatment. Basel, Karger. p.52</p>
<p>14. Parving H, Mauer M, Ritz E. 2007. Diabetic Nephropathy. In: Brenner BM. Brenner and Rector&#8217;s  The Kidney. 8th ed. Philadelphia, Pa: Saunders Elsevier. Chap: 36. </p>
<p>15. Prince, Sylvia A. 2002. Patofisiologi  Konsep Klinis Proses-proses Penyakit. Edisi 6, buku 2. Jakarta : EGC. pp:1259-1267</p>
<p>16. Saweins Walaa. 2004. The Renal Unit at the Royal Informary of Edinburgh. Scotland, Uk,<br />
      http//Renal@ed.ac.uk. </p>
<p>17. Sukandar E. 1997. Tinjauan Umum Nefropati Diabetik. Nefropati Klinik. Edisi ke-2.<br />
Bandung : ITB. Pp: 274-281.</p>
<p>18. Vora JP, Ibrahim AAH. 2003. Clinical Manifestation and Natural History of Diabetic<br />
      Nephropathy, in Johnson RJ et al (eds): Comprehensive Clinical Nephrology.<br />
  Edisi 2. St Louis, Mosby. Pp: 439.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/shafamedica.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/shafamedica.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/shafamedica.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/shafamedica.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/shafamedica.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/shafamedica.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/shafamedica.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/shafamedica.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/shafamedica.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/shafamedica.wordpress.com/62/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shafamedica.wordpress.com&blog=2568938&post=62&subd=shafamedica&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://shafamedica.wordpress.com/2010/02/25/nefropati-diabetik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8f7e9ebf483a80a0bddd146f9aa52b9f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ShAFaRiYaH</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Patofisiologi melanoma maligna</title>
		<link>http://shafamedica.wordpress.com/2010/02/24/patofisiologi-melanoma-maligna/</link>
		<comments>http://shafamedica.wordpress.com/2010/02/24/patofisiologi-melanoma-maligna/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Feb 2010 14:26:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>shafariyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[onkologi]]></category>
		<category><![CDATA[cancer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://shafamedica.wordpress.com/2010/02/24/patofisiologi-melanoma-maligna/</guid>
		<description><![CDATA[Patofisiologi dan gambaran klinis
emedicine.medscape.com/article/280245-overview
Melanoma berasal dari melanosit, yang timbul dari neural crest dan bermigrasi ke epidermis, uvea, meninges, dan mukosa ektoderm. melanosit, yang berada di kulit dan menghasilkan pelindung melanin, berada dalam lapisan basal epidermis, di persambungan dermis dan epidermis.
Melanoma maligna yang  berkembang di kulit yang sehat dikatakan timbul de novo, tanpa diawali lesi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shafamedica.wordpress.com&blog=2568938&post=61&subd=shafamedica&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Patofisiologi dan gambaran klinis</p>
<p>emedicine.medscape.com/article/280245-overview</p>
<p>Melanoma berasal dari melanosit, yang timbul dari neural crest dan bermigrasi ke epidermis, uvea, meninges, dan mukosa ektoderm. melanosit, yang berada di kulit dan menghasilkan pelindung melanin, berada dalam lapisan basal epidermis, di persambungan dermis dan epidermis.<br />
Melanoma maligna yang  berkembang di kulit yang sehat dikatakan timbul de novo, tanpa diawali lesi prekursor. Banyak dari melanoma yang disebabkan oleh radiasi matahari.  Risiko terbesar yang disebabkan melanoma yang diinduksi oleh paparan sinar matahari  dikaitkan dengan luka terbakar yang akut, intens, dan intermiten . . Risiko ini berbeda dari kanker sel skuamosa dan kanker sel basal, yang berhubungan dengan  paparan sinar matahari jangka panjang.<br />
Melanoma juga dapat terjadi di daerah kulit yang tidak terpajan sinar matahari, termasuk telapak tangan, telapak kaki, dan perineum. Lesi tertentu dianggap sebagai  prekursor lesi melanoma, termasuk  Common Nevus, displastik Nevus,  Nevus bawaan, dan Nevus biru.</p>
<p>Melanoma memiliki 2 fase pertumbuhan, radial dan vertikal. . Selama fase pertumbuhan radial, sel-sel ganas tumbuh secra radial di epidermis. Seiring berjalannya waktu, sebagian besar melanoma berlanjut ke fase pertumbuhan vertikal, di mana sel-sel ganas menyerang dermis dan mengembangkan kemampuan untuk bermetastasis.</p>
<p>Banyak gen yang terlibat dalam pengembangan melanoma, termasuk CDKN2A (p16), CDK4, Rb1, CDKN2A (p19), PTEN/MMAC1, dan ras. CDKN2A (p16) berperan  penting dalam kejadian melanoma sporadis dan herediter. Gen supresor tumor ini terletak di band 9p21, dan mutasinya berperan dalam berbagai kejadian kanker.</p>
<p>Lima macam bentuk atau jenis histologis melanoma , sebagai berikut:</p>
<p>1.Melanoma superficial</p>
<p>Sekitar 70% dari  melanoma ganas adalah melanoma superficial dan seringkali muncul dari nevus berpigmen yang displastik. MS biasanya berkembang setelah perubahan pada nevus; perubahan khas termasuk ulserasi, pembesaran, atau perubahan warna. MS dapat ditemukan pada semua permukaan tubuh, terutama kepala, leher, dan batang laki-laki dan perempuan ekstremitas bawah.</p>
<p>2.Melanoma Nodular</p>
<p>Nodular melanoma (NM) mewakili sekitar 10-15% dari melanoma dan juga ditemukan umumnya pada semua permukaan tubuh.Lesi jenis ini merupakan lesi yang simetris dan uniform dan berwarna coklat gelap atau berwarna hitam. Fase pertumbuhan radial mungkin tidak terlihat jelas, namun jika pada tahap ini terlihat jelas, itu hanya sebentar karena tumor akan berkembang dengan cepat ke fase pertumbuhan vertikal, sehingga membuat MN berisiko tinggi lesi. Sekitar 5% dari semua MN adalah amelanotic melanoma</p>
<p>3.Lentigo Maligna Melanomas</p>
<p>Kejadian LMM sekitar 10-15% dari melanoma. Biasanya ditemukan di daerah yang terkena sinar matahari (misalnya, tangan, leher).terdapat area hipopigmentasi dan seringkali cukup besar. LMM timbul dari lesi prekursor. </p>
<p> 4.Acral lentiginous melanoma</p>
<p>Acral lentiginous melanoma (ALM) adalah satu-satunya melanoma yang memiliki frekuensi yang sama antara orang kulit hitam dan kulit putih.terjadi di telapak tangan, telapak kaki, dan daerah subungual. Subungual melanomas often are mistaken for subungual hematomas (splinter hemorrhages). Melanoma Subungual sering keliru dengan  subungual hematoma .Seperti MN, ALM sangat agresif, dengan cepat perkembangan dari fase radial ke fase pertumbuhan vertikal.</p>
<p>5.Mucosal lentiginous melanomas </p>
<p>Mukosal lentiginous melanoma (MLMs) berkembang dari epitel mukosa yang melapisi saluran pernapasan, pencernaan, dan traktus genitourinaria. Lesi ini sekitar 3% dari melanoma yang didiagnosis setiap tahunnya dan dapat terjadi pada setiap permukaan mukosa, termasuk konjungtiva, rongga mulut, esofagus, vagina, perempuan uretra, penis, dan anus. . MLMs lebih agresif dari cutaneous melanoma, meskipun hal ini mungkin karena  umumnya didiagnosis pada tahap lanjut daripada cutaneus melanoma.</p>
<p>Tempat selain kulit<br />
. Sebagian besar melanoma terjadi di kulit, tetapi dapat juga muncul  di tempat lain termasuk mata, mukosa, saluran pencernaan, saluran Genitourinaria, dan leptomeninges</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/shafamedica.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/shafamedica.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/shafamedica.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/shafamedica.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/shafamedica.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/shafamedica.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/shafamedica.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/shafamedica.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/shafamedica.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/shafamedica.wordpress.com/61/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shafamedica.wordpress.com&blog=2568938&post=61&subd=shafamedica&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://shafamedica.wordpress.com/2010/02/24/patofisiologi-melanoma-maligna/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8f7e9ebf483a80a0bddd146f9aa52b9f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ShAFaRiYaH</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Matikan Saja TV Anda !!</title>
		<link>http://shafamedica.wordpress.com/2008/09/12/matikan-saja-tv-anda/</link>
		<comments>http://shafamedica.wordpress.com/2008/09/12/matikan-saja-tv-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Sep 2008 08:11:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>shafariyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Populer]]></category>
		<category><![CDATA[Psikiatri]]></category>
		<category><![CDATA[Syaraf]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://shafamedica.wordpress.com/?p=56</guid>
		<description><![CDATA[
Kedengarannya ekstrem. Tapi ini salah satu saran seorang dokter spesialis anak asal Amerika kepada para orang tua agar perkembangan otak dan kemampuan anak berkembang dengan baik. 
Kalau anak-anak dibiarkan bebas sebebas-bebasnya menonton TV, video, dan main game di komputer, apa yang terjadi terhadap pertumbuhan dan kemampuan belajar mereka?
Itulah pertanyaan yang mengusik benak Susan R. Johnson, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shafamedica.wordpress.com&blog=2568938&post=56&subd=shafamedica&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0 0 10pt;"><span style="font-family:&quot;">Kedengarannya ekstrem. Tapi ini salah satu saran seorang dokter spesialis anak asal Amerika kepada para orang tua agar perkembangan otak dan kemampuan anak berkembang dengan baik. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0 0 10pt;"><span style="font-family:&quot;">Kalau anak-anak dibiarkan bebas sebebas-bebasnya m<span style="text-decoration:underline;">enonton TV, video, dan main game di komputer</span>, apa yang terjadi terhadap pertumbuhan dan kemampuan belajar mereka?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0 0 10pt;"><span style="font-family:&quot;">Itulah pertanyaan yang mengusik benak Susan R. Johnson, M.D., dokter spesialis anak asal San Francisco dan pernah mendalami ilmu kesehatan anak yang berkaitan dengan perilaku dan perkembangan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0 0 10pt;"><span style="font-family:&quot;">&#8220;Ratusan anak mengalami kesulitan berkonsentrasi pada pekerjaan, dan melakukan gerakan motorik kasar maupun halus. Kebanyakan mereka memenemui kesulitan dalam berhubungan dengan orang dewasa dan kelompok seusianya,&#8221; paparnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0 0 10pt;"><span style="font-family:&quot;">Semula ia menduga, itu melulu akibat tayangan di televisi yang sering menampilkan kekerasan (terutama film kartun) dan semua iklan ditujukan pada mereka. Tetapi, baru semenjak kelahiran anaknya enam tahun lalu ia berhadapan dengan dampak yang sesungguhnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0 0 10pt;"><span style="font-family:&quot;">Saat bermain di luar, jelas Susan, anaknya bisa asyik mengamati binatang kecil atau serangga, bikin mainan dari ranting dan batu, atau main air dan pasir. Ia tampak begitu damai dengan dirinya, tubuhnya, dan lingkungannya. Tetapi begitu di depan TV, ia begitu </span><em><span style="font-family:&quot;">cuek</span></em><span style="font-family:&quot;"> dengan si ibu maupun lingkungannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0 0 10pt;"><span style="font-family:&quot;">&#8220;Waktu saya matikan TV-nya, ia gelisah, senewen, dan selalu berteriak minta dinyalakan lagi. Tingkah polahnya kacau dan gerakan-gerakannya impulsif. </span><em><span style="font-family:&quot;">Boro-boro</span></em><span style="font-family:&quot;"> bikin kreasi sendiri, ia justru meniru saja apa yang dilihatnya di TV dengan gerakan yang tidak kreatif, kaku, dan diulang-ulang.&#8221;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0 0 10pt;"><span style="font-family:&quot;">Saat berusia 3,5 tahun, dia ajak anaknya mengunjungi sepupunya naik pesawat. Di pesawat diputar film </span><em><span style="font-family:&quot;">Mission: Impossible</span></em><span style="font-family:&quot;">. Kebetulan mereka tidak kebagian e</span><em><span style="font-family:&quot;">arphone</span></em><span style="font-family:&quot;"> sehingga yang tertangkap hanya gambarnya. Tapi justru karena itulah, &#8220;Ia mendapat mimpi buruk dan takut pada api atau bunyi ledakan selama enam bulan setelahnya, dan perilakunya berubah.&#8221;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0 0 10pt;"><span style="font-family:&quot;">Setahun kemudian ia meneliti enam orang anak berusia <span style="text-decoration:underline;">8 &#8211; 11 tahun</span> yang semuanya memiliki kesulitan membaca di Pusat Kesehatan Sekolah. Menurut Susan, &#8220;Kalau saya tunjukkan sejumlah huruf lalu saya minta mengenali huruf tertentu, mereka dapat melakukannya. Tapi kalau saya tidak menunjukkan apa-apa &#8211; berarti tanpa masukan visual &#8211; lalu saya suruh menuliskan huruf tertentu, mereka tidak bisa.&#8221;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0 0 10pt;"><strong><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-family:&quot;">Timbul pertanyaan :</span></span></strong></p>
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;">Apa yang terjadi pada anak yang sedang tumbuh dan berkembang jika mereka dipapari rangsangan audio dan visual pada saat bersamaan?</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;"> Berapa banyak kemampuan otak yang hilang atau bahkan tidak berkembang akibat kebiasaan itu?  </span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0 0 10pt;"><strong><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-family:&quot;">Tiga tahap perkembangan otak</span></span></strong></p>
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;">Kemampuan anak ibarat benih yang perlu dipelihara dan dipupuk agar tumbuh dengan baik. Kalau lingkungan tidak memberikan pemeliharaan dan perlindungan terhadap rangsangan yang berlebihan, maka potensi serta kemampuan-kemampuan tertentu tidak dapat terwujud.</span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0 0 10pt;"><span style="font-family:&quot;">Anak dilahirkan dengan 10 miliar neuron (sel syaraf) di otaknya. Tiga tahun pertama sejak lahir merupakan periode di mana miliaran sel glial terus bertambah untuk memupuk neuron. Sel-sel syaraf ini dapat membentuk ribuan sambungan antarneuron yang disebut dendrite yang mirip sarang laba-laba, dan axon yang berbentuk memanjang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0 0 10pt;"><span style="font-family:&quot;">Otak anak usia 6 &#8211; 7 tahun besarnya dua pertiga otak orang dewasa, tapi memiliki 5 &#8211; 7 kali lebih banyak sambungan antarneuron daripada otak anak usia 18 bulan atau orang dewasa. Otak mereka memang punya kemampuan besar untuk menyusun ribuan sambungan antarneuron. Namun, kemampuan itu berhenti pada umur 10 &#8211; 11 tahun jika tidak dikembangkan atau digunakan. Saat itu enzim tertentu dilepaskan dalam otak dan melarutkan semua jalur atau &#8220;urat&#8221; syaraf (pathways) yang tidak termielinasi dengan baik (mielinasi adalah proses pembungkusan jalur syaraf dengan myelin yang berujud protein-lemak).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0 0 10pt;"><span style="font-family:&quot;">Perkembangan otak anak yang sedang tumbuh melalui tiga tahapan, mulai dari otak primitif (</span><em><span style="font-family:&quot;">action brain</span></em><span style="font-family:&quot;">), otak limbik (</span><em><span style="font-family:&quot;">feeling brain</span></em><span style="font-family:&quot;">), dan akhirnya ke </span><em><span style="font-family:&quot;">neocortex</span></em><span style="font-family:&quot;"> (atau disebut juga </span><em><span style="font-family:&quot;">thought brain</span></em><span style="font-family:&quot;">, otak pikir).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0 0 10pt;"><span style="font-family:&quot;">Meski saling berkaitan, ketiganya punya fungsi sendiri-sendiri. <span style="text-decoration:underline;">Otak primitif</span> mengatur fisik kita untuk bertahan hidup, mengelola gerak refleks, mengendalikan gerak motorik, memantau fungsi tubuh, dan memproses informasi yang masuk dari pancaindera. Saat menghadapi ancaman atau keadaan bahaya, bersama dengan <span style="text-decoration:underline;">otak limbik</span>, <span style="text-decoration:underline;">otak primitif</span> menyiapkan reaksi &#8220;hadapi atau lari&#8221; (</span><em><span style="font-family:&quot;">fight or flight response</span></em><span style="font-family:&quot;">) bagi tubuh. &#8220;Kita akan bereaksi secara fisik dan emosi lebih dulu sebelum otak pikir sempat memproses informasi,&#8221; papar dr. Susan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0 0 10pt;"><span style="font-family:&quot;">Otak limbik memproses emosi seperti rasa suka dan tidak suka, cinta dan benci. Otak ini sebagai penghubung otak pikir dan otak primitif. Maksudnya, otak primitif dapat diperintah mengikuti kehendak otak pikir, di saat lain otak pikir dapat &#8220;dikunci&#8221; untuk tidak melayani otak limbik dan primitif selama keadaan darurat, yang nyata maupun yang tidak.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0 0 10pt;"><span style="font-family:&quot;">Sedangkan otak pikir, yang merupakan bentuk daya pikir tertinggi dan bagian otak yang paling objektif, menerima masukan dari otak primitif dan otak limbik. Namun, ia butuh waktu lebih banyak untuk memproses informasi, termasuk image, dari otak primitif dan otak limbik. Otak pikir juga merupakan tempat bergabungnya pengalaman, ingatan, perasaan, dan kemampuan berpikir untuk melahirkan gagasan dan tindakan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0 0 10pt;"><span style="font-family:&quot;">Mielinasi saraf otak berlangsung secara berurutan, mulai dari otak primitif, otak limbik, dan otak pikir. Jalur syaraf yang makin sering digunakan membuat mielin makin menebal. Makin tebal mielin, makin cepat impuls syaraf atau perjalanan sinyal sepanjang &#8220;urat&#8221; syaraf. Karena itu, anak yang sedang tumbuh dianjurkan menerima masukan dari lingkungannya sesuai dengan perkembangannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0 0 10pt;"><span style="font-family:&quot;">Di samping itu, anak juga membutuhkan pengalaman yang merangsang pancaindera. Namun, indera mereka perlu dilindungi dari rangsangan yang berlebihan karena anak-anak itu ibarat sepon.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0 0 10pt;"><span style="font-family:&quot;">&#8220;Mereka menyerap apa saja yang dilihat, didengar, dicium, dirasakan, dan disentuh dari lingkungan mereka. Kemampuan otak mereka untuk memilah atau menyaring pengalaman rasa yang tidak menyenangkan dan berbahaya belum berkembang,&#8221; papar Susan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0 0 10pt;"><span style="font-family:&quot;">Rangsangan dan perkembangan indera itu pada gilirannya akan mengembangkan bagian tertentu dari otak primitif yang disebut reticular activating system (RAS). RAS ini pintu masuk di mana kesan yang ditangkap setiap indera saling berkoordinasi sebelum diteruskan ke otak pikir. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0 0 10pt;"><span style="font-family:&quot;">RAS merupakan wilayah di otak yang membuat kita mampu memusatkan perhatian. Kurangnya stimulasi, atau sebaliknya stimulasi yang berlebihan, ditambah lagi dengan gerakan motorik kasar dan halus yang tidak berkembang secara baik, bisa menyebabkan rusaknya perhatian terhadap lingkungan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0 0 10pt;"><span style="font-family:&quot;">Sebelum anak berusia empat tahun, otak primitif dan otak limbik sudah 80% termielinasi. Setelah umur 6 &#8211; 7 tahun mielinasi bergeser ke otak pikir. Awalnya dari belahan otak kanan yang antara lain bertugas merespons citra visual. <span style="text-decoration:underline;">Ketika menonton TV, belahan otak kanan inilah yang paling dominan kerjanya.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0 0 10pt;"><span style="font-family:&quot;">Sedangkan <span style="text-decoration:underline;">ketika membaca, menulis, dan berbicara, belahan otak kiri yang dominan</span>. Tugas utama otak kiri ialah berpikir secara analitis dan menyusun argumen logis langkah demi langkah. Ia menganalisis suara dan makna bahasa (misalnya, kemampuan mencocokkan suara dengan alfabet), juga mengelola keterampilan otot halus.  </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0 0 10pt;"><strong><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-family:&quot;">Pentingnya aktivitas motorik kasar</span></span></strong></p>
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;">Kedua belahan otak itu dijembatani oleh bundel &#8220;urat&#8221; syaraf yang disebut </span><em><span style="font-family:&quot;">corpus collosum.</span></em><span style="font-family:&quot;"> Sisi kanan dan kiri tubuh saling berkoordinasi melalui jembatan ini. </span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0 0 10pt;"><span style="font-family:&quot;">Aktivitas motorik kasar seperti <span style="text-decoration:underline;">lompat tali, memanjat, lari</span>, serta aktivitas motorik halus macam <span style="text-decoration:underline;">menggambar, merenda, membuat origami, dan bikin kue</span> merupakan akitivitas penting bagi proses mielinasi </span><em><span style="font-family:&quot;">C. collosum</span></em><span style="font-family:&quot;">. Jalur ini memungkinkan kemampuan berpikir analitis (otak kiri) dan intuitif (otak kanan) untuk saling mempengaruhi. Sejumlah ahli neuropsikologi percaya, buruknya perkembangan jembatan ini mempengaruhi komunikasi efektif antara belahan otak kanan dan kiri. Diduga, inilah penyebab timbulnya kesulitan perhatian dan belajar pada anak.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0 0 10pt;"><strong><em><span style="font-family:&quot;">Pertanyaannya kemudian, apa kerugian otak dengan menonton televisi </span></em></strong><strong><span style="font-family:&quot;">?</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0 0 10pt;"><span style="font-family:&quot;">Televisi sesungguhnya hanya memberikan informasi kepada dua indera: <span style="text-decoration:underline;">mata dan telinga.</span> Padahal ketajaman visual dan pandangan tiga dimensional pada anak belum berkembang sepenuhnya sampai usia empat tahun. Gambar yang dihasilkan layar televisi itu gambar dua dimensi, tidak fokus dan kabur karena tersusun dari titik-titik sinar. Itu membuat mata anak-anak harus memaksa diri agar gambar menjadi jelas.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0 0 10pt;"><span style="font-family:&quot;">Televisi, juga barang elektronik lain, memancarkan gelombang elektromagnetik. Maka disarankan, posisi menonton setidaknya 120 cm dari TV dan 45 cm dari layar komputer.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0 0 10pt;"><span style="font-family:&quot;">Sistem visual yang meliputi kemampuan mencari (</span><em><span style="font-family:&quot;">search out</span></em><span style="font-family:&quot;">), memindai (</span><em><span style="font-family:&quot;">scan</span></em><span style="font-family:&quot;">), memfokus, dan mengidentifikasi apa yang masuk ke bidang pandang, terganggu oleh kegiatan menonton TV. Padahal keterampilan visual ini perlu dikembangkan dalam kaitannya dengan membaca efektif. Saat menonton, pupil mata anak tidak melebar, dan nyaris tidak ada gerakan mata yang justru penting dalam kegiatan membaca. Mata dituntut terus bergerak dari kiri ke kanan halaman saat membaca.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0 0 10pt;"><span style="font-family:&quot;">Kemampuan untuk memusatkan perhatian juga mengandalkan sistem visual ini. Sementara itu gambar-gambar televisi yang berubah secara cepat tiap 5 &#8211; 6 detik pada kebanyakan tayangan acara dan 2 &#8211; 3 detik pada iklan, membuat otak pikir tidak punya kesempatan memproses image. Padahal otak pikir perlu 5 &#8211; 6 detik untuk memproses gambar begitu mendapat stimulus.  </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0 0 10pt;"><strong><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-family:&quot;">Sebabkan kecemasan kronis</span></span></strong></p>
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;">Membaca buku, berjalan-jalan di alam, atau bercakap dengan orang lain &#8211; di mana anak punya kesempatan untuk merenung dan berpikir &#8211; jauh lebih mendidik daripada menonton TV. </span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0 0 10pt;"><span style="font-family:&quot;">Kegiatan ini meniadakan pengalaman berharga itu. Menonton TV merupakan pekerjaan tanpa akhir, tanpa tujuan, dan tak bikin &#8220;kenyang&#8221;. Tidak seperti makan dan tidur yang bisa bikin perut kenyang dan badan tidak capek lagi, menonton TV tidak ada ujungnya. &#8220;TV membuat anak ingin terus menonton tanpa pernah merasa puas,&#8221; ungkap Susan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0 0 10pt;"><em><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-family:&quot;">Bagaimana dengan Sesame Steet, misalnya? Bukankah acara itu mendidik dan di sana anak diajari cara membaca?</span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0 0 10pt;"><em><span style="font-family:&quot;">Sesame Street</span></em><span style="font-family:&quot;"> dan kebanyakan acara televisi untuk anak, papar Susan, meletakkan belahan otak kiri dan sebagian belahan otak kanan ke dalam gelombang alfa </span><em><span style="font-family:&quot;">(slow wave of inactivity</span></em><span style="font-family:&quot;">). Televisi membius fungsi-fungsi otak pikir dan merusak keseimbangan serta interaksi antara belahan otak kiri dan kanan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0 0 10pt;"><span style="font-family:&quot;">Secara umum, <span style="text-decoration:underline;">membaca </span>menghasilkan gelombang beta cepat dan aktif, sedangkan <span style="text-decoration:underline;">menonton televisi</span> meningkatkan gelombang alfa lambat di belahan otak kiri dan kanan. Belahan kiri merupakan pusat penting dalam kegiatan membaca, menulis, dan berbicara. Otak kiri merupakan tempat di mana simbol-simbol abstrak (misalnya huruf-huruf alfabet) dikaitkan dengan bunyi. Sumber cahaya televisi yang berpendar dan bergetar diduga ada kaitannya dengan meningkatnya aktivitas gelombang lambat itu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0 0 10pt;"><span style="font-family:&quot;">Otak primitif tidak dapat membedakan mana gambar riil dan mana gambar di TV karena penglihatan merupakan tanggung jawab otak pikir. Karena itu, ketika TV menayangkan gambar-gambar </span><em><span style="font-family:&quot;">close-up</span></em><span style="font-family:&quot;"> dan gambar-gambar bercahaya secara tiba-tiba, otak primitif bersama otak limbik segera menyiapkan respons &#8220;hadapi atau lari&#8221; dengan melepaskan hormon dan bahan kimia ke seluruh tubuh. Degup jantung dan tekanan darah naik. Darah yang mengalir ke otot-otot anggota badan meningkat, bersiap-siap menghadapi keadaan bahaya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0 0 10pt;"><span style="font-family:&quot;">Karena itu terjadi dalam tubuh tanpa diikuti gerakan-gerakan yang sesuai dari anggota badan, maka acara-acara TV tertentu sesungguhnya meletakkan kita ke dalam suatu keadaan stres atau kecemasan kronis. Berbagai studi menunjukkan, pada orang dewasa yang mengalami stres kronis pertumbuhan belahan otak kirinya terhenti </span><em><span style="font-family:&quot;">(atrophy</span></em><span style="font-family:&quot;">).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0 0 10pt;"><span style="font-family:&quot;">Ketika otak anak dipapari rangsangan visual sekaligus suara, yang diserap hanyalah visualnya. Ilustrasi tentang fenomena ini dapat dilihat pada sekelompok anak (6 &#8211; 7 tahun) yang disuguhi tontonan video yang suaranya tidak sesuai dengan gerakan visualnya. Begitu ditanya, mereka tidak ngeh kalau suara dan gambarnya tidak klop. Itu artinya, mereka tidak menyerap isi tontonannya. Begitu pula dengan </span><em><span style="font-family:&quot;">Sesame Street</span></em><span style="font-family:&quot;">.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0 0 10pt;"><strong><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-family:&quot;">Inteligen hati</span></span></strong></p>
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;">Namun, masih ada yang berkilah, &#8220;Apa salah memanfaatkan televisi sekadar untuk hiburan? Saya suka menonton film-film Disney macam Snow White.&#8221;</span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0 0 10pt;"><span style="font-family:&quot;">Televisi memiliki efek begitu dalam terhadap kehidupan perasaan atau jiwa kita. Menonton televisi membuat kita terlepas dari kehidupan nyata. Di kursi yang nyaman di ruang yang sejuk dengan banyak makanan, kita duduk menonton para tunawisma, orang kelaparan atau menderita di layar kaca. Kita tersentuh melihat nasib mereka, tetapi tidak berbuat apa-apa. Orang boleh bilang, membaca buku pun dapat membangkitkan perasaan serupa tanpa berbuat apa-apa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0 0 10pt;"><em><span style="font-family:&quot;">Namun, menurut dr. Susan, saat sedang membaca buku (yang tidak banyak gambarnya), pikiran bisa berimajinasi dan punya kesempatan memikirkannya. Pikiran itu dapat menggiring anak kepada gagasan yang menimbulkan inspirasi untuk melakukan sesuatu. Televisi tidak begitu.&#8221;</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0 0 10pt;"><span style="font-family:&quot;">&#8220;Kita tidak akan lupa dengan apa yang pernah kita lihat. Otak limbik dihubungkan dengan memori, dan gambar di TV kita ingat entah secara sadar, tanpa sadar, atau bawah sadar. Maka, kita hampir tidak mungkin menciptakan imajinasi tentang Snow White dari buku cerita jika kita sudah pernah menonton filmnya. Sebaliknya, orang sering kecewa ketika menonton film setelah membaca bukunya. Imajinasi kita itu jauh lebih kaya daripada apa yang dapat ditunjukkan di layar film,&#8221; papar dr. Susan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0 0 10pt;"><em><span style="font-family:&quot;">Ketika menonton televisi, anak-anak tidak menggunakan imajinasi sama sekali. Itu berarti bagian tertentu di otak pikir untuk menciptakan gambaran (yang merupakan fondasi bagi angan-angan, intuisi, inspirasi, dan imajinasi), kurang dilatih</span></em><span style="font-family:&quot;">.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0 0 10pt;"><span style="font-family:&quot;">Kita dibekali kemampuan yang disebut </span><em><span style="font-family:&quot;">heart intelligence</span></em><span style="font-family:&quot;"> yang perlu dikembangkan antara lain dengan berinteraksi dengan orang lain. &#8220;Kita mengalami bahasa nonverbal mereka, misalnya bagaimana ia bergerak, bagaimana nada suaranya, apakah ia menatap ke arah lain saat bicara. Inilah cara kita belajar melihat konsistensi antara isyarat verbal dan nonverbal untuk menemukan kebenaran,&#8221; jelas dr. Susan.</span></p>
<p><span style="line-height:115%;font-family:&quot;">Televisi tidak bisa mengembangkan kemampuan itu. </span><strong><span style="line-height:115%;font-family:&quot;">(</span><span style="line-height:115%;font-family:&quot;">intisari</span><span style="line-height:115%;font-family:&quot;">)</span></strong></p></blockquote>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/shafamedica.wordpress.com/56/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/shafamedica.wordpress.com/56/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/shafamedica.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/shafamedica.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/shafamedica.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/shafamedica.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/shafamedica.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/shafamedica.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/shafamedica.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/shafamedica.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/shafamedica.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/shafamedica.wordpress.com/56/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shafamedica.wordpress.com&blog=2568938&post=56&subd=shafamedica&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://shafamedica.wordpress.com/2008/09/12/matikan-saja-tv-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8f7e9ebf483a80a0bddd146f9aa52b9f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ShAFaRiYaH</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menelan Kapsul Melongok Usus Halus</title>
		<link>http://shafamedica.wordpress.com/2008/09/12/menelan-kapsul-melongok-usus-halus/</link>
		<comments>http://shafamedica.wordpress.com/2008/09/12/menelan-kapsul-melongok-usus-halus/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Sep 2008 07:39:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>shafariyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gastrointestinal]]></category>
		<category><![CDATA[Populer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://shafamedica.wordpress.com/?p=52</guid>
		<description><![CDATA[


 


 



Meneropong isi usus halus kini semakin mudah dilakukan dan hasilnya makin optimal untuk men-diagnosis suatu penyakit. 
Pasien juga merasa lebih nyaman ketimbang harus menjalani pemeriksaan dengan metode yang ada sebelumnya. Lewat kapsul yang ditelan, kondisi kesehatan usus halus bisa dideteksi dengan baik. 
Matthew Anci (25), atlet bola basket di kampusnya, boleh dikata sehat bugar. Seminggu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shafamedica.wordpress.com&blog=2568938&post=52&subd=shafamedica&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table class="MsoNormalTable" style="width:100%;border:gainsboro 2.25pt ridge;" border="1" cellspacing="5" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td style="width:100%;padding:0;" width="100%"> </td>
</tr>
<tr>
<td style="border:medium none;padding:0;" colspan="2"> </td>
</tr>
<tr>
<td style="border:medium none;padding:0;" colspan="2" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><strong><span style="color:blue;font-size:12pt;">Meneropong isi usus halus kini semakin mudah dilakukan dan hasilnya makin optimal untuk men-diagnosis suatu penyakit. </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-family:&quot;font-size:8.5pt;">Pasien juga merasa lebih nyaman ketimbang harus menjalani pemeriksaan dengan metode yang ada sebelumnya. Lewat kapsul yang ditelan, kondisi kesehatan usus halus bisa dideteksi dengan baik. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><em><span style="font-family:&quot;font-size:8.5pt;">Matthew Anci (25), atlet bola basket di kampusnya, boleh dikata sehat bugar. Seminggu tiga kali ia main basket. Belum lagi kegiatan olahraga rekreasi yang juga dijalani di sela-sela jadwal kuliahnya. Namun, tampak luar bukan jamninan. Ketika sedang bermain bola basket, ia merasakan ada yang tidak beres dengan tubuhnya. Susah bernapas dan kepalanya agak sakit. </span></em><em></em></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><em><span style="font-family:&quot;font-size:8.5pt;">Karena dikira sakit flu, Matthew cuek saja. Tiba-tiba wajahnya menjadi pucat dan tekanan darahnya drop. Ia lantas dilarikan ke unit gawat darurat. Di situ Matthew diberi tahu, ia kehilangan separuh jumlah darah di tubuhnya. </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="color:#333333;font-size:12pt;">Matthew kemudian menjalani transfusi darah darurat dan didiagnosis menderita wasir internal. Ketika di rumah sakit, ia diperiksa secara lebih lengkap. Tiga bulan berikutnya ia tida mengalami gejala yang sama. Namun, ketika menjalani pemeriksaan gastrointestinal (GI) saat check-up rutin, lagi-lagi diketahui jumlah darahnya turun. Ia pun segera dilarikan ke rumah sakit lagi. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="color:#333333;font-size:12pt;">Serangkaian uji dilakukan, tapi penyebab sakitnya belum juga ditemukan. Namun, dokter menduga, perdarahan yang dialami Matthew terjadi pada usus halusnya. Selama di rumah sakit Matthew menjalani uji pamungkas: GI bagian atas, kolonoskopi, suntikan barium (barium enema), pemindaian (scanning) perdarahan, serta pemindaian Meckel. Toh belum juga ada kata sepakat tentang diagnosis yang cocok buat Matthew. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="color:#333333;font-size:12pt;">Akhirnya, endoskopi kapsul dianjurkan untuk dicoba. Setelah menelan &#8220;kapsul&#8221; berukuran 11 x 26 mm itu, dr. Schmelkin &#8211; yang melakukan pengujian &#8211; mendiagnosis Matthew terserang Meckle</span><span style="font-family:&quot;font-size:12pt;">�</span><span style="color:#333333;font-size:12pt;">s diverticulum. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="color:#333333;font-size:12pt;">Sebuah kantung kecil di bagian bawah usus halus menyebabkan perdarahan pada daerah GI. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><strong><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:blue;font-size:12pt;">Tambahan, bukan pengganti</span></span></strong></p>
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;font-size:8.5pt;">Sampai saat ini, endoskopi menjadi metode yang umum dipakai untuk melakukan diagnosis saluran cerna. </span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="color:#333333;font-size:12pt;">Sebuah scope (teropong) yang lentur dimasukkan ke tubuh melalui mulut atau anus. Yang lewat mulut dikenal sebagai gastroskopi. Jika lewat anus dinamai kolonoskopi. Untuk meneropong kelainan pada pankreas dan empedu digunakan alat endoscopic retrograde cholangio pancreatography (ERCP). </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="color:#333333;font-size:12pt;">Secara khusus, panjang gastroskop lebih dari 2,5 m. Banyak pasien yang dicurigai menderita pembentukan ulkus, luka di usus, tumor, penyakit Crohn (semacam radang di saluran pencernaan), penyakit radang usus (IBD), dan sindrom iritasi usus (IBS) harus menjalani prosedur endoskopi macam ini. Namun, alat ini membuat pasien rata-rata stres gara-gara tidak nyaman sehingga perlu dibius. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="color:#333333;font-size:12pt;">Selain itu, pemeriksaan endoskopi dengan metode gastroskopi dan kolonoskopi tidak mampu melihat seluruh sistem pencernaan dari mulut hingga anus. Dari atas hanya sampai usus 12 jari. Sementara kolonoskopi mentok sampai ujung usus halus. Usus halus tidak terjamah sama sekali. Padahal, seperti kasus Matthew Anci, banyak penyakit yang penyebabnya ada di situ. &#8220;Menggunakan endoskopi biasa sih bisa, tapi sangat tidak nyaman (buat pasien),&#8221; ujar dr. Widarjati Sudarto, spesialis penyakit dalam RS Mitra Keluarga, Kelapagading, Jakarta. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="color:#333333;font-size:12pt;">Karena itu, Given Imaging Ltd. (Given kependekan dari GastroIntestinal Video Endoscopy), sebuah perusahaan dari Israel yang berdiri pada Januari 1998 bermimpi, alangkah indahnya jika kita bisa berkelana di dalam tubuh manusia seperti cerita fiksi ilmu pengetahuan! Mimpi itu ternyata berhasil mereka wujudkan melalui temuan mereka, kapsul endoskopi. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="color:#333333;font-size:12pt;">Namun, Dr. Paul C. Swain dari London Royal College Hospital, yang terlibat dalam penemuan itu menjelaskan bahwa kapsul endoskopi bukanlah teknologi pengganti, tapi tambahan. &#8220;Teknologi ini tidak invasif, tidak mahal, mengurangi kecemasan, dan membuat pasien masih bisa beraktivitas sehari-hari sementara pemeriksaan berjalan,&#8221; katanya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="color:#333333;font-size:12pt;">Kebanyakan penyakit yang menyerang usus halus berhubungan dengan infark, peradangan, dan pembentukan ulkus di wilayah usus halus. Mereka tidak bisa dideteksi melalui endoskopi atau radiologi. &#8220;Radiologi tidak bisa mengambil polip kurang dari 5 mm, tapi kapsul endoskopi tanpa kesulitan bisa mengendus sampai resolusi 0,1 mm,&#8221; promosi dr. Gavriel Meron, direktur utama Given Imaging Ltd. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><strong><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:blue;font-size:12pt;">Maju mundur sama saja</span></span></strong></p>
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;font-size:8.5pt;">Prosedur endoskopi kapsul ini sederhana saja. Sebelum menjalani pemeriksaan, pasien wajib puasa. &#8220;Lebih bagus kalau isi perutnya juga dikuras,&#8221; kata dr. Widarjati. </span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="color:#333333;font-size:12pt;">Jika sudah siap, pasien tinggal menelan sebuah kapsul. Sebuah perekam nirkabel yang dilengkapi dengan delapan sensor yang dipasang di delapan titik (tiga buah di perut bagian atas, tiga di perut bagian tengah, serta dua di perut bagian bawah di atas pangkal paha) dan terpasang di sabuk pasien menerima sinyal yang dikirimkan kapsul. Dengan begitu pasien masih bisa melakukan kegiatan sehari-harinya selama menjalani pemeriksaan GI. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="color:#333333;font-size:12pt;">Di dalam kapsul mungil itu tersimpan kamera mini dengan sudut pandang 140o. Berhubung lorong yang dilalui gelap, kapsul itu dilengkapi senter dari jenis light emiting diode (LED). Tentu butuh baterai sebagai catu daya. Baterainya mampu bertahan 8 &#8211; 10 jam. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="color:#333333;font-size:12pt;">Diperkirakan, selama itulah perjalanan menyusuri lorong pencernaan manusia. Baterai ini tidak bisa diisi ulang. &#8220;Jadi, jangan khawatir Anda akan diberi kapsul bekas,&#8221; canda dr. Widarjati. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="color:#333333;font-size:12pt;">Sensor gambar yang dibawanya buatan Micron dan berjenis complementary metal-oxide semiconductor (CMOS). CMOS ini tidak boros tenaga dalam mengambil gambar berkualitas tinggi dibandingkan dengan charged coupled device (CCD). </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="color:#333333;font-size:12pt;">Kapsul itu berjalan karena gerak peristaltik usus. Ini gerak normal usus yang mirip tangan meremas. Begitu kemasan kapsul dibuka, otomatis lampu langsung menyala. Begitu ditelan, kapsul dengan cepat masuk ke lambung. Melalui gelombang radio, gambar yang terekam dikirim ke sebuah chip yang tersimpan di pinggang pasien melalui delapan sensor tadi. Selama sekitar delapan jam beroperasi, gambar yang terekam berjumlah sekitar 57.000 citra. Kira-kira dua <em>frame</em> per detik. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="color:#333333;font-size:12pt;">Setelah selesai, perekam nirkabel tadi ditempatkan di sebuah dok khusus yang kemudian akan memindahkan gambar terekam ke peranti lunak khusus, Reporting and Processing of Images and Data (RAPID). </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="color:#333333;font-size:12pt;">Maka, terciptalah sebuah klip video yang berisi gambaran tentang bagian dalam usus halus. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="color:#333333;font-size:12pt;">Karena tidak dikendalikan, bisa saja jalannya kapsul itu maju atau mundur. &#8220;Hasilnya toh sama saja. Soalnya usus halus itu sempit sekali sehingga gambar yang terekam ya kondisi permukaan dinding usus halus. Beda dengan lambung atau usus 12 jari. Kapsul bisa jadi hanya merekam sebagian sisi saja sehingga hasilnya tidak akurat,&#8221; jelas dr. Widarjati. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="color:#333333;font-size:12pt;">Selama masa pengembangan, sempat muncul pemikiran untuk menaruh chip perekam di dalam kapsul. Setelah kapsul menelusuri tubuh pasien, chip diambil untuk dianalisis hasil rekamannya. Dengan begitu tidak perlu lagi sensor yang ditempelkan pada tubuh pasien dan perekam nirkabel. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="color:#333333;font-size:12pt;">Namun untuk mewujudkan gagasan itu sangat sulit, khususnya soal pemasangan kapasitas memori di ruangan kapsul yang mungil itu. Persoalan lain, bagaimana atau kapan mengetahui kapsul itu akan keluar. &#8220;Soalnya, pernah tercatat ada yang tiga bulan tidak keluar-keluar,&#8221; ujar Widarjati yang juga konsultan gastroentero hepatologi. Masak harus menunggu selama itu ? </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><strong><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:blue;font-size:12pt;">Lebih disukai pasien</span></span></strong><span style="color:#333333;font-size:12pt;"> </span></p>
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;font-size:8.5pt;">Ketika dilakukan uji coba yang dikoordinasi oleh FDA di New York, Amerika Serikat, sistem diagnosis dari Given Imaging ini memberikan hasil bagus. </span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="color:#333333;font-size:12pt;">Kapsul endoskopi ini mampu mendeteksi kelainan pada 12 pasien (60%) sementara push enterescopy hanya tujuh pasien dari 20 pasien uji (atau 35%). Ketika mendeteksi luka di usus, kapsul endoskopi berhasil menangkap luka pada 12 pasien dari 14 pasien uji (86%), dibandingkan dengan tujuh pasien dari 14 pasien uji (50%) jika menggunakan push enterescopy. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="color:#333333;font-size:12pt;">Uji coba itu melibatkan 20 pasien dengan dugaan ada kelainan di usus halus. Seluruh pasien sebelumnya sudah menjalani pemeriksaan endoskopi GI dan radiologi untuk mengidentifikasi sumber kelainan di usus halus mereka. Tak ada kesimpulan yang diperoleh dari serangkaian tes tadi. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="color:#333333;font-size:12pt;">Blair S. Lewis, M.D., guru besar tidak tetap kedokteran klinis di Sekolah Kedokteran Mount Sinai di New York dan anggota Dewan Penasihat Medis Given Imaging, yang mengomandani uji klinis itu berkomentar, &#8220;Sejauh yang saya tahu, kapsul endoskopi ini bisa mengidentifikasi penyakit-penyakit di usus halus yang tidak terendus oleh metode standar. Karena prosedur ini tidak perlu pembiusan, tentu saja pasien lebih suka cara ini daripada push enteroscopy.&#8221; </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="color:#333333;font-size:12pt;">Agustus 2001, kapsul endoskopi bermerek M2A ini memperoleh persetujuan dari FDA. Pasar Amerika Serikat memang menjanjikan, sebab di sini ada 60 &#8211; 70 juta orang yang terserang penyakit saluran pencernaan. Logo CE sendiri sudah diterima bulan Mei tahun yang sama. M2A bisa digunakan untuk mendiagnosis penyakit-penyakit yang ada di usus halus seperti penyakit Crohn, celiac, dan gangguan penyerapan lainnya, serta tumor (jinak dan ganas). </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="color:#333333;font-size:12pt;">Namun, tidak semua orang bisa menelan kapsul ini. Pada beberapa orang yang memiliki sumbatan-sumbatan di usus metode ini tidak dianjurkan. Takutnya, nanti kapsul tertahan sehingga pemeriksaan tidak berjalan mulus. Mereka yang pernah menjalani operasi perut dan memiliki kesulitan dalam menelan juga dilarang mencoba metode ini. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;">source : http://depkes.go.id/index.php?option=articles&amp;task=viewarticle&amp;artid=294</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/shafamedica.wordpress.com/52/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/shafamedica.wordpress.com/52/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/shafamedica.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/shafamedica.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/shafamedica.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/shafamedica.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/shafamedica.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/shafamedica.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/shafamedica.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/shafamedica.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/shafamedica.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/shafamedica.wordpress.com/52/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shafamedica.wordpress.com&blog=2568938&post=52&subd=shafamedica&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://shafamedica.wordpress.com/2008/09/12/menelan-kapsul-melongok-usus-halus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8f7e9ebf483a80a0bddd146f9aa52b9f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ShAFaRiYaH</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>HaaattChiiiiii&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;!!!!!</title>
		<link>http://shafamedica.wordpress.com/2008/09/12/haaattchiiiiii/</link>
		<comments>http://shafamedica.wordpress.com/2008/09/12/haaattchiiiiii/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Sep 2008 07:30:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>shafariyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Populer]]></category>
		<category><![CDATA[THT]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://shafamedica.wordpress.com/?p=50</guid>
		<description><![CDATA[Pernahkah anda sadar bahwa hal ini anda lakukan setiap anda bersin? Yaitu memejamkan mata alias merem. Yup&#8230; Setiap kali kita bersin maka mata kita akan terpejam dengan sendirinya tanpa harus kita perintah sebelumnya.
 
Bersin adalah respon tubuh yang dilakukan oleh membran hidung ketika mendeteksi adanya bakteri dan kelebihan cairan yang masuk ke dalam hidung, sehingga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shafamedica.wordpress.com&blog=2568938&post=50&subd=shafamedica&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:Andalus;color:#c00000;">Pernahkah anda sadar bahwa hal ini anda lakukan setiap anda bersin? Yaitu memejamkan mata alias merem. Yup&#8230; Setiap kali kita bersin maka mata kita akan terpejam dengan sendirinya tanpa harus kita perintah sebelumnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:Andalus;color:#c00000;" lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:Andalus;color:#c00000;">Bersin adalah respon tubuh yang dilakukan oleh membran hidung ketika mendeteksi adanya bakteri dan kelebihan cairan yang masuk ke dalam hidung, sehingga secara otomatis tubuh akan menolak bakteri itu. Syaraf-syaraf yang terdapat di hidung dan mata itu sebenarnya saling bertautan, sehingga pada saat kita bersin, maka secara otomatis mata kita akan terpejam. Hal ini untuk melindungi saluran air mata dan kapiler darah agar tidak terkontaminasi oleh bakteri yang keluar dari membran hidung.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:Andalus;color:#c00000;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:Andalus;color:#c00000;">Selain itu, pada saat kita bersin, secara refleks maka otot-otot yang ada di muka kita menegang, dan jantung kita akan berhenti berdenyut atau berhenti berdetak untuk sementara (baca=sekejap). Setelah selesai bersin maka jantung akan kembali lagi berdenyut alias berdetak kembali. Oleh karena itu, dalam agama Islam kita disarankan untuk mengucapkan kalimat pujian kepada Tuhan yaitu &#8220;Alhamdulillah&#8221; yang artinya &#8220;Segala Puji bagi Allah&#8221;, karena jantung kita sudah berfungsi lagi normal seperti biasanya, setelah istirahat sejenak disebabkan oleh bersin kita tadi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:Andalus;color:#c00000;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:Andalus;color:#c00000;">Satu lagi, saking kuatnya tenaga bersin kita, mata kita sampai terpejam. Jikalau mata kita tidak terpejam saat bersin, niscaya mata akan &#8220;melompat&#8221; keluar. Tidak percaya? Silakan buktikan sendiri&#8230; </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Andalus;color:#c00000;"> </span></p>
<p>Source : Bullbo Mas Sun (http://www.friendster.com/bulletin.php?bid=79617774&amp;uid=14395163)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/shafamedica.wordpress.com/50/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/shafamedica.wordpress.com/50/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/shafamedica.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/shafamedica.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/shafamedica.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/shafamedica.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/shafamedica.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/shafamedica.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/shafamedica.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/shafamedica.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/shafamedica.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/shafamedica.wordpress.com/50/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shafamedica.wordpress.com&blog=2568938&post=50&subd=shafamedica&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://shafamedica.wordpress.com/2008/09/12/haaattchiiiiii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8f7e9ebf483a80a0bddd146f9aa52b9f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ShAFaRiYaH</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mind Therapy Pada Hepatitis</title>
		<link>http://shafamedica.wordpress.com/2008/06/25/mind-therapy-pada-hepatitis-2/</link>
		<comments>http://shafamedica.wordpress.com/2008/06/25/mind-therapy-pada-hepatitis-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Jun 2008 13:56:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>shafariyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gastrointestinal]]></category>
		<category><![CDATA[Infeksi]]></category>
		<category><![CDATA[Menular]]></category>
		<category><![CDATA[Populer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://shafamedica.wordpress.com/?p=42</guid>
		<description><![CDATA[Betapa besar pengaruh pikiran mempengaruhi diri anda. Dalam pengobatan timur mind sangat penting dalam penyembuhan penyakit. Ci-kung, Prana, Meditasi semuanya berpusat pada mind. 
Saat kulit kaki anda terkena infeksi secara otomatis ,tanpa diperintah sel-sel radang dari tempat yang jauh akan menuju kulit kaki untuk bekerja , melokalisir, membunuh kuman . Saat kulit anda terluka , [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shafamedica.wordpress.com&blog=2568938&post=42&subd=shafamedica&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Betapa besar pengaruh pikiran mempengaruhi diri anda. Dalam pengobatan timur <em>mind </em>sangat penting dalam penyembuhan penyakit. Ci-kung, Prana, Meditasi semuanya berpusat pada mind.<span> </span></span></p>
<p><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Saat kulit kaki anda terkena infeksi secara otomatis ,tanpa diperintah sel-sel radang dari tempat yang jauh akan menuju kulit kaki untuk bekerja , melokalisir, membunuh kuman . Saat kulit anda terluka , sel-sel yang berfungsi untuk pembekuan akan datang bekerja di tempat luka, sehingga luka akan mengering . Semua hal di tubuh yang sifatnya otomatis sebenarnya bisa dipengaruhi oleh <em>mind.</em> </span></p>
<p><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Hal ini mungkin bisa menjelaskan mengapa pasien yang mempunyai<em> mind</em> positif lebih bertahan terhadap penyakit kanker dibandingkan<em> mind</em> yang depresif. Tak heran pula mind yang negatif bisa menimbulkan keluhan sakit tanpa ditemukan adanya dasar patologi penyakit ( psikosomatik ) . Mind dapat mengatur hal-hal yang tersembunyi dalam diri anda !.<span> </span><em></em></span></p>
<p><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"><em>Mind</em> yang bisa memerintahkan hal yang serba otomatis tadi dapat dibuktikan dengan ilmu pendulum . <em>Mind</em> dapat memerintahkan pendulum untuk memutar ke kanan, ke kiri , ke depan sesuai kehendak dan perintah anda. Mudah dilakukan yang perlu hanya sebuah konsentrasi. Infeksi virus bersifat <em>self limiting</em> dengan kata lain akan sembuh sendiri bila daya tahan tubuh anda baik. Peranan mind yang positif sangat penting. <em>Mind</em> dapat meningkatkan daya tahan tubuh anda. Beberapa hal yang dapat anda lakukan : Singkirkan <em>mind</em> negatif yang selalu berfikir bahwa liver anda bertambah parah. Mind yang negatif ini dapat menumpuk di liver anda dan akan menambah berat penyakit .<span> </span>Optimis !. Jangan menyerah dengan si ‘virus kecil’. Bayangkan virus sebagai binatang kecil yang merayap di lantai yang siap anda injak tanpa bekas sama sekali. Jangan ikuti saran si virus agar makan anda sedikit, ataupun untuk berbaring lebih lama di rumah sakit. Semangatlah ! kalahkan si virus kecil !.<span> </span>Dalam keadaan rileks, tenang, lemaskan seluruh otot anda, tenangkan pikiran anda. Pejamkan mata anda perlahan. Tariklah nafas 2 hitungan dan hembuskan nafas anda perlahan 5 hitungan. Lakukan berulang sampai anda benar merasa rileks. Saat anda mulai rileks bayangkan liver anda ditutupi oleh warna abu-abu kotor. Kemudian bayangkan saat anda menarik / menghirup udara, energi yang berwarna putih cerah datang ke liver anda dan sedikit demi sedikit menghilangkan warna abu-abu tadi . Bayangkan secara perlahan-lahan warna liver anda menjadi putih terang. Anda dapat juga membayangkan sel-sel darah putih yang datang membunuh virus di liver anda. Setelah selesai tersenyumlah. Bayangkan seluruh tubuh anda berwarna putih cerah tanpa warna abu-abu sama sekali.<span> </span>Anda dapat melakukan saat pagi maupun malam sesuai kehendak anda. Selamat mencoba dan semoga lekas sembuh.</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/shafamedica.wordpress.com/42/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/shafamedica.wordpress.com/42/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/shafamedica.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/shafamedica.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/shafamedica.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/shafamedica.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/shafamedica.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/shafamedica.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/shafamedica.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/shafamedica.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/shafamedica.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/shafamedica.wordpress.com/42/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shafamedica.wordpress.com&blog=2568938&post=42&subd=shafamedica&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://shafamedica.wordpress.com/2008/06/25/mind-therapy-pada-hepatitis-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8f7e9ebf483a80a0bddd146f9aa52b9f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ShAFaRiYaH</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Radikal Bebas dan Anti Oksidan</title>
		<link>http://shafamedica.wordpress.com/2008/06/25/radikal-bebas-dan-anti-oksidan/</link>
		<comments>http://shafamedica.wordpress.com/2008/06/25/radikal-bebas-dan-anti-oksidan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Jun 2008 13:06:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>shafariyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Populer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://shafamedica.wordpress.com/?p=47</guid>
		<description><![CDATA[RADIKAL BEBAS &#38; ANTIOKSIDAN 
Dr. Albert GO Sumampouw 
Akhir-akhir ini di dalam majalah, surat kabar bahkan menonton iklan di televisi, maupun seminar-seminar ilmiah banyak dibahas mengenai radikal bebas dan antioksidan. Apa sebenarnya radikal bebas dan antioksidan itu, bagaimana bekerjanya sehingga bisa merusak sel-sel tubuh dan apakah ada manfaatnya terhadap kesehatan kita? merupakan fenomena yang relatif [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shafamedica.wordpress.com&blog=2568938&post=47&subd=shafamedica&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;margin:5pt 0;"><strong><span style="font-size:12pt;">RADIKAL BEBAS &amp; ANTIOKSIDAN</span></strong><span style="font-size:12pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;margin:5pt 0;"><span style="font-size:12pt;">Dr. Albert GO Sumampouw </span></p>
<p><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Akhir-akhir ini di dalam majalah, surat kabar bahkan menonton iklan di televisi, maupun seminar-seminar ilmiah banyak dibahas mengenai radikal bebas dan antioksidan. Apa sebenarnya radikal bebas dan antioksidan itu, bagaimana bekerjanya sehingga bisa merusak sel-sel tubuh dan apakah ada manfaatnya terhadap kesehatan kita? merupakan fenomena yang relatif baru. Hingga permulaan abad ke 20, tidak seorangpun mengetahui bahwa radikal bebas dapat berwujud dan bekerja secara bebas. Pemahaman ilmiah kita tentang hubungan radikal bebas dengan antioksidan baru muncul pada tiga hingga empat dekade terakhir ini.</span></p>
<p>Pengetahuan baru ini, kini banyak diterapkan oleh para dokter di ruang praktek dan klinik-klinik di seluruh negeri tetapi sebagian besar hasil penelitian yang ada dalam pustaka ilmiah itu sesungguhnya masih belum diterapkan secara baik bagi pasien.</p>
<p>Jadi agar dapat mendiskusikan berbagai masalah penting tentang masalah penyakit dan kesehatan dikaitkan dengan radikal bebas dan antioksidan ini maka ada perlunya kita mengetahui perkembangan paling mutakhir dalam bidang kesehatan. Hanya dengan informasi itu, kita dapat berharap mengerti semua informasi tentang apa saja yang dapat dilakukan radikal bebas terhadap kita dan apa saja yang dapat dilakukan antioksidan untuk kita.</p>
<p>Para pakar kimia di abad ke 19 semula menggunakan istilah radikal bebas untuk suatu kelompok atom yang membentuk suatu molekul. Pada saat itu, para ilmuwan tidak percaya bahwa radikal bebas dapat berada dalam keadaan bebas.</p>
<p>Terjadi perubahan drastis pada abad ke 20 dari hasil kerja seorang rusia bernama Moses Gomberg yang lahir di Blisavetgrad pada tahun 1866 dan hijrah bersama keluarga ke Amerika serikat pada usia 18 tahun yang mendapat gelar Doktor di universitas Micihigan pada 1894., dia membuat radikal bebas organik pertama dari trifenilmetan suatu senyawa hidrokarbon yang digunakan sebagai bahan dasar berbagai zat pewarna. Sebagai hasil dari penelitian Gomberg dan ilmuwan lain pada tahun-tahun pertama abad ke 20 istilah radikal bebas kemudian diartikan sebagai molekul yang relatif tidak stabil yang mempunyai satu atau lebih elektron yang tidak berpasangan di orbit luarnya. Oleh karena elektron yang tidak berpasangan itu mengitari orbit mereka. Di dalam molekul mereka membentuk semacam efek magnet yang menyebabkan radikal bebas berikatan dengan molekul-molekul di dekatnya.</p>
<p>Banyak radikal bebas sangat tidak stabil sehingga keberadaan mereka hanya sesaat , selama hidup mereka yang sangat singkat itu radikal bebas bertindak seperti katalis yang menjembatani reaksi kimia dan berubah bentuknya dalam molekul lain.</p>
<p>Sebenarnya radikal bebas ini penting artinya bagi kesehatan dan fungsi tubuh yang normal dalam memerangi peradangan, membunuh bakteri, dan mengendalikan tonus otot polos pembuluh darah dan organ-organ dalam tubuh kita. Kunci kerjanya radikal bebas yang aman dan efektif dalam tubuh kita bila tidak dalam jumlah yang berlebihan atau dalam keadaan seimbang, akan tetapi masalahnya adalah mekanisme keseimbangan tubuh kita yang sangat rapuh ini sering sekali keluar jalur sehingga menimbulkan penyakit.</p>
<p>Saat tubuh kita dipenuhi radikal bebas yang berlebihan maka molekul yang tidak stabil yang berada didalam tubuh kita berubah bentuk menjadi molekul pemangsa. Mereka mulai bergerak liar dan menyerang bagian tubuh yang sehat maupun yang tidak sehat sehingga terjadi penyakit.</p>
<p>Berbagai penyakit yang telah diteliti dan diduga kuat berkaitan dengan aktivitas radikal bebas. Penyakit-penyakit tersebut mencakup lebih dari 50 kelainan seperti Stroke, Asma, Pankreatitis, Berbagai penyakit radang usus, Penyumbatan kronis pembuluh darah di jantung, Penyakit parkinson, Sel Sickle Leukemia, Artritis rematoid, Perdarahan otak &amp; tekanan darah tinggi, bahkan AIDS.</p>
<p>Untuk memperbaiki keadaan ini tubuh kita membentuk pembasmi radikal bebas yang dikenal sebagai antioksidan endogen. Antioksidan endogen ini akan menetralisir radikal bebas yang berlebihan itu sehingga tidak merusak tubuh. Antioksidan endogen ini dikemukakan oleh ilmuwan Amerika pada tahun1968 oleh J.M. Mc Cord dan I. Fridovich yang menemukan enzim antioksidan alami dalam tubuh manusia yaitu Superoksid dismutase yang saat ini disingkat SOD.. Hanya dalam waktu singkat setelah teori tersebut disampaikan, selanjutnya ditemukan enzim-enzim antioksidan alami lainnya seperti Glutation peroksidase , Katalase yang siap menetralisir radikal bebas yang berlebihan agar tetap seimbang. Saat ini enzim-enzim antioksidan alami ini sudah dapat diperiksa kadarnya dalam tubuh di laboratorium.</p>
<p>Sedangkan antioksidan yang kita makan dari luar melalui makanan atau melalui food suplemen untuk membantu tubuh melawan kelebihan radikal bebas, kita sebut antioksidan eksogen.</p>
<p>Menurut Phyllis A Balch, Cnc &amp; James F. Balch, MD dalam bukunya Prescription for Nutritional Healing maka yang dapat dimasukkan dalam antioksidan eksogen ini adalah : Alpha lipoic acid ( ALA ), Bilberry ( Vaccinium myrtillus ), Burdock ( Artium lappa ), Carotenoids, Coenzyme Q 10, Curcumin ( Tumeric ), Flavonoids, Garlic, Ginkgo biloba, Glutathione, Grape seed extract, Green tea, Melantonin, Mettthionine, N-Acetylcysteine( NAC ), Nicotinamide Adenine dinucleotide ( NADH ), Oligomeric Proanthocyanidins ( OPCs ), Pycnogenol, Selenium, Silymarin, Vitamin A, Vitamin C, Vitamin E, Seng.</p>
<p>Sayangnya sistem perlindungan dari dalam maupun dari luar tubuh sering tidak memadai karena terlalu banyaknya radikal bebas yang terbentuk seperti polusi udara, asap rokok, sinar ultra violet yang diproduksi sinar matahari, pestisida dan pencemaran lain di dalam makanan kita , bahkan karena olah raga yang berlebihan.</p>
<p>Tampaknya kemanapun kita bergerak berbagai senyawa dan keadaan tertentu senantiasa membayangi kita dengan berbagai radikal bebas akibat ulah kita sendiri.</p>
<p>Ada 4 langkah yang dapat dilakukan menurut Dr. Kenneth H. Cooper yang menjadi pencetus Preventive medicine untuk melawan radikal bebas yang berbahaya dalam tubuh kita yaitu :</p>
<p>1. Berolah raga dengan intensitas rendah<br />
2. Mengkombinasi beberapa antioksidan setiap hari<br />
3. Mengatur diet dan memasak secara benar agar antioksidan dalam makanan tidak rusak<br />
4. Bergaya hidup bebas dari radikal bebas</p>
<p>Berikut merupakan ulasan dan saran-saran bagaimana cara memahami 4 langkah tersebut diatas.</p>
<p><strong>Langkah 1: Lakukan Olah Raga Dengan Intensitas Rendah </strong></p>
<p>Pada keadaan normal radikal bebas terbentuk secara amat perlahan kemudian dinetralisir oleh antioksidan yang ada dalam tubuh. Namun jika laju pembentukan radikal bebas sangat meningkat karena terpicu oleh latihan yang terlalu keras atau berolahraga secara berlebihan sehingga jumlah radikal bebas akan terbentuk melebihi kemampuan sistem pertahanan tubuh, maka molekul pemberontak tambahan yang tidak dapat dicegah ini lalu menyerang membran sel , sehingga terjadi kerusakan pada sel-sel tubuh kita yang mengakibatkan timbulnya penyakit . Sebaliknya dengan meningkatkan ketahanan tubuh kita secara bertahap melalui program latihan olah raga dengan intensitas rendah yang disarankan seperti jalan cepat, jogging, berenang, dan bersepeda statis ini, dapat meningkatkan enzim antioksidan endogen seperti enzim superoksid dismutase, glutation peroksidase dan katalase untuk mencegah kerja setiap radikal bebas yang merusak.</p>
<p>Ada beberapa pedoman dasar yang dapat kita pergunakan untuk merencanakan program latihan olahraga dengan intensitas rendah ini yaitu berolah raga dengan frekwensi 3 – 5 kali dalam satu minggu dan lamanya kita berolah raga 45 – 60 menit sampai tercapai target denyut nadi yang dapat dihitung dengan rumus yang terdapat dibawah ini :</p>
<p>Angka batas denyut nadi maksimal = 220 – Usia x 0,70<br />
Contoh : Pria berusia 40 tahun, perkiraan laju denjut jantung maksimum adalah 126 detak jantung permenit didapat dari 220 &#8211; 40 x 0,70 .<br />
Bila kita dalam berolah raga belum dapat mencapai nadi yang telah ditentukan itu maka olah raga kita belum benar.<br />
Dengan menerapkan pedoman ini maka kita dapat memantau intensitas olah raga kita sehingga tidak melakukan olah raga yang berlebihan.</p>
<p><strong>Langkah 2 : Gunakan Kombinasi Beberapa Antioksidan Setiap Hari </strong></p>
<p>Seperti kita ketahui campuran antioksidan ada beraneka ragam bergantung pada usia, jenis kelamin, dan tingkat kegiatan , serta bobot badan kita.</p>
<p>Banyak pandangan sangat meyakini bahwa kebutuhan semua vitamin dan mineral dapat kita peroleh dari makanan yang kita makan melalui menu harian kita, ternyata tidak semudah itu.</p>
<p>Untuk memperoleh vitamin E dengan dosis 100 IU dimana jumlah dosis itu lebih kecil dari dosis optimum harian rata-rata yang disarankan oleh para ahli nutrisi, kita harus makan dua mangkuk kemiri, atau semangkuk biji bunga matahari dan bila kita memakannya maka pemasukan lemak dan kalori akan luar biasa banyaknya.</p>
<p>Untuk memperoleh 1000 mg vitamin C diperlukan mengkonsumsi 15 buah jeruk, atau 25 buah cabe hijau, atau untuk memperoleh 25.000 – 50.000 IU beta karoten diperlukan makan paling sedikit dua sampai tiga batang wortel atau tiga mangkuk butternut squash. Bila kita melihat contoh diatas maka jalan terbaik untuk dapat mencukupi vitamin atau mineral adalah menyusun dan mengkonsumsi beberapa suplemen yang disesuaikan dengan kebutuhan kita sendiri.</p>
<p>Pengunaan suplemen makanan ini tentunya tergantung dari pada usia, jenis kelamin, tingkat kegiatan, bobot badan serta penyakit yang sedang diderita oleh kita.</p>
<p>Untuk mengetahui jenis apa saja yang dapat dikonsumsi tentunya harus konsultasi dengan dokter atau ahli nutrisi anda.</p>
<p>Langkah 3 : Cara Memasak dan Cara Diet Agar Antioksidan Dalam Makanan Tidak Rusak. Sekalipun kita mengetahui suatu makanan mengandung banyak antioksidan, ini tidak berarti bahwa jika kita memakannya akan memperoleh seluruh keuntungan yang terdapat di dalam makanan tersebut. Nilai gizi makanan dapat hilang banyak selama pegemasan, penyimpanan, pemasakan, atau penyiapan lain .</p>
<p>Sebagai paduan didalam menyiapkan makanan ingatlah hal-hal berikut ini :</p>
<p>. Perubahan nilai PH nya , keasaman, atau kebasaannya makanan dapat terjadi selama proses pembuataannya.<br />
penambahan zat tambahan misalnya vetsin, dll.<br />
. Metode masak terbaik untuk mempertahankan kandungan antioksidan adalah : Microwave, Uap, Tumis.<br />
. Hindari bahan-bahan yang sudah layu dalam mengolah makanan.<br />
. Hindari pemotongan, perajangan, pengirisan, pembilasan, atau perendaman yang berlebihan.<br />
. Cobalah mengkonsumsi air yang kita gunakan dalam merebus bahan makanan mungkin antioksidan ada didalamnya.<br />
. Jangan menyimpan di kulkas makanan yang telah dimasak lebih dari satu hari tanpa mengunakan wadah yang kedap udara.<br />
. Jangan menghangatkan kembali makanan nabati yang telah dimasak satu kali.<br />
. Hindari mempertahankan kehangatan makanan selama lebih dari 30 menit sebelum dihidangkan.<br />
. Jangan menyimpan bahan makanan segar dalam lemari es lebih dari 1 minggu</p>
<p><strong>Langkah 3: Gaya Hidup Bebas Dari Radikal Bebas. </strong></p>
<p>Tidak ada jalan untuk mundur atau melarikan diri ke suatu lingkungan yang betul-betul bebas dari gangguan radikal bebas. Dengan hidup di tengah masyarakat modern kita akan terpapar oleh berbagai pemicu dari lingkungan yang memacu pembentukan molekul radikal bebas yang bisa merusak dalam tubuh kita. Kendati demikian kita dapat meminimalisasi ancaman radikal bebas terhadap kesehatan kita dan membuat hidup kita lebih panjang serta menjadi lebih produktif secara maksimal. Seperti kita ketahui, olah raga yang tidak berlebihan, mengkonsumsi suplemen antioksidan, dan tata menu makanan yang benar dapat meningkatkan daya tahan tubuh terhadap radikal bebas secara bemakna. Akan tetapi untuk memperoleh pertahanan yang betul-betul sempurna perlu juga dilakukan tindakan pencegahan yang memungkinkan hadirnya radikal bebas dalam diri kita. Ini berarti bahwa kita harus belajar mengenali dan mengurangi atau bahkan menghilangkan faktor-faktor yang dapat terus-menerus memacu pembentukan radikal bebas dalam tubuh kita.</p>
<p>Tahap terakhir ini merupakan tahap yang tersulit karena beberapa hal yaitu :</p>
<p>. Berhadapan dengan kebiasaan-kebiasaan pribadi yang sudah berakar kuat misalnya merokok.<br />
. mengatasi berbagai hambatan yang tampaknya sulit teratasi misalnya pencemaran udara di tempat kita hidup atau bekerja.<br />
Kenyataan tersebut diatas jangan menyurutkan semangat kita untuk dapat menghindari dari semua radikal bebas yang berlebihan yang dapat mempengaruhi kesehatan tubuh kita. Memang suatu pekerjaan yang sulit untuk menghilangkan sama sekali radikal bebas yang sangat banyak ini, tetapi paling tidak dengan mengetahui radikal bebas tersebut, dapat kita meminimalkan terpaparnya sehingga rencana dapat kita buat untuk pertahanan seumur hidup terhadap ancaman molekul-molekul pemberontak itu<br />
Sekarang kita telah memiliki 4 pelindung utama untuk mencegah kerusakan akibat radikal bebas yaitu olah raga dengan intensitas rendah, suplemen antioksidan, tatanan menu dengan jumlah antioksidan maksimal, kemudian perlindungan paling akhir bagi kita adalah gaya hidup yang kita pilih sehari-hari untuk menghindari paparan berlebihan berbagai radikal bebas yang mengancam tubuh kita . Langkah tersebut diatas kita sebut revolusi antioksidan jika dipertimbangkan dari berbagai aspek sesungguhnya merupakan suatu cara pendekatan yang menyeluruh dan betul-betul merupakan perubahan baru untuk memperoleh kesehatan dan umur panjang.</p>
<p>Kepustakaan :</p>
<p>- Sehat Tanpa Obat, By Dr Kenneth H. Cooper<br />
- Prescription for Nutritional Healing By Phyllis A. Balch, Cnc. James F. Balch, MD.<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/shafamedica.wordpress.com/47/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/shafamedica.wordpress.com/47/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/shafamedica.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/shafamedica.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/shafamedica.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/shafamedica.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/shafamedica.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/shafamedica.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/shafamedica.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/shafamedica.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/shafamedica.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/shafamedica.wordpress.com/47/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shafamedica.wordpress.com&blog=2568938&post=47&subd=shafamedica&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://shafamedica.wordpress.com/2008/06/25/radikal-bebas-dan-anti-oksidan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8f7e9ebf483a80a0bddd146f9aa52b9f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ShAFaRiYaH</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nutrisi Untuk Mengurangi Nyeri</title>
		<link>http://shafamedica.wordpress.com/2008/06/21/nutrisi-untuk-mengurangi-nyeri/</link>
		<comments>http://shafamedica.wordpress.com/2008/06/21/nutrisi-untuk-mengurangi-nyeri/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Jun 2008 14:25:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>shafariyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Populer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://shafamedica.wordpress.com/?p=46</guid>
		<description><![CDATA[Ilmu tentang nutrisi berkembang pesat sejak 100 tahun terakhir. Terutama sejak ditemukannya penyakit sariawan dan pellagra sebagai penyakit karena kekurangan vitamin C dan B. Penelitian menunjukkan adanya hubungan yang erat antara nutrisi dengan progresifitas dan kesembuhan suatu penyakit. Nutrisi juga berhubungan erat dengan sistem kekebalan tubuh , pencegahan penyakit kanker, jantung , arthritis dan osteoporosis. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shafamedica.wordpress.com&blog=2568938&post=46&subd=shafamedica&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;margin:5pt 0;"><span style="font-size:12pt;">Ilmu tentang nutrisi berkembang pesat sejak 100 tahun terakhir. Terutama sejak ditemukannya penyakit sariawan dan <em>pellagra </em>sebagai penyakit karena kekurangan vitamin C dan B. Penelitian menunjukkan adanya hubungan yang erat antara nutrisi dengan progresifitas dan kesembuhan suatu penyakit. Nutrisi juga berhubungan erat dengan sistem kekebalan tubuh , pencegahan penyakit kanker, jantung , arthritis dan osteoporosis. Nutrisi yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh sangat membantu dalam mengurangi rasa nyeri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:5pt 0;"><span style="font-size:12pt;">Berikut ini dibahas mengenai diet untuk mengurangi rasa nyeri :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:5pt 0;"><span style="font-size:12pt;">1. Kurangi konsumsi lemak hewani<br />
Dengan mengurangi intake lemak hewani maka anda mengurangi bahan baku untuk pembentukan reaksi peradangan. Lemak hewani banyak terdapat pada : lemak daging, kulit ayam, mentega, termasuk berbagai produk makanan yang menggunakan lemak hewani.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:5pt 0;"><span style="font-size:12pt;">2. Banyak mengkonsumsi ikan laut dan minyak ikan </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:5pt 0;"><span style="font-size:12pt;">3. Makanlah buah nenas dan pepaya.<br />
Buah nenas banyak mengandung bromelaine dan buah pepaya mengandung papain yang merupakan enzim yang memberikan efek anti peradangan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:5pt 0;"><span style="font-size:12pt;">4. Hindari minum kopi.<br />
Sudah diketahui bahwa kopi mengandung substansi yang dapat mem blok reseptor dari endorphins yang mengakibatkan nyeri bertambah hebat. </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/shafamedica.wordpress.com/46/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/shafamedica.wordpress.com/46/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/shafamedica.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/shafamedica.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/shafamedica.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/shafamedica.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/shafamedica.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/shafamedica.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/shafamedica.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/shafamedica.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/shafamedica.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/shafamedica.wordpress.com/46/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shafamedica.wordpress.com&blog=2568938&post=46&subd=shafamedica&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://shafamedica.wordpress.com/2008/06/21/nutrisi-untuk-mengurangi-nyeri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8f7e9ebf483a80a0bddd146f9aa52b9f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ShAFaRiYaH</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Meditasi</title>
		<link>http://shafamedica.wordpress.com/2008/06/21/meditasi/</link>
		<comments>http://shafamedica.wordpress.com/2008/06/21/meditasi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Jun 2008 14:19:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>shafariyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Populer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://shafamedica.wordpress.com/?p=45</guid>
		<description><![CDATA[Meditasi dapat membuat perubahan dalam hidup anda. Saat hidup kita penuh dengan tekanan , kita dapat beralih ke meditasi sejenak untuk kembali menjernihkan pikiran dan masuk ke dalam pikiran yang damai.
Kenapa kita membutuhkan meditasi ?Dunia ini penuh dengan kecemasan, kekuatiran dan frustasi. Berbagai energi negatif berada disekitar kita, khususnya berbagai berita di tv, koran, majalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shafamedica.wordpress.com&blog=2568938&post=45&subd=shafamedica&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Meditasi dapat membuat perubahan dalam hidup anda. Saat hidup kita penuh dengan tekanan , kita dapat beralih ke meditasi sejenak untuk kembali menjernihkan pikiran dan masuk ke dalam pikiran yang damai.</span></p>
<p>Kenapa kita membutuhkan meditasi ?Dunia ini penuh dengan kecemasan, kekuatiran dan frustasi. Berbagai energi negatif berada disekitar kita, khususnya berbagai berita di tv, koran, majalah yang merasuk ke alam ketakutan kita. Meditasi dapat membawa kita ke tempat yang damai dalam alam pikiran. Meditasi dapat memenuhi rasa lapar jiwa kita akan kedamaian.</p>
<p>Saat meditasi membutuhkan ketenangan. Kita perlu mengosongkoan pikiran sesaat untuk melepaskan sejenak bagian jiwa untuk mencapai suatu tingkat kedamaian</p>
<p>Apakah meditasi ? meditasi merupakan suatu komunikasi dengan alam semesta. Apakah meditasi sama dengan berdoa? Pada bayak orang mungkin ya namun pada lain orang meditasi hanya sebuah langkah untuk menemukan kedamaian dalam jiwa. Namun meditasi dan doa bukanlah sesuatu yang tidak saling berhubungan. Bagaimana cara bermeditasi dapat beragam tergantung kebiasaan masing-masing individu. Pada artikel ini disajikan contoh meditasi yang mungkin dapat anda ikuti bila anda baru akan mencoba suatu meditasi.</p>
<p>Buatlah jadwal kapan anda akan melakukan meditasi. Mungkin anda dapat memulai dengan 5 menit meditasi pagi hari sebelum anda memulai suatu kerja. Siapkanlah segala sesuatunya sore hari sebelumnya agar saat anda memulai meditasi di pagi hari ,pikiran anda tidak sibuk dengan segala persiapan kerja.</p>
<p>Anda dapat mempersiapkan lilin dengan aroma ( dapat dibeli di toko) , kerang . dan dupa / ’hio’ wangi /aroma.</p>
<p>Siapkan diri anda. Rileks dan tenang. Nyalakan lilin dan dupa/ hio. Tariklah nafas dalam dan biarkan udara segar merasuk dalam jiwa anda. Hembuskan segala pikiran negatif dan kecemasan anda. Lihatlah pada kerang dan bayangkan diri anda rileks dan tenang di pantai , di laut. Anda adalah bagaikan anak kecil, berlari bebas , bahagia, bermain lepas di pantai. Tetaplah mata anda terbuka dan pikiran anda terpusat pada lilin yang menyala dan kerang. Bila mata anda tertutup ada kemungkinan anda akan tertidur kembali. Saat pikiran anda berpindah ke alam meditasi , otak anda akan berpindah dari gelombang alfa ke beta, yang merupakan awal dari proses relaksasi.</p>
<p>Apa yang anda cari dari alam semesta pagi hari ini ?.Anda dapat memulainya dengan mensyukuri segala berkat mengawali hari yang baru dan meresapi segala positif aspek dari alam semesta, CINTA, KEDAMAIAN ,KEBIJAKSANAAN, KETENANGAN, MEMAAFKAN Dupa/ hio wangi memberiakn simbol dari pemurnian saat anda menghirup nafas positif yang merasuki tubuh dan mengeluarkan energi negatif. Kerang membantu anda untuk memandu pikiran saat kecil kepada suatu tempat yang indah dan damai di tepi pantai maupun danau. Sedangkan lilin yang menyala mengingatkan kita yang merupan bagian dari alam dan kepada pencita alam semesta. Anda dapat melakukan meditasi dalam posisi apapun yang membuat anda rileks , namun saya anjurkan tidak dalam posisi berbaring , karena akan membuat anda tertidur . Biarkan anda bernafas teratur, perlahan dan rileks. Menarik nafas energi positif dan hembuskan energi negatif . hembuskan kekuatiran dan ketakuatan anda. Rasakan diri anda bersatu dengan alam semesta. Rasakan diri anda bertambah rileks. Anda akan merasakan bahwa hari yang akan dilalui akan lebih rileks untuk dinikmati.</p>
<p><a href="http://www.medikaholistik.com/">www.medikaholistik.com/</a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/shafamedica.wordpress.com/45/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/shafamedica.wordpress.com/45/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/shafamedica.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/shafamedica.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/shafamedica.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/shafamedica.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/shafamedica.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/shafamedica.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/shafamedica.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/shafamedica.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/shafamedica.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/shafamedica.wordpress.com/45/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shafamedica.wordpress.com&blog=2568938&post=45&subd=shafamedica&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://shafamedica.wordpress.com/2008/06/21/meditasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8f7e9ebf483a80a0bddd146f9aa52b9f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ShAFaRiYaH</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kedokteran Integratif</title>
		<link>http://shafamedica.wordpress.com/2008/06/21/kedokteran-integratif/</link>
		<comments>http://shafamedica.wordpress.com/2008/06/21/kedokteran-integratif/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Jun 2008 14:17:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>shafariyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Populer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://shafamedica.wordpress.com/?p=44</guid>
		<description><![CDATA[Model ilmu pengetahuan secara cepat meningkatkan praktek kedokteran kepada kepastian patofisiologi penyakit dengan hasil pengertian yang lebih mendalam mengenai biologi tubuh manusia dan meningkatkan kesembuhan/ perbaikan dari penyakit (1) . Namun hasil lain yang tidak diharapkan adalah terjadinya erosi hubungan dokter &#8211; pasien. Implikasi lain dari sangat majunya ilmu pengetahuan kedokteran adalah keinginan untuk mengerti [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shafamedica.wordpress.com&blog=2568938&post=44&subd=shafamedica&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size:12pt;" lang="EN-US">Model ilmu pengetahuan secara cepat meningkatkan praktek kedokteran kepada kepastian patofisiologi penyakit dengan hasil pengertian yang lebih mendalam mengenai biologi tubuh manusia dan meningkatkan kesembuhan/ perbaikan dari penyakit (1) . Namun hasil lain yang tidak diharapkan adalah terjadinya erosi hubungan dokter &#8211; pasien. Implikasi lain dari sangat majunya ilmu pengetahuan kedokteran adalah keinginan untuk mengerti basis molekuler dari sistem kehidupan. Asumsi ini memungkinkan dan dipercaya oleh banyak praktisi kedokteran dapat memecahkan semua masalah kedokteran / penyakit (1). Namun ternyata ilmu yang sedemikian maju tersebut belum sepenuhnya mampu memecahkan berbagai masalah klinik komplek yang saat ini masih belum dimengerti benar mengenai mekanismenya dan pengobatannya pun kadang tidak efektif (1,2).</span></p>
<p>Perkembangan ilmu pengetahuan kedokteran yang sedemikian pesat telah banyak menciptakan spesialis dan subspesialis. Semuanya memang sangat diperlukan , namun hal tersebut juga membuat seorang praktisi kedokteran hanya memperhatikan potongan kecil permasalahan pasien (1).</p>
<p>Seringkali pendekatan melalui proses konsultasi dan pendekatan holistik pada pengobatan komplementer dapat membantu pasien untuk lebih mengontrol penyakit mereka (2 ). Namun sayangnya cara seperti ini tidak sering dilakukan karena praktisi kedokteran dengan pengetahuan , sikap dan terlatih mengenai hal ini hanya beberapa saja (3). Di sisi lain pengobatan komplementer mempunyai variasi yang sangat besar. Mulai dari ‘yang tidak masuk akal” bahkan berbahaya sampai yang memang bermanfaat. Dalam situasi seperti ini , pasien membutuhkan praktisi kedokteran yang mempunyai pengetahuan biomedik untuk membedakan hal tersebut (3). Para praktisi dan peneliti kedokteran seringkali menggunakan istilah kedokteran integratif sebagai gabungan dari pengobatan alternatif dan komplementer (PKA) dengan ilmu kedokteran konvensional. Sebenarnya pengertian kedokteran integratif menekankan pada sistem yang lebih tinggi yang memperhatikan wellness dan healing pada individu secara keseluruhan ( dimensi bio-psiko-sosio-spiritual ) sebagai tujuan utama, melalui pendekatan ilmu kedokteran konvensional maupun alternatif dalam konteks suportif dan hubungan dokter &#8211; pasien yang efektif (1,3,4). Kedokteran integratif juga memfokuskan pada pencegahan dengan memperhatikan : pola hidup, diet, olah raga, manajemen stress ,dan pengaturan emosional (3).</p>
<p>Institusi pendidikan kedokteran mempunyai peranan sangat penting dalam mengembangkan konsep kedokteran integratif . Banyak hal yang dapat dilakukan institusi pendidikan dalam hal kedokteran integratif ini (1) , diantaranya :<br />
1. Memfokuskan kembali pasien sebagai individu yang utuh dan hubungan dokter &#8211; pasien<br />
2. Melibatkan pasien sebagai bagian aktif dari proses kesembuhannya dengan mengajarkan setiap pasien cara yang terbaik untuk meningkatkan derajat kesehatannya<br />
3. Tetap terbuka untuk mengerti kelebihan maupun keterbatasan ilmu kedokteran konvensional dan menyadari bahwa ilmu pengetahuan kedokteran tersendiri tidak efektif dalam mengatasi semua kebutuhan komplek pasien kita (1,2)<br />
4. Memberikan pada mahasiswa kedokteran , dasar PKA termasuk prinsip dasar seperti bukti mengenai efektifitasnya maupun kerugiannya. Tanpa adanya pendidikan tambahan mengenai PKA , para praktisi nantinya tidak dapat berfungsi sebagai dokter yang mampu menerima informasi serta tuntunan yang akurat untuk pasiennya (1,2,5) . Survei yang dilakukan pada 302 dokter di Denver menunjukkan bahwa 84 % menginginkan pendidikan lebih lanjut mengenai PKA dengan alasan utama : agar dapat mengetahui keamanan dan keefektifan PKA sehingga mampu mendiskusikannya dengan pasien ( 6)<br />
5. Mahasiswa kedokteran sebaiknya diajarkan pula bagaimana menemukan dan mengevaluasi bukti keefektifan dan keamanan dari pengobatan komplementer. Dengan tujuan akhir mahasiswa kedokteran mendapatkan ketrampilan tambahan mengenai keterbukaan, rasa sensitif kepada masalah kultural maupun kepercayaan, komunikasi dan mampu melakukan critical appraisal terhadap berbagai literatur mengenai PKA (7)<br />
6. Dilakukan penelitian klinik untuk mengetahui efektifitas PKA. Penelitian ini penting karena hasilnya dapat digunakan sebagai dasar evaluasi bagi keamanan , kerasionalan penggunaannya , kepuasan pasien dan analisa biaya saat PKA diintegrasikan pada kedokteran konvensional (1,2 8 )<br />
. 7. Tetap memperhatikan segi spiritual dan kebutuhan emosional pasien dan menyarankan penggunaan terapi PKA yang sesuai jika memang meningkatkan penyembuhan dari kedokteran konvensional<br />
8. Penelitian pada Human Healing sebaiknya selalu menanyakan pada berbagai tingkatan seperti : faktor-faktor yang memfasilitasi atau menghambat proses kesembuhan pada seorang individu, potensi –potensi yang bisa dikembangkan dan faktor-faktor keterbatasannya<br />
9. Kita dapat belajar dari berbagai ‘sisi lain’ lain ilmu kedokteran seperti efek plasebo, hipnoterapi, studi psikososial, dan pendekatan spiritual. Kedokteran komplementer bukanlah akhir dari semua terapi ‘ sisi lain’ tersebut, tapi dapat berfungsi sebagai wadah yang umum untuk suatu perubahan yang kreatif (9)</p>
<p>Harapan di masa depan bahwa tiap penyakit yang diderita selalu ditanyakan apa masalahnya, terapi spesifiknya dan bagaimana cara meningkatkan respon kesembuhan diri , serta adakah bukti ilmiahnya (9).</p>
<p>KEDOKTERAN INTEGRATIF PADA PENANGANAN KANKER SEBAGAI CONTOH MODEL. Pada pengobatan kanker , terapi konvensional yang ada dirasakan pula keterbatasannya (10 ) . Di sisi lain ada pula peningkatan ketertarikan para praktisi untuk mengeksplorasi lebih lanjut mengenai aspek-aspek terbaik yang dapat diambil dari terapi komplementer (2,6) .</p>
<p>Pengobatan kanker secara integratif di US menggunakan terapi konvensional seperti kemoterapi, pembedahan, radioterapi dan dilengkapi dengan terapi psikologi, relaksasi, tumpangan tangan ( therapeutic touch ) , terapi nutrisi, spiritual, dan ‘alternative immune therapi’. Berikut ini diungkapkan beberapa prinsip terapi kanker integratif tersebut (10):<br />
1. Terapi kanker difokuskan pada individu secara menyeluruh dan tidak hanya pada penyakit kanker itu sendiri. Sesuai dengan prinsip Hipokrates ‘ Be benefit and do no harm ‘ , merupakan suatu instruksi eksplisit kepada fokus individu yang menyeluruh. Terapi kanker yang secara teknik berhasil dalam mempertahankan kehidupan fisik namun meninggalkan pasien dalam kondisi tubuh yang tidak dapat ditolerir oleh dirinya , tidaklah sesuai dengan prinsip tersebut<br />
2. Ada perbedaan mendasar mengenai kata Curing dan Healing. To Cure berasal dari bahasa latin Curare yang artinya to take care atau charge off , yang menekankan pada suksesnya suatu terapi medis; sedangkan Heal berasal dari bahasa Inggris lama Haelen yang berarti Become whole yang erat berhubungan dengan kata Holy. Jadi kata Healing memberi tempat pada setiap tingkat termasuk fisik, emosional, mental dan juga spiritual. Jadi ada saat dimana pasien dapat “cured “namun tidak ” healed “. Adapula saat dimana kita dapat membantu pasien untuk “ Heal “ meskipun kita tidak dapat “membebaskan” penyakitnya<br />
3. Pada Banyak kasus kanker yang resisten terhadap suatu terapi konvensional , tidak ada paket khusus optimal yang dapat diberikan pada suatu jenis kanker yang sama. Setiap pasien mempunyai pendekatan terapi integratif yang berbeda. Tiap individu adalah spesifik dan adanya Biochemical individuality. Tiap pasien mempunyai latar belakang etiologi , sosio-kultural berbeda. Pendekatan individu secara menyeluruh penting dan tidak hanya memfokuskan terhadap penyakitnya ( It’s more important to know what kind of patient has the disease than what kind the disease the patient has )<br />
4. Memperbesar harapan pasien dalam suatu keadaan ketidakpastian bukanlah merupakan suatu kesalahan. Pada kasus kanker selalu ada kelompok pasien yang mengalami remisi maupun tetap ‘survive’. Kelompok ini dapat dijadikan sebagai pusat perhatian harapan positif pasien kanker.<br />
5. Pada pendekatan terapi integratif , jika suatu terapi komplementer tidak menimbulkan efek yang membahayakan bagi pasien maka terapi komplementer tersebut mungkin berguna dengan cara meningkatkan kesehatan secara keseluruhan dengan mengikutsertakan pasien secara aktif dalam proses pengobatan dan dapat memberikan pula efek plasebo positif. Pasien pengguna terapi komplementer seringkali mempunyai harapan kesembuhan yang tinggi dibandingkan dengan pasien pengguna terapi konvensional. Harapan pasien berkorelasi dengan hasil terapi. Terapi akan menjadi seolah lebih efektif bila pasien sebelumnya mempunyai harapan yang besar terhadap terapi tersebut (11).<br />
6. Terapi integratif juga menekankan pada kenyamanan pasien dan terbinanya hubungan baik antar dokter –pasien – keluarga ( to cure occasionally , relieve sometime, comfort always ).</p>
<p>SIMPULAN Kedokteran integratif menekankan pada hubungan dokter-pasien sebagai titik sentral. Kedokteran konvensional dapat memanfaatkan sisi positif PKA untuk membantu kesembuhan pasien dalam suatu program terapi yang terintegratif</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/shafamedica.wordpress.com/44/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/shafamedica.wordpress.com/44/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/shafamedica.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/shafamedica.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/shafamedica.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/shafamedica.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/shafamedica.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/shafamedica.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/shafamedica.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/shafamedica.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/shafamedica.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/shafamedica.wordpress.com/44/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shafamedica.wordpress.com&blog=2568938&post=44&subd=shafamedica&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://shafamedica.wordpress.com/2008/06/21/kedokteran-integratif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8f7e9ebf483a80a0bddd146f9aa52b9f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ShAFaRiYaH</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>