ShaF’s Medical Blog

MEDIC MADE EASY

Matikan Saja TV Anda !! September 12, 2008

Diarsipkan di bawah: Anak, Populer, Psikiatri, Syaraf — shafariyah @ 8:11 am

Kedengarannya ekstrem. Tapi ini salah satu saran seorang dokter spesialis anak asal Amerika kepada para orang tua agar perkembangan otak dan kemampuan anak berkembang dengan baik.

Kalau anak-anak dibiarkan bebas sebebas-bebasnya menonton TV, video, dan main game di komputer, apa yang terjadi terhadap pertumbuhan dan kemampuan belajar mereka?

Itulah pertanyaan yang mengusik benak Susan R. Johnson, M.D., dokter spesialis anak asal San Francisco dan pernah mendalami ilmu kesehatan anak yang berkaitan dengan perilaku dan perkembangan.

“Ratusan anak mengalami kesulitan berkonsentrasi pada pekerjaan, dan melakukan gerakan motorik kasar maupun halus. Kebanyakan mereka memenemui kesulitan dalam berhubungan dengan orang dewasa dan kelompok seusianya,” paparnya.

Semula ia menduga, itu melulu akibat tayangan di televisi yang sering menampilkan kekerasan (terutama film kartun) dan semua iklan ditujukan pada mereka. Tetapi, baru semenjak kelahiran anaknya enam tahun lalu ia berhadapan dengan dampak yang sesungguhnya.

Saat bermain di luar, jelas Susan, anaknya bisa asyik mengamati binatang kecil atau serangga, bikin mainan dari ranting dan batu, atau main air dan pasir. Ia tampak begitu damai dengan dirinya, tubuhnya, dan lingkungannya. Tetapi begitu di depan TV, ia begitu cuek dengan si ibu maupun lingkungannya.

“Waktu saya matikan TV-nya, ia gelisah, senewen, dan selalu berteriak minta dinyalakan lagi. Tingkah polahnya kacau dan gerakan-gerakannya impulsif. Boro-boro bikin kreasi sendiri, ia justru meniru saja apa yang dilihatnya di TV dengan gerakan yang tidak kreatif, kaku, dan diulang-ulang.”

Saat berusia 3,5 tahun, dia ajak anaknya mengunjungi sepupunya naik pesawat. Di pesawat diputar film Mission: Impossible. Kebetulan mereka tidak kebagian earphone sehingga yang tertangkap hanya gambarnya. Tapi justru karena itulah, “Ia mendapat mimpi buruk dan takut pada api atau bunyi ledakan selama enam bulan setelahnya, dan perilakunya berubah.”

Setahun kemudian ia meneliti enam orang anak berusia 8 – 11 tahun yang semuanya memiliki kesulitan membaca di Pusat Kesehatan Sekolah. Menurut Susan, “Kalau saya tunjukkan sejumlah huruf lalu saya minta mengenali huruf tertentu, mereka dapat melakukannya. Tapi kalau saya tidak menunjukkan apa-apa – berarti tanpa masukan visual – lalu saya suruh menuliskan huruf tertentu, mereka tidak bisa.”

Timbul pertanyaan :

  • Apa yang terjadi pada anak yang sedang tumbuh dan berkembang jika mereka dipapari rangsangan audio dan visual pada saat bersamaan?
  •  Berapa banyak kemampuan otak yang hilang atau bahkan tidak berkembang akibat kebiasaan itu? 

Tiga tahap perkembangan otak

  • Kemampuan anak ibarat benih yang perlu dipelihara dan dipupuk agar tumbuh dengan baik. Kalau lingkungan tidak memberikan pemeliharaan dan perlindungan terhadap rangsangan yang berlebihan, maka potensi serta kemampuan-kemampuan tertentu tidak dapat terwujud.

Anak dilahirkan dengan 10 miliar neuron (sel syaraf) di otaknya. Tiga tahun pertama sejak lahir merupakan periode di mana miliaran sel glial terus bertambah untuk memupuk neuron. Sel-sel syaraf ini dapat membentuk ribuan sambungan antarneuron yang disebut dendrite yang mirip sarang laba-laba, dan axon yang berbentuk memanjang.

Otak anak usia 6 – 7 tahun besarnya dua pertiga otak orang dewasa, tapi memiliki 5 – 7 kali lebih banyak sambungan antarneuron daripada otak anak usia 18 bulan atau orang dewasa. Otak mereka memang punya kemampuan besar untuk menyusun ribuan sambungan antarneuron. Namun, kemampuan itu berhenti pada umur 10 – 11 tahun jika tidak dikembangkan atau digunakan. Saat itu enzim tertentu dilepaskan dalam otak dan melarutkan semua jalur atau “urat” syaraf (pathways) yang tidak termielinasi dengan baik (mielinasi adalah proses pembungkusan jalur syaraf dengan myelin yang berujud protein-lemak).

Perkembangan otak anak yang sedang tumbuh melalui tiga tahapan, mulai dari otak primitif (action brain), otak limbik (feeling brain), dan akhirnya ke neocortex (atau disebut juga thought brain, otak pikir).

Meski saling berkaitan, ketiganya punya fungsi sendiri-sendiri. Otak primitif mengatur fisik kita untuk bertahan hidup, mengelola gerak refleks, mengendalikan gerak motorik, memantau fungsi tubuh, dan memproses informasi yang masuk dari pancaindera. Saat menghadapi ancaman atau keadaan bahaya, bersama dengan otak limbik, otak primitif menyiapkan reaksi “hadapi atau lari” (fight or flight response) bagi tubuh. “Kita akan bereaksi secara fisik dan emosi lebih dulu sebelum otak pikir sempat memproses informasi,” papar dr. Susan.

Otak limbik memproses emosi seperti rasa suka dan tidak suka, cinta dan benci. Otak ini sebagai penghubung otak pikir dan otak primitif. Maksudnya, otak primitif dapat diperintah mengikuti kehendak otak pikir, di saat lain otak pikir dapat “dikunci” untuk tidak melayani otak limbik dan primitif selama keadaan darurat, yang nyata maupun yang tidak.

Sedangkan otak pikir, yang merupakan bentuk daya pikir tertinggi dan bagian otak yang paling objektif, menerima masukan dari otak primitif dan otak limbik. Namun, ia butuh waktu lebih banyak untuk memproses informasi, termasuk image, dari otak primitif dan otak limbik. Otak pikir juga merupakan tempat bergabungnya pengalaman, ingatan, perasaan, dan kemampuan berpikir untuk melahirkan gagasan dan tindakan.

Mielinasi saraf otak berlangsung secara berurutan, mulai dari otak primitif, otak limbik, dan otak pikir. Jalur syaraf yang makin sering digunakan membuat mielin makin menebal. Makin tebal mielin, makin cepat impuls syaraf atau perjalanan sinyal sepanjang “urat” syaraf. Karena itu, anak yang sedang tumbuh dianjurkan menerima masukan dari lingkungannya sesuai dengan perkembangannya.

Di samping itu, anak juga membutuhkan pengalaman yang merangsang pancaindera. Namun, indera mereka perlu dilindungi dari rangsangan yang berlebihan karena anak-anak itu ibarat sepon.

“Mereka menyerap apa saja yang dilihat, didengar, dicium, dirasakan, dan disentuh dari lingkungan mereka. Kemampuan otak mereka untuk memilah atau menyaring pengalaman rasa yang tidak menyenangkan dan berbahaya belum berkembang,” papar Susan.

Rangsangan dan perkembangan indera itu pada gilirannya akan mengembangkan bagian tertentu dari otak primitif yang disebut reticular activating system (RAS). RAS ini pintu masuk di mana kesan yang ditangkap setiap indera saling berkoordinasi sebelum diteruskan ke otak pikir.

RAS merupakan wilayah di otak yang membuat kita mampu memusatkan perhatian. Kurangnya stimulasi, atau sebaliknya stimulasi yang berlebihan, ditambah lagi dengan gerakan motorik kasar dan halus yang tidak berkembang secara baik, bisa menyebabkan rusaknya perhatian terhadap lingkungan.

Sebelum anak berusia empat tahun, otak primitif dan otak limbik sudah 80% termielinasi. Setelah umur 6 – 7 tahun mielinasi bergeser ke otak pikir. Awalnya dari belahan otak kanan yang antara lain bertugas merespons citra visual. Ketika menonton TV, belahan otak kanan inilah yang paling dominan kerjanya.

Sedangkan ketika membaca, menulis, dan berbicara, belahan otak kiri yang dominan. Tugas utama otak kiri ialah berpikir secara analitis dan menyusun argumen logis langkah demi langkah. Ia menganalisis suara dan makna bahasa (misalnya, kemampuan mencocokkan suara dengan alfabet), juga mengelola keterampilan otot halus. 

Pentingnya aktivitas motorik kasar

  • Kedua belahan otak itu dijembatani oleh bundel “urat” syaraf yang disebut corpus collosum. Sisi kanan dan kiri tubuh saling berkoordinasi melalui jembatan ini.

Aktivitas motorik kasar seperti lompat tali, memanjat, lari, serta aktivitas motorik halus macam menggambar, merenda, membuat origami, dan bikin kue merupakan akitivitas penting bagi proses mielinasi C. collosum. Jalur ini memungkinkan kemampuan berpikir analitis (otak kiri) dan intuitif (otak kanan) untuk saling mempengaruhi. Sejumlah ahli neuropsikologi percaya, buruknya perkembangan jembatan ini mempengaruhi komunikasi efektif antara belahan otak kanan dan kiri. Diduga, inilah penyebab timbulnya kesulitan perhatian dan belajar pada anak.

Pertanyaannya kemudian, apa kerugian otak dengan menonton televisi ?

Televisi sesungguhnya hanya memberikan informasi kepada dua indera: mata dan telinga. Padahal ketajaman visual dan pandangan tiga dimensional pada anak belum berkembang sepenuhnya sampai usia empat tahun. Gambar yang dihasilkan layar televisi itu gambar dua dimensi, tidak fokus dan kabur karena tersusun dari titik-titik sinar. Itu membuat mata anak-anak harus memaksa diri agar gambar menjadi jelas.

Televisi, juga barang elektronik lain, memancarkan gelombang elektromagnetik. Maka disarankan, posisi menonton setidaknya 120 cm dari TV dan 45 cm dari layar komputer.

Sistem visual yang meliputi kemampuan mencari (search out), memindai (scan), memfokus, dan mengidentifikasi apa yang masuk ke bidang pandang, terganggu oleh kegiatan menonton TV. Padahal keterampilan visual ini perlu dikembangkan dalam kaitannya dengan membaca efektif. Saat menonton, pupil mata anak tidak melebar, dan nyaris tidak ada gerakan mata yang justru penting dalam kegiatan membaca. Mata dituntut terus bergerak dari kiri ke kanan halaman saat membaca.

Kemampuan untuk memusatkan perhatian juga mengandalkan sistem visual ini. Sementara itu gambar-gambar televisi yang berubah secara cepat tiap 5 – 6 detik pada kebanyakan tayangan acara dan 2 – 3 detik pada iklan, membuat otak pikir tidak punya kesempatan memproses image. Padahal otak pikir perlu 5 – 6 detik untuk memproses gambar begitu mendapat stimulus. 

Sebabkan kecemasan kronis

  • Membaca buku, berjalan-jalan di alam, atau bercakap dengan orang lain – di mana anak punya kesempatan untuk merenung dan berpikir – jauh lebih mendidik daripada menonton TV.

Kegiatan ini meniadakan pengalaman berharga itu. Menonton TV merupakan pekerjaan tanpa akhir, tanpa tujuan, dan tak bikin “kenyang”. Tidak seperti makan dan tidur yang bisa bikin perut kenyang dan badan tidak capek lagi, menonton TV tidak ada ujungnya. “TV membuat anak ingin terus menonton tanpa pernah merasa puas,” ungkap Susan.

Bagaimana dengan Sesame Steet, misalnya? Bukankah acara itu mendidik dan di sana anak diajari cara membaca?

Sesame Street dan kebanyakan acara televisi untuk anak, papar Susan, meletakkan belahan otak kiri dan sebagian belahan otak kanan ke dalam gelombang alfa (slow wave of inactivity). Televisi membius fungsi-fungsi otak pikir dan merusak keseimbangan serta interaksi antara belahan otak kiri dan kanan.

Secara umum, membaca menghasilkan gelombang beta cepat dan aktif, sedangkan menonton televisi meningkatkan gelombang alfa lambat di belahan otak kiri dan kanan. Belahan kiri merupakan pusat penting dalam kegiatan membaca, menulis, dan berbicara. Otak kiri merupakan tempat di mana simbol-simbol abstrak (misalnya huruf-huruf alfabet) dikaitkan dengan bunyi. Sumber cahaya televisi yang berpendar dan bergetar diduga ada kaitannya dengan meningkatnya aktivitas gelombang lambat itu.

Otak primitif tidak dapat membedakan mana gambar riil dan mana gambar di TV karena penglihatan merupakan tanggung jawab otak pikir. Karena itu, ketika TV menayangkan gambar-gambar close-up dan gambar-gambar bercahaya secara tiba-tiba, otak primitif bersama otak limbik segera menyiapkan respons “hadapi atau lari” dengan melepaskan hormon dan bahan kimia ke seluruh tubuh. Degup jantung dan tekanan darah naik. Darah yang mengalir ke otot-otot anggota badan meningkat, bersiap-siap menghadapi keadaan bahaya.

Karena itu terjadi dalam tubuh tanpa diikuti gerakan-gerakan yang sesuai dari anggota badan, maka acara-acara TV tertentu sesungguhnya meletakkan kita ke dalam suatu keadaan stres atau kecemasan kronis. Berbagai studi menunjukkan, pada orang dewasa yang mengalami stres kronis pertumbuhan belahan otak kirinya terhenti (atrophy).

Ketika otak anak dipapari rangsangan visual sekaligus suara, yang diserap hanyalah visualnya. Ilustrasi tentang fenomena ini dapat dilihat pada sekelompok anak (6 – 7 tahun) yang disuguhi tontonan video yang suaranya tidak sesuai dengan gerakan visualnya. Begitu ditanya, mereka tidak ngeh kalau suara dan gambarnya tidak klop. Itu artinya, mereka tidak menyerap isi tontonannya. Begitu pula dengan Sesame Street.

Inteligen hati

  • Namun, masih ada yang berkilah, “Apa salah memanfaatkan televisi sekadar untuk hiburan? Saya suka menonton film-film Disney macam Snow White.”

Televisi memiliki efek begitu dalam terhadap kehidupan perasaan atau jiwa kita. Menonton televisi membuat kita terlepas dari kehidupan nyata. Di kursi yang nyaman di ruang yang sejuk dengan banyak makanan, kita duduk menonton para tunawisma, orang kelaparan atau menderita di layar kaca. Kita tersentuh melihat nasib mereka, tetapi tidak berbuat apa-apa. Orang boleh bilang, membaca buku pun dapat membangkitkan perasaan serupa tanpa berbuat apa-apa.

Namun, menurut dr. Susan, saat sedang membaca buku (yang tidak banyak gambarnya), pikiran bisa berimajinasi dan punya kesempatan memikirkannya. Pikiran itu dapat menggiring anak kepada gagasan yang menimbulkan inspirasi untuk melakukan sesuatu. Televisi tidak begitu.”

“Kita tidak akan lupa dengan apa yang pernah kita lihat. Otak limbik dihubungkan dengan memori, dan gambar di TV kita ingat entah secara sadar, tanpa sadar, atau bawah sadar. Maka, kita hampir tidak mungkin menciptakan imajinasi tentang Snow White dari buku cerita jika kita sudah pernah menonton filmnya. Sebaliknya, orang sering kecewa ketika menonton film setelah membaca bukunya. Imajinasi kita itu jauh lebih kaya daripada apa yang dapat ditunjukkan di layar film,” papar dr. Susan.

Ketika menonton televisi, anak-anak tidak menggunakan imajinasi sama sekali. Itu berarti bagian tertentu di otak pikir untuk menciptakan gambaran (yang merupakan fondasi bagi angan-angan, intuisi, inspirasi, dan imajinasi), kurang dilatih.

Kita dibekali kemampuan yang disebut heart intelligence yang perlu dikembangkan antara lain dengan berinteraksi dengan orang lain. “Kita mengalami bahasa nonverbal mereka, misalnya bagaimana ia bergerak, bagaimana nada suaranya, apakah ia menatap ke arah lain saat bicara. Inilah cara kita belajar melihat konsistensi antara isyarat verbal dan nonverbal untuk menemukan kebenaran,” jelas dr. Susan.

Televisi tidak bisa mengembangkan kemampuan itu. (intisari)

 

Menelan Kapsul Melongok Usus Halus September 12, 2008

Diarsipkan di bawah: Gastrointestinal, Populer — shafariyah @ 7:39 am
 
 

Meneropong isi usus halus kini semakin mudah dilakukan dan hasilnya makin optimal untuk men-diagnosis suatu penyakit.

Pasien juga merasa lebih nyaman ketimbang harus menjalani pemeriksaan dengan metode yang ada sebelumnya. Lewat kapsul yang ditelan, kondisi kesehatan usus halus bisa dideteksi dengan baik.

Matthew Anci (25), atlet bola basket di kampusnya, boleh dikata sehat bugar. Seminggu tiga kali ia main basket. Belum lagi kegiatan olahraga rekreasi yang juga dijalani di sela-sela jadwal kuliahnya. Namun, tampak luar bukan jamninan. Ketika sedang bermain bola basket, ia merasakan ada yang tidak beres dengan tubuhnya. Susah bernapas dan kepalanya agak sakit.

Karena dikira sakit flu, Matthew cuek saja. Tiba-tiba wajahnya menjadi pucat dan tekanan darahnya drop. Ia lantas dilarikan ke unit gawat darurat. Di situ Matthew diberi tahu, ia kehilangan separuh jumlah darah di tubuhnya.

Matthew kemudian menjalani transfusi darah darurat dan didiagnosis menderita wasir internal. Ketika di rumah sakit, ia diperiksa secara lebih lengkap. Tiga bulan berikutnya ia tida mengalami gejala yang sama. Namun, ketika menjalani pemeriksaan gastrointestinal (GI) saat check-up rutin, lagi-lagi diketahui jumlah darahnya turun. Ia pun segera dilarikan ke rumah sakit lagi.

Serangkaian uji dilakukan, tapi penyebab sakitnya belum juga ditemukan. Namun, dokter menduga, perdarahan yang dialami Matthew terjadi pada usus halusnya. Selama di rumah sakit Matthew menjalani uji pamungkas: GI bagian atas, kolonoskopi, suntikan barium (barium enema), pemindaian (scanning) perdarahan, serta pemindaian Meckel. Toh belum juga ada kata sepakat tentang diagnosis yang cocok buat Matthew.

Akhirnya, endoskopi kapsul dianjurkan untuk dicoba. Setelah menelan “kapsul” berukuran 11 x 26 mm itu, dr. Schmelkin – yang melakukan pengujian – mendiagnosis Matthew terserang Meckles diverticulum.

Sebuah kantung kecil di bagian bawah usus halus menyebabkan perdarahan pada daerah GI.

Tambahan, bukan pengganti

  • Sampai saat ini, endoskopi menjadi metode yang umum dipakai untuk melakukan diagnosis saluran cerna.

Sebuah scope (teropong) yang lentur dimasukkan ke tubuh melalui mulut atau anus. Yang lewat mulut dikenal sebagai gastroskopi. Jika lewat anus dinamai kolonoskopi. Untuk meneropong kelainan pada pankreas dan empedu digunakan alat endoscopic retrograde cholangio pancreatography (ERCP).

Secara khusus, panjang gastroskop lebih dari 2,5 m. Banyak pasien yang dicurigai menderita pembentukan ulkus, luka di usus, tumor, penyakit Crohn (semacam radang di saluran pencernaan), penyakit radang usus (IBD), dan sindrom iritasi usus (IBS) harus menjalani prosedur endoskopi macam ini. Namun, alat ini membuat pasien rata-rata stres gara-gara tidak nyaman sehingga perlu dibius.

Selain itu, pemeriksaan endoskopi dengan metode gastroskopi dan kolonoskopi tidak mampu melihat seluruh sistem pencernaan dari mulut hingga anus. Dari atas hanya sampai usus 12 jari. Sementara kolonoskopi mentok sampai ujung usus halus. Usus halus tidak terjamah sama sekali. Padahal, seperti kasus Matthew Anci, banyak penyakit yang penyebabnya ada di situ. “Menggunakan endoskopi biasa sih bisa, tapi sangat tidak nyaman (buat pasien),” ujar dr. Widarjati Sudarto, spesialis penyakit dalam RS Mitra Keluarga, Kelapagading, Jakarta.

Karena itu, Given Imaging Ltd. (Given kependekan dari GastroIntestinal Video Endoscopy), sebuah perusahaan dari Israel yang berdiri pada Januari 1998 bermimpi, alangkah indahnya jika kita bisa berkelana di dalam tubuh manusia seperti cerita fiksi ilmu pengetahuan! Mimpi itu ternyata berhasil mereka wujudkan melalui temuan mereka, kapsul endoskopi.

Namun, Dr. Paul C. Swain dari London Royal College Hospital, yang terlibat dalam penemuan itu menjelaskan bahwa kapsul endoskopi bukanlah teknologi pengganti, tapi tambahan. “Teknologi ini tidak invasif, tidak mahal, mengurangi kecemasan, dan membuat pasien masih bisa beraktivitas sehari-hari sementara pemeriksaan berjalan,” katanya.

Kebanyakan penyakit yang menyerang usus halus berhubungan dengan infark, peradangan, dan pembentukan ulkus di wilayah usus halus. Mereka tidak bisa dideteksi melalui endoskopi atau radiologi. “Radiologi tidak bisa mengambil polip kurang dari 5 mm, tapi kapsul endoskopi tanpa kesulitan bisa mengendus sampai resolusi 0,1 mm,” promosi dr. Gavriel Meron, direktur utama Given Imaging Ltd.

Maju mundur sama saja

  • Prosedur endoskopi kapsul ini sederhana saja. Sebelum menjalani pemeriksaan, pasien wajib puasa. “Lebih bagus kalau isi perutnya juga dikuras,” kata dr. Widarjati.

Jika sudah siap, pasien tinggal menelan sebuah kapsul. Sebuah perekam nirkabel yang dilengkapi dengan delapan sensor yang dipasang di delapan titik (tiga buah di perut bagian atas, tiga di perut bagian tengah, serta dua di perut bagian bawah di atas pangkal paha) dan terpasang di sabuk pasien menerima sinyal yang dikirimkan kapsul. Dengan begitu pasien masih bisa melakukan kegiatan sehari-harinya selama menjalani pemeriksaan GI.

Di dalam kapsul mungil itu tersimpan kamera mini dengan sudut pandang 140o. Berhubung lorong yang dilalui gelap, kapsul itu dilengkapi senter dari jenis light emiting diode (LED). Tentu butuh baterai sebagai catu daya. Baterainya mampu bertahan 8 – 10 jam.

Diperkirakan, selama itulah perjalanan menyusuri lorong pencernaan manusia. Baterai ini tidak bisa diisi ulang. “Jadi, jangan khawatir Anda akan diberi kapsul bekas,” canda dr. Widarjati.

Sensor gambar yang dibawanya buatan Micron dan berjenis complementary metal-oxide semiconductor (CMOS). CMOS ini tidak boros tenaga dalam mengambil gambar berkualitas tinggi dibandingkan dengan charged coupled device (CCD).

Kapsul itu berjalan karena gerak peristaltik usus. Ini gerak normal usus yang mirip tangan meremas. Begitu kemasan kapsul dibuka, otomatis lampu langsung menyala. Begitu ditelan, kapsul dengan cepat masuk ke lambung. Melalui gelombang radio, gambar yang terekam dikirim ke sebuah chip yang tersimpan di pinggang pasien melalui delapan sensor tadi. Selama sekitar delapan jam beroperasi, gambar yang terekam berjumlah sekitar 57.000 citra. Kira-kira dua frame per detik.

Setelah selesai, perekam nirkabel tadi ditempatkan di sebuah dok khusus yang kemudian akan memindahkan gambar terekam ke peranti lunak khusus, Reporting and Processing of Images and Data (RAPID).

Maka, terciptalah sebuah klip video yang berisi gambaran tentang bagian dalam usus halus.

Karena tidak dikendalikan, bisa saja jalannya kapsul itu maju atau mundur. “Hasilnya toh sama saja. Soalnya usus halus itu sempit sekali sehingga gambar yang terekam ya kondisi permukaan dinding usus halus. Beda dengan lambung atau usus 12 jari. Kapsul bisa jadi hanya merekam sebagian sisi saja sehingga hasilnya tidak akurat,” jelas dr. Widarjati.

Selama masa pengembangan, sempat muncul pemikiran untuk menaruh chip perekam di dalam kapsul. Setelah kapsul menelusuri tubuh pasien, chip diambil untuk dianalisis hasil rekamannya. Dengan begitu tidak perlu lagi sensor yang ditempelkan pada tubuh pasien dan perekam nirkabel.

Namun untuk mewujudkan gagasan itu sangat sulit, khususnya soal pemasangan kapasitas memori di ruangan kapsul yang mungil itu. Persoalan lain, bagaimana atau kapan mengetahui kapsul itu akan keluar. “Soalnya, pernah tercatat ada yang tiga bulan tidak keluar-keluar,” ujar Widarjati yang juga konsultan gastroentero hepatologi. Masak harus menunggu selama itu ?

Lebih disukai pasien

  • Ketika dilakukan uji coba yang dikoordinasi oleh FDA di New York, Amerika Serikat, sistem diagnosis dari Given Imaging ini memberikan hasil bagus.

Kapsul endoskopi ini mampu mendeteksi kelainan pada 12 pasien (60%) sementara push enterescopy hanya tujuh pasien dari 20 pasien uji (atau 35%). Ketika mendeteksi luka di usus, kapsul endoskopi berhasil menangkap luka pada 12 pasien dari 14 pasien uji (86%), dibandingkan dengan tujuh pasien dari 14 pasien uji (50%) jika menggunakan push enterescopy.

Uji coba itu melibatkan 20 pasien dengan dugaan ada kelainan di usus halus. Seluruh pasien sebelumnya sudah menjalani pemeriksaan endoskopi GI dan radiologi untuk mengidentifikasi sumber kelainan di usus halus mereka. Tak ada kesimpulan yang diperoleh dari serangkaian tes tadi.

Blair S. Lewis, M.D., guru besar tidak tetap kedokteran klinis di Sekolah Kedokteran Mount Sinai di New York dan anggota Dewan Penasihat Medis Given Imaging, yang mengomandani uji klinis itu berkomentar, “Sejauh yang saya tahu, kapsul endoskopi ini bisa mengidentifikasi penyakit-penyakit di usus halus yang tidak terendus oleh metode standar. Karena prosedur ini tidak perlu pembiusan, tentu saja pasien lebih suka cara ini daripada push enteroscopy.”

Agustus 2001, kapsul endoskopi bermerek M2A ini memperoleh persetujuan dari FDA. Pasar Amerika Serikat memang menjanjikan, sebab di sini ada 60 – 70 juta orang yang terserang penyakit saluran pencernaan. Logo CE sendiri sudah diterima bulan Mei tahun yang sama. M2A bisa digunakan untuk mendiagnosis penyakit-penyakit yang ada di usus halus seperti penyakit Crohn, celiac, dan gangguan penyerapan lainnya, serta tumor (jinak dan ganas).

Namun, tidak semua orang bisa menelan kapsul ini. Pada beberapa orang yang memiliki sumbatan-sumbatan di usus metode ini tidak dianjurkan. Takutnya, nanti kapsul tertahan sehingga pemeriksaan tidak berjalan mulus. Mereka yang pernah menjalani operasi perut dan memiliki kesulitan dalam menelan juga dilarang mencoba metode ini.

source : http://depkes.go.id/index.php?option=articles&task=viewarticle&artid=294

 

HaaattChiiiiii……………!!!!! September 12, 2008

Diarsipkan di bawah: Populer, THT — shafariyah @ 7:30 am

Pernahkah anda sadar bahwa hal ini anda lakukan setiap anda bersin? Yaitu memejamkan mata alias merem. Yup… Setiap kali kita bersin maka mata kita akan terpejam dengan sendirinya tanpa harus kita perintah sebelumnya.

Bersin adalah respon tubuh yang dilakukan oleh membran hidung ketika mendeteksi adanya bakteri dan kelebihan cairan yang masuk ke dalam hidung, sehingga secara otomatis tubuh akan menolak bakteri itu. Syaraf-syaraf yang terdapat di hidung dan mata itu sebenarnya saling bertautan, sehingga pada saat kita bersin, maka secara otomatis mata kita akan terpejam. Hal ini untuk melindungi saluran air mata dan kapiler darah agar tidak terkontaminasi oleh bakteri yang keluar dari membran hidung.

Selain itu, pada saat kita bersin, secara refleks maka otot-otot yang ada di muka kita menegang, dan jantung kita akan berhenti berdenyut atau berhenti berdetak untuk sementara (baca=sekejap). Setelah selesai bersin maka jantung akan kembali lagi berdenyut alias berdetak kembali. Oleh karena itu, dalam agama Islam kita disarankan untuk mengucapkan kalimat pujian kepada Tuhan yaitu “Alhamdulillah” yang artinya “Segala Puji bagi Allah”, karena jantung kita sudah berfungsi lagi normal seperti biasanya, setelah istirahat sejenak disebabkan oleh bersin kita tadi.

Satu lagi, saking kuatnya tenaga bersin kita, mata kita sampai terpejam. Jikalau mata kita tidak terpejam saat bersin, niscaya mata akan “melompat” keluar. Tidak percaya? Silakan buktikan sendiri…

Source : Bullbo Mas Sun (http://www.friendster.com/bulletin.php?bid=79617774&uid=14395163)

 

Mind Therapy Pada Hepatitis Juni 25, 2008

Diarsipkan di bawah: Gastrointestinal, Infeksi, Menular, Populer — shafariyah @ 1:56 pm

Betapa besar pengaruh pikiran mempengaruhi diri anda. Dalam pengobatan timur mind sangat penting dalam penyembuhan penyakit. Ci-kung, Prana, Meditasi semuanya berpusat pada mind.

Saat kulit kaki anda terkena infeksi secara otomatis ,tanpa diperintah sel-sel radang dari tempat yang jauh akan menuju kulit kaki untuk bekerja , melokalisir, membunuh kuman . Saat kulit anda terluka , sel-sel yang berfungsi untuk pembekuan akan datang bekerja di tempat luka, sehingga luka akan mengering . Semua hal di tubuh yang sifatnya otomatis sebenarnya bisa dipengaruhi oleh mind.

Hal ini mungkin bisa menjelaskan mengapa pasien yang mempunyai mind positif lebih bertahan terhadap penyakit kanker dibandingkan mind yang depresif. Tak heran pula mind yang negatif bisa menimbulkan keluhan sakit tanpa ditemukan adanya dasar patologi penyakit ( psikosomatik ) . Mind dapat mengatur hal-hal yang tersembunyi dalam diri anda !.

Mind yang bisa memerintahkan hal yang serba otomatis tadi dapat dibuktikan dengan ilmu pendulum . Mind dapat memerintahkan pendulum untuk memutar ke kanan, ke kiri , ke depan sesuai kehendak dan perintah anda. Mudah dilakukan yang perlu hanya sebuah konsentrasi. Infeksi virus bersifat self limiting dengan kata lain akan sembuh sendiri bila daya tahan tubuh anda baik. Peranan mind yang positif sangat penting. Mind dapat meningkatkan daya tahan tubuh anda. Beberapa hal yang dapat anda lakukan : Singkirkan mind negatif yang selalu berfikir bahwa liver anda bertambah parah. Mind yang negatif ini dapat menumpuk di liver anda dan akan menambah berat penyakit . Optimis !. Jangan menyerah dengan si ‘virus kecil’. Bayangkan virus sebagai binatang kecil yang merayap di lantai yang siap anda injak tanpa bekas sama sekali. Jangan ikuti saran si virus agar makan anda sedikit, ataupun untuk berbaring lebih lama di rumah sakit. Semangatlah ! kalahkan si virus kecil !. Dalam keadaan rileks, tenang, lemaskan seluruh otot anda, tenangkan pikiran anda. Pejamkan mata anda perlahan. Tariklah nafas 2 hitungan dan hembuskan nafas anda perlahan 5 hitungan. Lakukan berulang sampai anda benar merasa rileks. Saat anda mulai rileks bayangkan liver anda ditutupi oleh warna abu-abu kotor. Kemudian bayangkan saat anda menarik / menghirup udara, energi yang berwarna putih cerah datang ke liver anda dan sedikit demi sedikit menghilangkan warna abu-abu tadi . Bayangkan secara perlahan-lahan warna liver anda menjadi putih terang. Anda dapat juga membayangkan sel-sel darah putih yang datang membunuh virus di liver anda. Setelah selesai tersenyumlah. Bayangkan seluruh tubuh anda berwarna putih cerah tanpa warna abu-abu sama sekali. Anda dapat melakukan saat pagi maupun malam sesuai kehendak anda. Selamat mencoba dan semoga lekas sembuh.

 

Radikal Bebas dan Anti Oksidan Juni 25, 2008

Diarsipkan di bawah: Populer — shafariyah @ 1:06 pm

RADIKAL BEBAS & ANTIOKSIDAN

Dr. Albert GO Sumampouw

Akhir-akhir ini di dalam majalah, surat kabar bahkan menonton iklan di televisi, maupun seminar-seminar ilmiah banyak dibahas mengenai radikal bebas dan antioksidan. Apa sebenarnya radikal bebas dan antioksidan itu, bagaimana bekerjanya sehingga bisa merusak sel-sel tubuh dan apakah ada manfaatnya terhadap kesehatan kita? merupakan fenomena yang relatif baru. Hingga permulaan abad ke 20, tidak seorangpun mengetahui bahwa radikal bebas dapat berwujud dan bekerja secara bebas. Pemahaman ilmiah kita tentang hubungan radikal bebas dengan antioksidan baru muncul pada tiga hingga empat dekade terakhir ini.

Pengetahuan baru ini, kini banyak diterapkan oleh para dokter di ruang praktek dan klinik-klinik di seluruh negeri tetapi sebagian besar hasil penelitian yang ada dalam pustaka ilmiah itu sesungguhnya masih belum diterapkan secara baik bagi pasien.

Jadi agar dapat mendiskusikan berbagai masalah penting tentang masalah penyakit dan kesehatan dikaitkan dengan radikal bebas dan antioksidan ini maka ada perlunya kita mengetahui perkembangan paling mutakhir dalam bidang kesehatan. Hanya dengan informasi itu, kita dapat berharap mengerti semua informasi tentang apa saja yang dapat dilakukan radikal bebas terhadap kita dan apa saja yang dapat dilakukan antioksidan untuk kita.

Para pakar kimia di abad ke 19 semula menggunakan istilah radikal bebas untuk suatu kelompok atom yang membentuk suatu molekul. Pada saat itu, para ilmuwan tidak percaya bahwa radikal bebas dapat berada dalam keadaan bebas.

Terjadi perubahan drastis pada abad ke 20 dari hasil kerja seorang rusia bernama Moses Gomberg yang lahir di Blisavetgrad pada tahun 1866 dan hijrah bersama keluarga ke Amerika serikat pada usia 18 tahun yang mendapat gelar Doktor di universitas Micihigan pada 1894., dia membuat radikal bebas organik pertama dari trifenilmetan suatu senyawa hidrokarbon yang digunakan sebagai bahan dasar berbagai zat pewarna. Sebagai hasil dari penelitian Gomberg dan ilmuwan lain pada tahun-tahun pertama abad ke 20 istilah radikal bebas kemudian diartikan sebagai molekul yang relatif tidak stabil yang mempunyai satu atau lebih elektron yang tidak berpasangan di orbit luarnya. Oleh karena elektron yang tidak berpasangan itu mengitari orbit mereka. Di dalam molekul mereka membentuk semacam efek magnet yang menyebabkan radikal bebas berikatan dengan molekul-molekul di dekatnya.

Banyak radikal bebas sangat tidak stabil sehingga keberadaan mereka hanya sesaat , selama hidup mereka yang sangat singkat itu radikal bebas bertindak seperti katalis yang menjembatani reaksi kimia dan berubah bentuknya dalam molekul lain.

Sebenarnya radikal bebas ini penting artinya bagi kesehatan dan fungsi tubuh yang normal dalam memerangi peradangan, membunuh bakteri, dan mengendalikan tonus otot polos pembuluh darah dan organ-organ dalam tubuh kita. Kunci kerjanya radikal bebas yang aman dan efektif dalam tubuh kita bila tidak dalam jumlah yang berlebihan atau dalam keadaan seimbang, akan tetapi masalahnya adalah mekanisme keseimbangan tubuh kita yang sangat rapuh ini sering sekali keluar jalur sehingga menimbulkan penyakit.

Saat tubuh kita dipenuhi radikal bebas yang berlebihan maka molekul yang tidak stabil yang berada didalam tubuh kita berubah bentuk menjadi molekul pemangsa. Mereka mulai bergerak liar dan menyerang bagian tubuh yang sehat maupun yang tidak sehat sehingga terjadi penyakit.

Berbagai penyakit yang telah diteliti dan diduga kuat berkaitan dengan aktivitas radikal bebas. Penyakit-penyakit tersebut mencakup lebih dari 50 kelainan seperti Stroke, Asma, Pankreatitis, Berbagai penyakit radang usus, Penyumbatan kronis pembuluh darah di jantung, Penyakit parkinson, Sel Sickle Leukemia, Artritis rematoid, Perdarahan otak & tekanan darah tinggi, bahkan AIDS.

Untuk memperbaiki keadaan ini tubuh kita membentuk pembasmi radikal bebas yang dikenal sebagai antioksidan endogen. Antioksidan endogen ini akan menetralisir radikal bebas yang berlebihan itu sehingga tidak merusak tubuh. Antioksidan endogen ini dikemukakan oleh ilmuwan Amerika pada tahun1968 oleh J.M. Mc Cord dan I. Fridovich yang menemukan enzim antioksidan alami dalam tubuh manusia yaitu Superoksid dismutase yang saat ini disingkat SOD.. Hanya dalam waktu singkat setelah teori tersebut disampaikan, selanjutnya ditemukan enzim-enzim antioksidan alami lainnya seperti Glutation peroksidase , Katalase yang siap menetralisir radikal bebas yang berlebihan agar tetap seimbang. Saat ini enzim-enzim antioksidan alami ini sudah dapat diperiksa kadarnya dalam tubuh di laboratorium.

Sedangkan antioksidan yang kita makan dari luar melalui makanan atau melalui food suplemen untuk membantu tubuh melawan kelebihan radikal bebas, kita sebut antioksidan eksogen.

Menurut Phyllis A Balch, Cnc & James F. Balch, MD dalam bukunya Prescription for Nutritional Healing maka yang dapat dimasukkan dalam antioksidan eksogen ini adalah : Alpha lipoic acid ( ALA ), Bilberry ( Vaccinium myrtillus ), Burdock ( Artium lappa ), Carotenoids, Coenzyme Q 10, Curcumin ( Tumeric ), Flavonoids, Garlic, Ginkgo biloba, Glutathione, Grape seed extract, Green tea, Melantonin, Mettthionine, N-Acetylcysteine( NAC ), Nicotinamide Adenine dinucleotide ( NADH ), Oligomeric Proanthocyanidins ( OPCs ), Pycnogenol, Selenium, Silymarin, Vitamin A, Vitamin C, Vitamin E, Seng.

Sayangnya sistem perlindungan dari dalam maupun dari luar tubuh sering tidak memadai karena terlalu banyaknya radikal bebas yang terbentuk seperti polusi udara, asap rokok, sinar ultra violet yang diproduksi sinar matahari, pestisida dan pencemaran lain di dalam makanan kita , bahkan karena olah raga yang berlebihan.

Tampaknya kemanapun kita bergerak berbagai senyawa dan keadaan tertentu senantiasa membayangi kita dengan berbagai radikal bebas akibat ulah kita sendiri.

Ada 4 langkah yang dapat dilakukan menurut Dr. Kenneth H. Cooper yang menjadi pencetus Preventive medicine untuk melawan radikal bebas yang berbahaya dalam tubuh kita yaitu :

1. Berolah raga dengan intensitas rendah
2. Mengkombinasi beberapa antioksidan setiap hari
3. Mengatur diet dan memasak secara benar agar antioksidan dalam makanan tidak rusak
4. Bergaya hidup bebas dari radikal bebas

Berikut merupakan ulasan dan saran-saran bagaimana cara memahami 4 langkah tersebut diatas.

Langkah 1: Lakukan Olah Raga Dengan Intensitas Rendah

Pada keadaan normal radikal bebas terbentuk secara amat perlahan kemudian dinetralisir oleh antioksidan yang ada dalam tubuh. Namun jika laju pembentukan radikal bebas sangat meningkat karena terpicu oleh latihan yang terlalu keras atau berolahraga secara berlebihan sehingga jumlah radikal bebas akan terbentuk melebihi kemampuan sistem pertahanan tubuh, maka molekul pemberontak tambahan yang tidak dapat dicegah ini lalu menyerang membran sel , sehingga terjadi kerusakan pada sel-sel tubuh kita yang mengakibatkan timbulnya penyakit . Sebaliknya dengan meningkatkan ketahanan tubuh kita secara bertahap melalui program latihan olah raga dengan intensitas rendah yang disarankan seperti jalan cepat, jogging, berenang, dan bersepeda statis ini, dapat meningkatkan enzim antioksidan endogen seperti enzim superoksid dismutase, glutation peroksidase dan katalase untuk mencegah kerja setiap radikal bebas yang merusak.

Ada beberapa pedoman dasar yang dapat kita pergunakan untuk merencanakan program latihan olahraga dengan intensitas rendah ini yaitu berolah raga dengan frekwensi 3 – 5 kali dalam satu minggu dan lamanya kita berolah raga 45 – 60 menit sampai tercapai target denyut nadi yang dapat dihitung dengan rumus yang terdapat dibawah ini :

Angka batas denyut nadi maksimal = 220 – Usia x 0,70
Contoh : Pria berusia 40 tahun, perkiraan laju denjut jantung maksimum adalah 126 detak jantung permenit didapat dari 220 – 40 x 0,70 .
Bila kita dalam berolah raga belum dapat mencapai nadi yang telah ditentukan itu maka olah raga kita belum benar.
Dengan menerapkan pedoman ini maka kita dapat memantau intensitas olah raga kita sehingga tidak melakukan olah raga yang berlebihan.

Langkah 2 : Gunakan Kombinasi Beberapa Antioksidan Setiap Hari

Seperti kita ketahui campuran antioksidan ada beraneka ragam bergantung pada usia, jenis kelamin, dan tingkat kegiatan , serta bobot badan kita.

Banyak pandangan sangat meyakini bahwa kebutuhan semua vitamin dan mineral dapat kita peroleh dari makanan yang kita makan melalui menu harian kita, ternyata tidak semudah itu.

Untuk memperoleh vitamin E dengan dosis 100 IU dimana jumlah dosis itu lebih kecil dari dosis optimum harian rata-rata yang disarankan oleh para ahli nutrisi, kita harus makan dua mangkuk kemiri, atau semangkuk biji bunga matahari dan bila kita memakannya maka pemasukan lemak dan kalori akan luar biasa banyaknya.

Untuk memperoleh 1000 mg vitamin C diperlukan mengkonsumsi 15 buah jeruk, atau 25 buah cabe hijau, atau untuk memperoleh 25.000 – 50.000 IU beta karoten diperlukan makan paling sedikit dua sampai tiga batang wortel atau tiga mangkuk butternut squash. Bila kita melihat contoh diatas maka jalan terbaik untuk dapat mencukupi vitamin atau mineral adalah menyusun dan mengkonsumsi beberapa suplemen yang disesuaikan dengan kebutuhan kita sendiri.

Pengunaan suplemen makanan ini tentunya tergantung dari pada usia, jenis kelamin, tingkat kegiatan, bobot badan serta penyakit yang sedang diderita oleh kita.

Untuk mengetahui jenis apa saja yang dapat dikonsumsi tentunya harus konsultasi dengan dokter atau ahli nutrisi anda.

Langkah 3 : Cara Memasak dan Cara Diet Agar Antioksidan Dalam Makanan Tidak Rusak. Sekalipun kita mengetahui suatu makanan mengandung banyak antioksidan, ini tidak berarti bahwa jika kita memakannya akan memperoleh seluruh keuntungan yang terdapat di dalam makanan tersebut. Nilai gizi makanan dapat hilang banyak selama pegemasan, penyimpanan, pemasakan, atau penyiapan lain .

Sebagai paduan didalam menyiapkan makanan ingatlah hal-hal berikut ini :

. Perubahan nilai PH nya , keasaman, atau kebasaannya makanan dapat terjadi selama proses pembuataannya.
penambahan zat tambahan misalnya vetsin, dll.
. Metode masak terbaik untuk mempertahankan kandungan antioksidan adalah : Microwave, Uap, Tumis.
. Hindari bahan-bahan yang sudah layu dalam mengolah makanan.
. Hindari pemotongan, perajangan, pengirisan, pembilasan, atau perendaman yang berlebihan.
. Cobalah mengkonsumsi air yang kita gunakan dalam merebus bahan makanan mungkin antioksidan ada didalamnya.
. Jangan menyimpan di kulkas makanan yang telah dimasak lebih dari satu hari tanpa mengunakan wadah yang kedap udara.
. Jangan menghangatkan kembali makanan nabati yang telah dimasak satu kali.
. Hindari mempertahankan kehangatan makanan selama lebih dari 30 menit sebelum dihidangkan.
. Jangan menyimpan bahan makanan segar dalam lemari es lebih dari 1 minggu

Langkah 3: Gaya Hidup Bebas Dari Radikal Bebas.

Tidak ada jalan untuk mundur atau melarikan diri ke suatu lingkungan yang betul-betul bebas dari gangguan radikal bebas. Dengan hidup di tengah masyarakat modern kita akan terpapar oleh berbagai pemicu dari lingkungan yang memacu pembentukan molekul radikal bebas yang bisa merusak dalam tubuh kita. Kendati demikian kita dapat meminimalisasi ancaman radikal bebas terhadap kesehatan kita dan membuat hidup kita lebih panjang serta menjadi lebih produktif secara maksimal. Seperti kita ketahui, olah raga yang tidak berlebihan, mengkonsumsi suplemen antioksidan, dan tata menu makanan yang benar dapat meningkatkan daya tahan tubuh terhadap radikal bebas secara bemakna. Akan tetapi untuk memperoleh pertahanan yang betul-betul sempurna perlu juga dilakukan tindakan pencegahan yang memungkinkan hadirnya radikal bebas dalam diri kita. Ini berarti bahwa kita harus belajar mengenali dan mengurangi atau bahkan menghilangkan faktor-faktor yang dapat terus-menerus memacu pembentukan radikal bebas dalam tubuh kita.

Tahap terakhir ini merupakan tahap yang tersulit karena beberapa hal yaitu :

. Berhadapan dengan kebiasaan-kebiasaan pribadi yang sudah berakar kuat misalnya merokok.
. mengatasi berbagai hambatan yang tampaknya sulit teratasi misalnya pencemaran udara di tempat kita hidup atau bekerja.
Kenyataan tersebut diatas jangan menyurutkan semangat kita untuk dapat menghindari dari semua radikal bebas yang berlebihan yang dapat mempengaruhi kesehatan tubuh kita. Memang suatu pekerjaan yang sulit untuk menghilangkan sama sekali radikal bebas yang sangat banyak ini, tetapi paling tidak dengan mengetahui radikal bebas tersebut, dapat kita meminimalkan terpaparnya sehingga rencana dapat kita buat untuk pertahanan seumur hidup terhadap ancaman molekul-molekul pemberontak itu
Sekarang kita telah memiliki 4 pelindung utama untuk mencegah kerusakan akibat radikal bebas yaitu olah raga dengan intensitas rendah, suplemen antioksidan, tatanan menu dengan jumlah antioksidan maksimal, kemudian perlindungan paling akhir bagi kita adalah gaya hidup yang kita pilih sehari-hari untuk menghindari paparan berlebihan berbagai radikal bebas yang mengancam tubuh kita . Langkah tersebut diatas kita sebut revolusi antioksidan jika dipertimbangkan dari berbagai aspek sesungguhnya merupakan suatu cara pendekatan yang menyeluruh dan betul-betul merupakan perubahan baru untuk memperoleh kesehatan dan umur panjang.

Kepustakaan :

- Sehat Tanpa Obat, By Dr Kenneth H. Cooper
- Prescription for Nutritional Healing By Phyllis A. Balch, Cnc. James F. Balch, MD.

 

Nutrisi Untuk Mengurangi Nyeri Juni 21, 2008

Diarsipkan di bawah: Populer — shafariyah @ 2:25 pm

Ilmu tentang nutrisi berkembang pesat sejak 100 tahun terakhir. Terutama sejak ditemukannya penyakit sariawan dan pellagra sebagai penyakit karena kekurangan vitamin C dan B. Penelitian menunjukkan adanya hubungan yang erat antara nutrisi dengan progresifitas dan kesembuhan suatu penyakit. Nutrisi juga berhubungan erat dengan sistem kekebalan tubuh , pencegahan penyakit kanker, jantung , arthritis dan osteoporosis. Nutrisi yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh sangat membantu dalam mengurangi rasa nyeri.

Berikut ini dibahas mengenai diet untuk mengurangi rasa nyeri :

1. Kurangi konsumsi lemak hewani
Dengan mengurangi intake lemak hewani maka anda mengurangi bahan baku untuk pembentukan reaksi peradangan. Lemak hewani banyak terdapat pada : lemak daging, kulit ayam, mentega, termasuk berbagai produk makanan yang menggunakan lemak hewani.

2. Banyak mengkonsumsi ikan laut dan minyak ikan

3. Makanlah buah nenas dan pepaya.
Buah nenas banyak mengandung bromelaine dan buah pepaya mengandung papain yang merupakan enzim yang memberikan efek anti peradangan.

4. Hindari minum kopi.
Sudah diketahui bahwa kopi mengandung substansi yang dapat mem blok reseptor dari endorphins yang mengakibatkan nyeri bertambah hebat.

 

Meditasi Juni 21, 2008

Diarsipkan di bawah: Populer — shafariyah @ 2:19 pm

Meditasi dapat membuat perubahan dalam hidup anda. Saat hidup kita penuh dengan tekanan , kita dapat beralih ke meditasi sejenak untuk kembali menjernihkan pikiran dan masuk ke dalam pikiran yang damai.

Kenapa kita membutuhkan meditasi ?Dunia ini penuh dengan kecemasan, kekuatiran dan frustasi. Berbagai energi negatif berada disekitar kita, khususnya berbagai berita di tv, koran, majalah yang merasuk ke alam ketakutan kita. Meditasi dapat membawa kita ke tempat yang damai dalam alam pikiran. Meditasi dapat memenuhi rasa lapar jiwa kita akan kedamaian.

Saat meditasi membutuhkan ketenangan. Kita perlu mengosongkoan pikiran sesaat untuk melepaskan sejenak bagian jiwa untuk mencapai suatu tingkat kedamaian

Apakah meditasi ? meditasi merupakan suatu komunikasi dengan alam semesta. Apakah meditasi sama dengan berdoa? Pada bayak orang mungkin ya namun pada lain orang meditasi hanya sebuah langkah untuk menemukan kedamaian dalam jiwa. Namun meditasi dan doa bukanlah sesuatu yang tidak saling berhubungan. Bagaimana cara bermeditasi dapat beragam tergantung kebiasaan masing-masing individu. Pada artikel ini disajikan contoh meditasi yang mungkin dapat anda ikuti bila anda baru akan mencoba suatu meditasi.

Buatlah jadwal kapan anda akan melakukan meditasi. Mungkin anda dapat memulai dengan 5 menit meditasi pagi hari sebelum anda memulai suatu kerja. Siapkanlah segala sesuatunya sore hari sebelumnya agar saat anda memulai meditasi di pagi hari ,pikiran anda tidak sibuk dengan segala persiapan kerja.

Anda dapat mempersiapkan lilin dengan aroma ( dapat dibeli di toko) , kerang . dan dupa / ’hio’ wangi /aroma.

Siapkan diri anda. Rileks dan tenang. Nyalakan lilin dan dupa/ hio. Tariklah nafas dalam dan biarkan udara segar merasuk dalam jiwa anda. Hembuskan segala pikiran negatif dan kecemasan anda. Lihatlah pada kerang dan bayangkan diri anda rileks dan tenang di pantai , di laut. Anda adalah bagaikan anak kecil, berlari bebas , bahagia, bermain lepas di pantai. Tetaplah mata anda terbuka dan pikiran anda terpusat pada lilin yang menyala dan kerang. Bila mata anda tertutup ada kemungkinan anda akan tertidur kembali. Saat pikiran anda berpindah ke alam meditasi , otak anda akan berpindah dari gelombang alfa ke beta, yang merupakan awal dari proses relaksasi.

Apa yang anda cari dari alam semesta pagi hari ini ?.Anda dapat memulainya dengan mensyukuri segala berkat mengawali hari yang baru dan meresapi segala positif aspek dari alam semesta, CINTA, KEDAMAIAN ,KEBIJAKSANAAN, KETENANGAN, MEMAAFKAN Dupa/ hio wangi memberiakn simbol dari pemurnian saat anda menghirup nafas positif yang merasuki tubuh dan mengeluarkan energi negatif. Kerang membantu anda untuk memandu pikiran saat kecil kepada suatu tempat yang indah dan damai di tepi pantai maupun danau. Sedangkan lilin yang menyala mengingatkan kita yang merupan bagian dari alam dan kepada pencita alam semesta. Anda dapat melakukan meditasi dalam posisi apapun yang membuat anda rileks , namun saya anjurkan tidak dalam posisi berbaring , karena akan membuat anda tertidur . Biarkan anda bernafas teratur, perlahan dan rileks. Menarik nafas energi positif dan hembuskan energi negatif . hembuskan kekuatiran dan ketakuatan anda. Rasakan diri anda bersatu dengan alam semesta. Rasakan diri anda bertambah rileks. Anda akan merasakan bahwa hari yang akan dilalui akan lebih rileks untuk dinikmati.

www.medikaholistik.com/

 

Kedokteran Integratif Juni 21, 2008

Diarsipkan di bawah: Populer — shafariyah @ 2:17 pm

Model ilmu pengetahuan secara cepat meningkatkan praktek kedokteran kepada kepastian patofisiologi penyakit dengan hasil pengertian yang lebih mendalam mengenai biologi tubuh manusia dan meningkatkan kesembuhan/ perbaikan dari penyakit (1) . Namun hasil lain yang tidak diharapkan adalah terjadinya erosi hubungan dokter – pasien. Implikasi lain dari sangat majunya ilmu pengetahuan kedokteran adalah keinginan untuk mengerti basis molekuler dari sistem kehidupan. Asumsi ini memungkinkan dan dipercaya oleh banyak praktisi kedokteran dapat memecahkan semua masalah kedokteran / penyakit (1). Namun ternyata ilmu yang sedemikian maju tersebut belum sepenuhnya mampu memecahkan berbagai masalah klinik komplek yang saat ini masih belum dimengerti benar mengenai mekanismenya dan pengobatannya pun kadang tidak efektif (1,2).

Perkembangan ilmu pengetahuan kedokteran yang sedemikian pesat telah banyak menciptakan spesialis dan subspesialis. Semuanya memang sangat diperlukan , namun hal tersebut juga membuat seorang praktisi kedokteran hanya memperhatikan potongan kecil permasalahan pasien (1).

Seringkali pendekatan melalui proses konsultasi dan pendekatan holistik pada pengobatan komplementer dapat membantu pasien untuk lebih mengontrol penyakit mereka (2 ). Namun sayangnya cara seperti ini tidak sering dilakukan karena praktisi kedokteran dengan pengetahuan , sikap dan terlatih mengenai hal ini hanya beberapa saja (3). Di sisi lain pengobatan komplementer mempunyai variasi yang sangat besar. Mulai dari ‘yang tidak masuk akal” bahkan berbahaya sampai yang memang bermanfaat. Dalam situasi seperti ini , pasien membutuhkan praktisi kedokteran yang mempunyai pengetahuan biomedik untuk membedakan hal tersebut (3). Para praktisi dan peneliti kedokteran seringkali menggunakan istilah kedokteran integratif sebagai gabungan dari pengobatan alternatif dan komplementer (PKA) dengan ilmu kedokteran konvensional. Sebenarnya pengertian kedokteran integratif menekankan pada sistem yang lebih tinggi yang memperhatikan wellness dan healing pada individu secara keseluruhan ( dimensi bio-psiko-sosio-spiritual ) sebagai tujuan utama, melalui pendekatan ilmu kedokteran konvensional maupun alternatif dalam konteks suportif dan hubungan dokter – pasien yang efektif (1,3,4). Kedokteran integratif juga memfokuskan pada pencegahan dengan memperhatikan : pola hidup, diet, olah raga, manajemen stress ,dan pengaturan emosional (3).

Institusi pendidikan kedokteran mempunyai peranan sangat penting dalam mengembangkan konsep kedokteran integratif . Banyak hal yang dapat dilakukan institusi pendidikan dalam hal kedokteran integratif ini (1) , diantaranya :
1. Memfokuskan kembali pasien sebagai individu yang utuh dan hubungan dokter – pasien
2. Melibatkan pasien sebagai bagian aktif dari proses kesembuhannya dengan mengajarkan setiap pasien cara yang terbaik untuk meningkatkan derajat kesehatannya
3. Tetap terbuka untuk mengerti kelebihan maupun keterbatasan ilmu kedokteran konvensional dan menyadari bahwa ilmu pengetahuan kedokteran tersendiri tidak efektif dalam mengatasi semua kebutuhan komplek pasien kita (1,2)
4. Memberikan pada mahasiswa kedokteran , dasar PKA termasuk prinsip dasar seperti bukti mengenai efektifitasnya maupun kerugiannya. Tanpa adanya pendidikan tambahan mengenai PKA , para praktisi nantinya tidak dapat berfungsi sebagai dokter yang mampu menerima informasi serta tuntunan yang akurat untuk pasiennya (1,2,5) . Survei yang dilakukan pada 302 dokter di Denver menunjukkan bahwa 84 % menginginkan pendidikan lebih lanjut mengenai PKA dengan alasan utama : agar dapat mengetahui keamanan dan keefektifan PKA sehingga mampu mendiskusikannya dengan pasien ( 6)
5. Mahasiswa kedokteran sebaiknya diajarkan pula bagaimana menemukan dan mengevaluasi bukti keefektifan dan keamanan dari pengobatan komplementer. Dengan tujuan akhir mahasiswa kedokteran mendapatkan ketrampilan tambahan mengenai keterbukaan, rasa sensitif kepada masalah kultural maupun kepercayaan, komunikasi dan mampu melakukan critical appraisal terhadap berbagai literatur mengenai PKA (7)
6. Dilakukan penelitian klinik untuk mengetahui efektifitas PKA. Penelitian ini penting karena hasilnya dapat digunakan sebagai dasar evaluasi bagi keamanan , kerasionalan penggunaannya , kepuasan pasien dan analisa biaya saat PKA diintegrasikan pada kedokteran konvensional (1,2 8 )
. 7. Tetap memperhatikan segi spiritual dan kebutuhan emosional pasien dan menyarankan penggunaan terapi PKA yang sesuai jika memang meningkatkan penyembuhan dari kedokteran konvensional
8. Penelitian pada Human Healing sebaiknya selalu menanyakan pada berbagai tingkatan seperti : faktor-faktor yang memfasilitasi atau menghambat proses kesembuhan pada seorang individu, potensi –potensi yang bisa dikembangkan dan faktor-faktor keterbatasannya
9. Kita dapat belajar dari berbagai ‘sisi lain’ lain ilmu kedokteran seperti efek plasebo, hipnoterapi, studi psikososial, dan pendekatan spiritual. Kedokteran komplementer bukanlah akhir dari semua terapi ‘ sisi lain’ tersebut, tapi dapat berfungsi sebagai wadah yang umum untuk suatu perubahan yang kreatif (9)

Harapan di masa depan bahwa tiap penyakit yang diderita selalu ditanyakan apa masalahnya, terapi spesifiknya dan bagaimana cara meningkatkan respon kesembuhan diri , serta adakah bukti ilmiahnya (9).

KEDOKTERAN INTEGRATIF PADA PENANGANAN KANKER SEBAGAI CONTOH MODEL. Pada pengobatan kanker , terapi konvensional yang ada dirasakan pula keterbatasannya (10 ) . Di sisi lain ada pula peningkatan ketertarikan para praktisi untuk mengeksplorasi lebih lanjut mengenai aspek-aspek terbaik yang dapat diambil dari terapi komplementer (2,6) .

Pengobatan kanker secara integratif di US menggunakan terapi konvensional seperti kemoterapi, pembedahan, radioterapi dan dilengkapi dengan terapi psikologi, relaksasi, tumpangan tangan ( therapeutic touch ) , terapi nutrisi, spiritual, dan ‘alternative immune therapi’. Berikut ini diungkapkan beberapa prinsip terapi kanker integratif tersebut (10):
1. Terapi kanker difokuskan pada individu secara menyeluruh dan tidak hanya pada penyakit kanker itu sendiri. Sesuai dengan prinsip Hipokrates ‘ Be benefit and do no harm ‘ , merupakan suatu instruksi eksplisit kepada fokus individu yang menyeluruh. Terapi kanker yang secara teknik berhasil dalam mempertahankan kehidupan fisik namun meninggalkan pasien dalam kondisi tubuh yang tidak dapat ditolerir oleh dirinya , tidaklah sesuai dengan prinsip tersebut
2. Ada perbedaan mendasar mengenai kata Curing dan Healing. To Cure berasal dari bahasa latin Curare yang artinya to take care atau charge off , yang menekankan pada suksesnya suatu terapi medis; sedangkan Heal berasal dari bahasa Inggris lama Haelen yang berarti Become whole yang erat berhubungan dengan kata Holy. Jadi kata Healing memberi tempat pada setiap tingkat termasuk fisik, emosional, mental dan juga spiritual. Jadi ada saat dimana pasien dapat “cured “namun tidak ” healed “. Adapula saat dimana kita dapat membantu pasien untuk “ Heal “ meskipun kita tidak dapat “membebaskan” penyakitnya
3. Pada Banyak kasus kanker yang resisten terhadap suatu terapi konvensional , tidak ada paket khusus optimal yang dapat diberikan pada suatu jenis kanker yang sama. Setiap pasien mempunyai pendekatan terapi integratif yang berbeda. Tiap individu adalah spesifik dan adanya Biochemical individuality. Tiap pasien mempunyai latar belakang etiologi , sosio-kultural berbeda. Pendekatan individu secara menyeluruh penting dan tidak hanya memfokuskan terhadap penyakitnya ( It’s more important to know what kind of patient has the disease than what kind the disease the patient has )
4. Memperbesar harapan pasien dalam suatu keadaan ketidakpastian bukanlah merupakan suatu kesalahan. Pada kasus kanker selalu ada kelompok pasien yang mengalami remisi maupun tetap ‘survive’. Kelompok ini dapat dijadikan sebagai pusat perhatian harapan positif pasien kanker.
5. Pada pendekatan terapi integratif , jika suatu terapi komplementer tidak menimbulkan efek yang membahayakan bagi pasien maka terapi komplementer tersebut mungkin berguna dengan cara meningkatkan kesehatan secara keseluruhan dengan mengikutsertakan pasien secara aktif dalam proses pengobatan dan dapat memberikan pula efek plasebo positif. Pasien pengguna terapi komplementer seringkali mempunyai harapan kesembuhan yang tinggi dibandingkan dengan pasien pengguna terapi konvensional. Harapan pasien berkorelasi dengan hasil terapi. Terapi akan menjadi seolah lebih efektif bila pasien sebelumnya mempunyai harapan yang besar terhadap terapi tersebut (11).
6. Terapi integratif juga menekankan pada kenyamanan pasien dan terbinanya hubungan baik antar dokter –pasien – keluarga ( to cure occasionally , relieve sometime, comfort always ).

SIMPULAN Kedokteran integratif menekankan pada hubungan dokter-pasien sebagai titik sentral. Kedokteran konvensional dapat memanfaatkan sisi positif PKA untuk membantu kesembuhan pasien dalam suatu program terapi yang terintegratif

 

Mind Therapy Pada Hepatitis Juni 21, 2008

Diarsipkan di bawah: Gastrointestinal, Infeksi, Populer — shafariyah @ 2:14 pm

Betapa besar pengaruh pikiran mempengaruhi diri anda. Dalam pengobatan timur mind sangat penting dalam penyembuhan penyakit. Ci-kung, Prana, Meditasi semuanya berpusat pada mind.

Saat kulit kaki anda terkena infeksi secara otomatis ,tanpa diperintah sel-sel radang dari tempat yang jauh akan menuju kulit kaki untuk bekerja , melokalisir, membunuh kuman . Saat kulit anda terluka , sel-sel yang berfungsi untuk pembekuan akan datang bekerja di tempat luka, sehingga luka akan mengering . Semua hal di tubuh yang sifatnya otomatis sebenarnya bisa dipengaruhi oleh mind.

Hal ini mungkin bisa menjelaskan mengapa pasien yang mempunyai mind positif lebih bertahan terhadap penyakit kanker dibandingkan mind yang depresif. Tak heran pula mind yang negatif bisa menimbulkan keluhan sakit tanpa ditemukan adanya dasar patologi penyakit ( psikosomatik ) . Mind dapat mengatur hal-hal yang tersembunyi dalam diri anda !.

Mind yang bisa memerintahkan hal yang serba otomatis tadi dapat dibuktikan dengan ilmu pendulum . Mind dapat memerintahkan pendulum untuk memutar ke kanan, ke kiri , ke depan sesuai kehendak dan perintah anda. Mudah dilakukan yang perlu hanya sebuah konsentrasi. Infeksi virus bersifat self limiting dengan kata lain akan sembuh sendiri bila daya tahan tubuh anda baik. Peranan mind yang positif sangat penting. Mind dapat meningkatkan daya tahan tubuh anda.

Beberapa hal yang dapat anda lakukan : Singkirkan mind negatif yang selalu berfikir bahwa liver anda bertambah parah. Mind yang negatif ini dapat menumpuk di liver anda dan akan menambah berat penyakit . Optimis !. Jangan menyerah dengan si ‘virus kecil’. Bayangkan virus sebagai binatang kecil yang merayap di lantai yang siap anda injak tanpa bekas sama sekali. Jangan ikuti saran si virus agar makan anda sedikit, ataupun untuk berbaring lebih lama di rumah sakit. Semangatlah ! kalahkan si virus kecil !.

Dalam keadaan rileks, tenang, lemaskan seluruh otot anda, tenangkan pikiran anda. Pejamkan mata anda perlahan. Tariklah nafas 2 hitungan dan hembuskan nafas anda perlahan 5 hitungan. Lakukan berulang sampai anda benar merasa rileks. Saat anda mulai rileks bayangkan liver anda ditutupi oleh warna abu-abu kotor. Kemudian bayangkan saat anda menarik / menghirup udara, energi yang berwarna putih cerah datang ke liver anda dan sedikit demi sedikit menghilangkan warna abu-abu tadi . Bayangkan secara perlahan-lahan warna liver anda menjadi putih terang. Anda dapat juga membayangkan sel-sel darah putih yang datang membunuh virus di liver anda. Setelah selesai tersenyumlah. Bayangkan seluruh tubuh anda berwarna putih cerah tanpa warna abu-abu sama sekali. Anda dapat melakukan saat pagi maupun malam sesuai kehendak anda. Selamat mencoba dan semoga lekas sembuh.

 

BEKAM (Hijamah) Mei 9, 2008

Diarsipkan di bawah: Populer — shafariyah @ 1:57 am
Tags:

BEKAM

I. DEFINISI BEKAM

Bekam atau hijamah adalah teknik pengobatan dengan jalan membuang darah kotor (racun yang berbahaya) dari dalam tubuh melalui permukaan kulit.Perkataan Al Hijamah berasal dari istilah bahasa arab Hijama (حجامة) yang berarti pelepasan darah kotor.

Sedangkan dalam bahasa Inggris disebut dengan cupping, dan dalam bahasa melayu dikenal dengan istilah Bekam. Di Indonesia dikenal pula dengan istilah kop atau cantuk.

Dilihat dari prakteknya, bekam merupakan metode pengobatan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui permukaan kulit. Yang dimaksud dengan darah kotor adalah darah yang mengandung racun atau darah statis yang menyumbat peredaran darah, mengakibatkan sistem peredaran darah dalam tubuh tidak berjalan sebagaimana adanya, sehingga menyebabkan terganggunya kesehatan seseorang, baik secara fisik maupun mental.

II. PERKEMBANGAN BEKAM

Terapi bekam tumbuh dan populer di tanah arab, terapi ini merupakan salah satu pengobatan yang di contohkan Nabi Muhammad SAW. Bekam pun berkembang ke berbagai negara seperti china, asia tenggara, bahkan eropa.

Di Arab, biasanya orang berbekam dengan cawan kaca atau mangkok tinggi, sedangkan di Cina orang menggunakan tanduk. sapi atau kerbau yang telah dibersihkan. Bagian rongga dalam tanduk dipanasi lalu ditelungkupkan ke bagian tubuh yang hendak dibekam. Kulit dan darah pun tersedot.

Beberapa saat kemudian tanduk dilepas dan bagian kulit yang telah menonjol karena disedot tadi ditoreh-toreh dengan benda tajam. Setelah itu tanduk dapanasi lagi dan ditelungkupkan lagi pada kulit yang telah ditoreh. Darah pun keluar, bila ada penyumbatan, maka darah yang keluar tampak kental seperti jelly.

Kini sistem bekam telah memasuki era modern. Alat bekamnya pun bukan lagi tanduk, tetapi gelas khusus yang dihubungkan dengan alat vakum udara. Alat vakum itulah yang menyedot kulit dan darah. Sedangkan benda tajam yang dipergunakan untuk menusuk-nusuk kulit adalah jarum kecil steril sekali pakai yang biasa digunakan untuk mengambil sample darah pada ujung jari tangan. Di Mesir dan Karachi, sebuah fakultas kedokteran secara khusus mengembangkan sistem ini.

Kini, peralatan yang digunakan adalah pengisap (Hand pump), mangkuk (cupping set), pena karum (lancet device). silet antiseptik (bahan sterilisasi seeperti alkohol) dan sarung tangan kesehatan (rubber gloves).

III. MANFAAT BEKAM

Sebagai suatu metode pengobatan, tentunya bekam mempunyai khasiat. Khasiatnya secara umum antara lain:

A. Mengeluarkan darah kotor, baik darah yang teracuni maupun darah yang statis, sehingga peredaran darah yang semula tersumbat menjadi lancar kembali.

B. Meringankan tubuh. Banyaknya kandungan darah kotor yang menumpuk di bawah permukaan kulit seseorang akan mengakibatkan terasa malas dan berat. Jika dibekam, maka akan meringankan tubuhnya.

C. Menajamkan penglihatan. Tersumbatnya peredaran darah ke mata mengakibatkan penglihatan akan menjadi buram. Setelah dibekam, peredaran darah yang tersumbat kembali lancar dan mata bisa melihat dengan terang.

D. Menghilangkan berbagai macam penyakit. Rasullulah SAW mengisyaratkan ada 72 macam penyakit yang dapat disembuhkan dengan jalan berbekam, seperti: Asam urat, darah tinggi, jantung, kolesterol, masuk angin, migrain, sakit mata, stroke, sakit gigi, vertigo, sinusitis, jerawat, sembelit, wasir, impotensi, wasir, kencing manis, liver, ginjal, pengapuran, meningkatkan daya ingat dan kecerdasan, memperbaiki sistem imunitas dan lain lain.

Manfaat secara khusus dapat dibagi dalam titik – titik bekam. Titik bekam pada umumnya adalah untuk meringankan gangguan pada organ dan syaraf bila dibekam pada tempat gangguan, terutama karena gangguan kelebihan darah atau darah kotor atau kedua-duanya.

Manfaat bekam secara khusus antara lain :

A. Bekam atas dua urat leher :

1. Mencegah sakit kepala.

2. Mencegah sakit di wajah.

3. Mencegah sakit gigi.

4. Mencegah sakit telinga.

5. Mencegah sakit hidung.

6. Mencegah sakit kerongkongan.

B. Bekam pada tengkuk / kuduk :

1. Mencegah tekanan darah pada tengkuk.

2. Mengatasi rabun.

3. Mengatasi benjolan di mata.

4. Mengatasi rasa berat pada alis dan kelopak mata.

5. Mengatasi penyakit mata lainnya.

6. Mengobati lepra.

7. Mengobati berbagai macam penyakit.

C. Bekam pada pelipis :

1. Mengobati sakit kepala.

2. Mengobati sakit di wajah.

3. Mengobati sakit telinga.

4. Mengobati sakit hidung.

5. Mengobati sakit kerongkongan.

D. Bekam pada pundak :

1. Mengobati penyakit di pundak.

2. Mengobati sakit di leher.

E. Bekam di atas pinggul :

1. Menghilangkan pegal-pegal.

2. Menghilangkan kelelahan.

IV. JENIS DAN CARA BEKAM

A. Bekam kering atau bekam angin (Hijamah Jaaffah),

Bekam kering atau dry cupping yaitu menghisap permukaan kulit dan memijat tempat sekitarnya tanpa mengeluarkan darah kotor. Bekam kering ini berkhasiat untuk melegakan sakit secara darurat atau digunakan untuk meringankan kenyerian urat-urat punggung karena sakit rheumatik, juga penyakit-penyakit penyebab kengerian punggung.

Bekam kering baik bagi orang yang tidak tahan suntikan jarum dan takut melihat darah. Kulit yang di-bekam akan tampak merah kehitam-hitaman selama 3 hari. Untuk menghilangkan tanda lebam pada kulit yang selesai di-bekam dapat digunakan minyak jinten hitam (habatusysyauda).

Cara melakukan bekam kering :

1. Pilih titik bekam berdasarkan kondisi pasien.

2. Pilih gelas bekam (cup) berdasarkan tingkat penyakit pasien dan postur tubuh. Semakin besar gelas yang digunakan maka tingkat rasa sakit akan semakin besar, namun efeknya akan semakin baik.

3. Pijat bagian yang akan dibekam dengan dilumuri minyak zaitun atau minyak jinten hitam selama lebih kurang 5 menit.

4. Pompa gelas bekam dengan piston pada posisi yang dikehendaki sebanyak 2-3 kali tarikan, atau sampai piston tidak dapat ditarik lagi.

5. Biarkan selama 10 menit (bagi pria), 7 menit (bagi wanita) atau 3 menit (bagi anak-anak).

6. Lepas gelas bekam dan pijat kembali dengan minyak zaitun atau minyak jinten hitam selama 2-3 menit untuk menghilangkan bercak-bercak hitam atau blister.

7. Lakukan selama 7 hari bagi orang dewasa dan 5 hari bagi anak-anak, kemudian diselingi masa interval selama 3 hari, lalu dilanjutkan lagi pembekaman.

B. Bekam basah (Hijamah Rothbah)

Bekam basah, yang juga disebut wet cupping yaitu metode pengeluaran darah kotor (blood letting) dengan cara disayat dengan silet, lanset, pisau bedah atau jarum steril pada bagian yang dibekam.

Cara melakukan bekam basah :

1. Pilih titik bekam berdasarkan kondisi pasien.

2. Pilih gelas bekam (cup) berdasarkan tingkat penyakit pasien dan postur tubuh. Semakin besar gelas yang digunakan maka tingkat rasa sakit akan semakin besar, namun efeknya akan semakin baik.

3. Bersihkan bagian kulit yang akan dibekam dengan desinfektans/alkohol.

4. Pompa gelas bekam dengan piston pada posisi yang dikehendaki sebanyak 2-3 kali tarikan, atau sampai piston tidak dapat ditarik lagi.

5. Biarkan selama 3-5 menit.

6. Lepas gelas bekam dan sayat bagian bekas bekam dengan silet, lanset, pisau bedah atau jarum steril.

7. Bekam lagi posisi yang disayat tadi.

8. Tunggu selama lebih kurang 3 menit sampai darah keluar dan menumpuk pada gelas bekam.

9. Lepas gelas bekam dan buang darah kotor yang keluar, bersihkan kembali gelas bekam dan desinfeksi.

10. Bekam lagi sebanyak 3-5 kali, atau sampai keluar cairan putih dari kulit.

11. Oles bekas sayatan dan bekam dengan minyak habbatus sauda’ (jinten hitam).

12. Lakukan setiap bulan atau setiap 2 minggu bagi yang penyakitnya parah.

C. Bekam Seluncur (Sliding Cupping)

Yaitu metode bekam yang mana gelas bekam diseluncurkan di atas permukaan kulit yang rata (tidak tebal ototnya). Metode ini serupa dengan Guasha (cina), scrapping (inggris) atau kerokan (jawa), namun lebih aman karena tidak merusak pori-pori sebagaimana kerokan.

Cara melakukan bekam seluncur :

1. Pilih titik bekam sebagai awalan seluncur, biasanya bagian atas pundak.

2. Pilih gelas bekam (cup) berdasarkan tingkat penyakit pasien dan postur tubuh. Semakin besar gelas yang digunakan maka tingkat rasa sakit akan semakin besar, namun efeknya akan semakin baik.

3. Pijat bagian yang akan dibekam dengan dilumuri minyak zaitun atau minyak jinten hitam selama lebih kurang 5 menit. Oleskan minyak agak banyak sebagai pelumas

4. Pompa gelas bekam dengan piston pada posisi yang dikehendaki sebanyak 2-3 kali tarikan kemudian gerakkan/seluncurkan perlahan-lahan sampai tampak bruise (memar) kemerahan.

5. Lepas gelas bekam dan pijat kembali dengan minyak zaitun atau minyak jinten hitam selama 2-3 menit.

D. Bekam Cepat (Flash Cupping) atau Bekam Tarik

Yaitu metode bekam dengan cara tarik lepas – tarik lepas secara cepat pada bagian kulit yang sukar dibekam, atau apabila dibekam gelas cenderung jatuh. Area ini biasanya di sekitar wajah dan dahi.

Cara melakukan bekam cepat :

1. Pilih titik bekam pada dahi atau bagian yang nyeri.

2. Pilih gelas bekam (cup) yang proporsional dengan lebar dahi (tidak terlalu besar).

3. Pompa gelas bekam dengan piston pada posisi yang dikehendaki secukupnya kemudian lepas.

4. Lakukan hal ini secara berulang-ulang sampai kulit berwarna kemerahan

5. Sebaiknya berbekam dilakukan pada pertengahan bulan, karena darah kotor berhimpun dan lebih terangsang (darah sedang pada puncak gejolak).

6. Pemilihan waktu bekam adalah sebagai tindakan preventif untuk menjaga kesehatan dan penjagaan diri terhadap penyakit. Adapun untuk pengobatan penyakit, maka harus dilakukan kapan pun pada saat dibutuhkan.

7. Disarankan bagi yang hendak berbekam untuk tidak makan-makanan berat 2-3 jam sebelumnya.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan di dalam bekam :

A. Pastikan bahwa gelas bekam sudah steril dan higinis sehingga aman untuk bekam (terutama bekam basah).

B. Untuk pasien yang belum pernah dibekam sebelumnya, pilihlah gelas bekam dari yang terkecil lalu ke yang besar supaya tidak terlalu sakit.

C. Posisi bekam dapat dilakukan dengan duduk atau berbaring menelungkup. Posisi duduk lebih baik untuk peredaran darah, namun bagi pasien yang lemah dianjurkan dengan posisi berbaring.

D. Untuk pasien yang baru dibekam, sering-seringlah menanyai bagaimana keadaannya, apakah merasa mulas, pusing, mual atau adanya tanda-tanda akan pingsan lainnya. Segera hentikan bekam apabila pasien mengeluh kesakitan.

E. Setelah bekam dihadapkan beristirahat yang cukup. Sebagian pasien segera merasa segar badannya setelah berbekam pada bagian punggung dan lutut, sehingga ia tidak mau beristirahat sebagaimana mestinya, hal ini dapat menyebabkan kembalinya penyakit.

F. Sebagian orang merasakan suhu badannya naik setelah 1-2 hari setelah berbekam, hal ini adalah normal dan akan segera hilang.

G. Pasien yang menderita sakit menular atau infeksius agar diberikan perhatian khusus. Bagi penderita penyakit infeksius, diharap gelas bekamnya adalah tersendiri (single use) dan juru bekam dianjurkan menggunakan pelindung tubuh seperti sarung tangan karet (gloves), masker dan semisalnya.

H. Pasien yang menderita tekanan darah rendah harus diperlakukan ekstra dan hati-hati. Tingkat kesadarannya selalu dimonitor agar tidak pingsan. Dihindarkan membekam pada areal punggung bawah yang sejajar dengan pusar ke bawah, karena hal ini bisa menurunkan tekanan darah dengan cepat.

I. Permukaan kulit yang timbul blister kecil, bercak-bercak, noda darah dan darah stasis adalah reaksi normal setelah bekam. Apabila blister yang timbul banyak dan besar-besar (seperti luka bakar), maka dapat dipecah dengan cara menusukkan jarum steril kering hingga keluar cairannya (cairan limfoid) lalu didesinfeksi dengan desinfektans. Lebih dianjurkan apabila bekas bekam yang berblister ini dipijat lembut dengan minyak zaitun atau jinten hitam.

J. Pasien yang mengalami mental stres, ketakutan, mual dan gejala mental lainnya, dihentikan pembekaman dan pasien disuruh berbaring relaks, tenang dan diberi minum dengan minuman manis (lebih baik madu) kemudian dimotivasi dan disugesti untuk menghilangkan atau meminimalisir gangguan mentalnya.

Perlu diperhatikan pula larangan – larangan dalam berbekam, antara lain:

A. Tidak dianjurkan melakukan bekam basah pada penderita diabetes kecuali juru bekam yang ahli dan berpengalaman.

B. Jangan membekam orang yang fisiknya sangat lemah atau orang yang kelelahan (overfatigue).

C. Jangan membekam orang yang menderita penyakit kulit merata atau menderita alergi kulit yang parah seperti ulserasi dan edema.

D. Jangan membekam orang yang sudah jompo yang lemah fisiknya dan anak-anak yang tubuhnya lemah atau di bawah 3 tahun.

E. Penderita leukimia (kanker darah) tidak dianjurkan untuk dibekam basah.

F. Penderita hepatitis yang parah, TBC aktif, hemofilia, malignant anemia, trombositopenia dan penyakit lainnya yang parah tidak dianjurkan dibekam kecuali kepada juru bekam yang ahli dan berpengalaman.

G. Jangan memberkam pada kondisi : perut kekenyangan, kehausan, kelaparan, kelelahan, setelah beraktivitas berat, tubuh lemah dan tubuh demam (kedinginan).

H. Jangan membekam wanita hamil pada usia kehamilan 3 bulan pertama (trimester awal).

I. Jangan membekam langsung pada daerah yang luka, urat sendi robek, patah tulang, varises, tumor.

J. Jangan membekam wanita yang sedang haidh dan nifas.

K. Jangan memberkam daerah perut terlalu keras

L. Jangan membekam pasien yang mengkonsumsi obat pelancar dan pengencer darah semisal mengkudu, omega 3, dls.

M. Jangan melakukan bekam langsung setelah makan, pembekaman dapat dilakukan minimal dua jam setelah makan. Setelah bekam juga jangan langsung makan, melainkan hanya minum yang manis-manis semisal madu atau selainnya

N. Tidak dianjurkan melakukan pembekaman kepada orang yang menderita klep jantung, kecuali di bawah pengawasan dokter atau ahli bekam yang berpengalaman.

O. Jangan melakukan bekam langsung setelah mandi, terutama setelah mandi dengan air dingin. Tidak dianjurkan langsung mandi setelah bekam, melainkan setelah 2 jam. Dianjurkan mandi dengan air hangat.

P. Jangan membekam basah orang yang baru memberikan donor darah atau orang yang baru kecelakaan sehingga darahnya berkurang.

Q. Jangan membekam pasien diabetes (gula darah di atas 280) kecuali oleh orang yang ahli.

R. Jangan membekam di area terbuka atau tempat yang dingin. Lebih baik melakukan bekam di ruang yang hangat atau bersuhu normal ruangan.

S. Dilarang membekam area berikut :

    1. Lubang alamiah tubuh : mata, hidung, telinga, mulut, kemaluan, anus, puting susu.
    2. Daerah sistem nodus limfa yang berfungsi sebagai penghasil antibodi, yaitu di submaksilari, korvikal, sudmalaonkular, aksilari, bagian detak jantung, nodus inguinal limfa
    3. Daerah yang dekat dengan pembuluh besar (big vessels).

V. DIAGNOSIS PENYAKIT DENGAN BEKAM

Diagnosa bekam/cupping dapat dilihat dari warna pigmen kulit setelah pembekaman. Di dalam buku “Canon of Internal Medicine” dikatakan, “Kondisi organ internal (organ dalam) dapat diketahui dengan cara mengobservasi (mengamati) gejala-gejala eksternal dan tanda-tanda fisik, sehingga penyakitnya dapat didiagnosa.”

Reaksi pigmen pada kulit bekas bekam adalah sebagai berikut :

A. Bekas bekam yang muncul berwarna ungu kegelapan atau hitam, pada umumnya hal ini mengindikasikan kondisi defisiensi (kekurangan) pasokan/suplai darah dan channel/saluran (pembuluh) darah yang tidak lancar yang disertai dengan keberadaan darah statis (darah beku).

B. Bekas bekam yang muncul berwarna ungu disertai plaque (bercak-bercak), pada umumnya hal ini menandakan terjadinya gangguan/ kelainan gumpalan darah yang berwarna keunguan dan adanya darah statis (darah beku).

C. Bekas bekam yang muncul berbentuk bintik-bintik ungu yang tersebar dengan tingkatan warna yang berbeda (ada yang tua dan ada yang ungu muda). Hal ini menandakan kelainan “Qi” dan darah statis.

D. Bekas bekam yang muncul berwarna merah cerah, biasanya hal ini menunjukkan terjadinya defisiensi “Yin”, defisiensi “Qi” dan darah atau rasa panas yang dahsyat yang diinduksi oleh defisiensi “Yin”.

E. Bekas bekam yang muncul berwerna merah gelap, hal ini mengindikasikan kondisi lemak di dalam darah yang tinggi disertai dengan adanya panas patogen.

F. Bekas bekam yang muncul berwarna agak pucat/putih dan tidak hangat ketika disentuh, hal ini mengindikasikan terjadinya defisiensi cold (dingin) dan adanya gas patogen.

G. Adanya garis-garis pecah/ruam pada permukaan bekas bekam dan rasa sedikit gatal, hal ini mengindikasikan kondisi adanya wind (lembab) patogen dan gangguan gas patogen.

H. Munculnya uap air pada dinding bagian dalam gelas bekam, menandakan kondisi adanya gas-gas patogen pada daerah tersebut.

I. Adanya blister (lepuhan/lecat) pada bekas bekam, menggambarkan kondisi gangguan gas yang parah pada tubuh. Adanya darah tipis pada blister merupakan reaksi gas panas toksin.

VI. TANGGAPAN MASYARAKAT

Pengobatan bekam saat ini banyak digemari masyarakat. Bahkan banyak masyarakat yang ingin berlatih bagaimana cara melakukan penyembuhan penyakit dengan pengobatan bekam.

Di beberapa kota juga telah dilakukan pelatihan teknik pengobatan bekam. Dan ternyata, peminatnya sangat banyak. Bahkan ada pula yang mengembangkan pengobatan bekam ini dengan sitem MLM yang biasanya MLM tersebut bergerak dibidang pengobatan herba.

Pelatihan – pelatihan banyak diadakan terutama pada kelompok – kelompok pengajian, banyak pula ahli bekam yang merupakan seorang ustadz atau ustadzah. Para dokter pun banyak yang mengikuti pelatihan ini sebagai terapi alternatif.

Faktor – faktor pendorong yang menyebabkan banyaknya masyarakat yang berobat dengan bekam antara lain faktor spiritual, keinginan back to nature, mahalnya biaya pengobatan medis, serta sebagai terapi pendamping pada terapi medis.

BEKAM DALAM PANDANGAN MEDIS

Menurut kedokteran konvensional, di bawah kulit, otot maupun fascia terdapat suatu poin atau titik yang mempunyai sifat istimewa. Antara poin satu dengan poin lainnya sa;ing berhubungan membujur dan melintang membentuk jaring – jaring atau jala. Dengan adanya jala ini maka terdapat hubungan yang erat antara bagian tubuh sebelah atas dengan sebelah bawah, antara bagian dalam dengan bagian luar, antara bagian kiri tubuh dengan bagian kanan tubuh, antara organ – organ tubuh dengan jaringan bawah kulitl, antara organ yang satu dengan organ yang lainnya, antara organ dengan tangan dan kaki, antara organ padat dengan organ berongga, dan lain sebagainya, sehingga membentuk suatu kesatuan yang tak terpisahkan dan dapat bereaksi secara serentak.

Kelainan yang mengenai satu poin ini dapat mempengaruhi poin lainnya. Juga sebaliknya, pengobatan pada suatu poin dapat mengobati poin lainnya. Teori ini menjelaskan bahwa orang yang sakit matanya tidak perlu dibekam pada matanya, namun dapat dibekam di daerah kepala atau sekitar tengkuknya. Atau seseorang yang mengalami gangguan pencernaan dapat dilihat gambaran penyakit di lidahnya dan sebaliknya untuk mengobati penyakit pada lidah dapat dibekam di poin saluran pencernaannya.

Poin – poin istimewa di atas dalam dunia medis dikenal sebagai motor points pada perlekatan neuromuskular yang mengandung banyak mitokondria, kaya pembuluh darah, , kandungan mioglobin yang tinggi, sebagian besar selnnya menggunakan metabolisme oksidatif, dan lebih banyak mengandung sel mast, kelanjar limfe, kapiler, venula, dan plexus saraf serta ujung terminal saraf, dibanding dengan daerah yang bukan poin istimewa.

Apabila dilakukan pembekaman pada satu poin, maka pada kulit, jaringan bawah kulit (sub kutis), fascia, dan ototnya akan terjadi kerusakan dari sel mast dan lain – lain. Akibat kerusakan ini akan dilepaskan beberapa zat seperti serotonin, histamin, bradikinin, slow recting substance, serta zat – zat lain. Zat – zat ini menyebabkan dilatasi kapiler dan arteriol, serta flare reaction pada daerah yang dibekam.

Dilatasi kapiler juga dapat terjadi jauh dari tempat pembekaman. Ini menyebabkan terjadinya perbaikan mikrosirkulasi pembuluh darah. Akibatnya akan timbul efek relasasi otot – otot yang kaku serta vasodilatasi umum yang terjadi akan menurunkan tekanan darah secara stabil. Yang terpenting adalah dilepaskannya Corticotrophin Releasing Factor (CRF) serta releasing factor lainnya oleh adenohipofise. CRF selanjutnya akan menyebabkan terbentuknya ACTH, corticotropin, dan corticosteroid. Corticosteroid ini mempunyai efek menyembuhkan peradangan serta menstabilkan permeabilitas sel.

Sedangkan histamin mempunyai manfaat dalam proses perbaikan sel dan jaringan yang rusak serta memacu pembentukan reticulo endothelial cell yang akan meninggikan daya tahan tubuh. Sistem imun ini terjadi melalui pembentukan interleukin dari sel karena faktor neural, peningkatan jumlah sel T karena peningkatan set-encephalin, encephalin, dan endorpin yang merupakan mediator antara susuna saraf pusat dan sistem imun, substansi P yang mempunyai fungsi perasimpatis, serta peranan kelenjar pituitary dan hypothalamus anterior yang memproduksi CRF.

Pembekaman di kulit akan menstimulasi saraf permukaan kulit yang akan diteruskan pada cornu posterior medula spinalis melalui saraf A-Delta dan C, serta tractus spinothalamicus ke arah thalamus yang akan menghasilkan endorphin. Sedangkan sebagian rangsangan lainnyaakan diteruskan melalui serabut aferen simpatik menuju ke motor neuron dan menimbulkan reflek intubasi nyeri. Efek lainnya adalah dilatasi pembuluh darah kulit dan peningkatan kerja jantung.